Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Mengambil inisiatif


__ADS_3

KLEK!


Pintu kamar mandi terbuka, Laras menatap ke arah pintu itu. Nampak di netra Laras, tubuh gagah sang suami. Saking terpesonanya, Laras bahkan meneteskan air liur, kali ini dia tidak mampu berbohong. Respon tubuhnya sudah sangat nyata.


Dia sudah terhipnotis oleh sang mafia yang memiliki tubuh kekar dan berotot itu.


Alex berjalan perlahan menuju ranjang, tempat sang istri yang sedang terpesona olehnya, pria tampan dengan dengan sejuta pesona.


"Sayang?" tanya Alex lembut.


Laras masih berada di alam bawah sadarnya, hingga tidak menyadari jika sang suami yang ia pandang benar-benar nyata adanya.


"kau tampan sekali," ucap Laras lirih.


"Kau serius?" ALex sedikit membungkukkan tubuhnya, kini wajahnya menatap sempurna wajah Laras yang ayu itu.


"Serius, aku ingin mencium bibir itu," ucap Laras dengan jari-jari mungil menyapu lembut bibir tipis Alex.


"Ehm, boleh tidak ya?" Sang mafia terlihat jual mahal.


"Aku tidak tahu apa yang ada dipikiranku, pada intinya, aku sangat ingin menyentuh bibirmu Lex!" Laras mengecup bibir Alex pelan, hanya satu kecupan.


Biasanya Alex akan mengambil inisiatif, tetapi kali ini dia hanya diam saja. Laras menekan tengkuk sang suami, bibirnya kini telah penuh di dalam mulut Laras.


Laras begitu mendominasi.


"Akh sial! mengapa aku tak mampu menahan diri?"batin sang mafia. Dia menikmati setiap sentuhan itu, tanpa penolakan juga tanpa tekanan.


"Kau yang mengambil inisiatif baby!" pinta Alex saat sang istri melepaskan pertautan bibir itu.


Laras mengangguk.


Dia meminta Alex melepaskan handuk yang melilit di pinggangnya.


Grep!

__ADS_1


Laras menarik handuk yang sang suami kenakan, helai kain putih itu jatuh di atas lantai. Kini bisa di lihat, sesuatu yang menantang sejak awal pertautan bibir keduanya di mulai. Sungguh, tubuh indah sang suami dengan satu inti yang sudah menegang membuat Laras tak bisa pikir jernih.


Tanpa banyak berpikir, Laras langsung menyerang tubuh Alex dengan beberapa kecupan manis tanda cinta yang membekas di dada sang mafia.


Bibirnya sangat pandai menyapu lembut dada hingga perut sixpack sang mafia yang menggoda iman.


Terakhir, dia menggenggam bagian inti sang suami yang selalu membuatnya candu.


"Sayang, entah apa yang merasukiku, aku sangat ingin melakukannya," ucap Laras sembari berjongkok di depan raga kekar itu, menikmati benda luar biasa itu dengan lidahnya, memaju mundurkan di dalam mulutnya hingga membuat Alex berdesis.


"Oh baby! faster!" Alex merasakan sensasi nyaman itu, sang mafia semakin memprovokasi sang istri agar mempercepat gerakan mulutnya.


Laras hampir tersedak akibat sesuatu yang melebihi ukuran normal memenuhi mulutnya. Namun, dia tetap bahagia karena ini keinginannya yang tiba-tiba saja muncul, ide gila yang tak terbatas.


Alex meminta Laras berhenti sejenak karena si binatang buas akan beraksi juga. Pria tampan dengan tubuh polosnya kini memeluk tubuh sang istri. Keduanya begitu dekat, hingga dada keduanya menempel.


Laras secara refleks, tiba-tiba saja melingkarkan kedua kakinya di pinggang sang suami, sedangkan kedua tangannya, mengalung sempurna di leher.


Keduanya saling bertatap, kini jarak itu tak ada lagi. Alex menyergap bibir sang istri tanpa ampun.


Kecupan panas yang tiada duanya. Alex melayani permainan sang istri. Dua menit kemudian, Alex merebahkan tubuh menggoda sang istri. Dengan tubuh polos, sang mafia memposisikan diri berada di atas Laras. Sang mafia menciumi wajah, leher hingga dada Laras tanpa henti.


Laras merasa di awang-awang, dia tak mampu menahannya.


"Baby, sekarang!" bisik Laras.


Alex langsung melepaskan seluruh helai kain yang menempel di tubuh Laras tanpa sisa.


Alex langsung menyanggupi, dia menuntun miliknya agar masuk sempurna di inti tubuh sang istri yang sudah tidak sabar ingin bertemu, bertemu dalam rangka kerjasama yang solid untuk menghadirkan baby B.


Hentakan demi hentakan sang mafia berikan, membuat sang istri memanggil namanya berulang kali diiringi suara desis menggoda.


"Lex! kau hebat! akh!"


Lenguhan demi lenguhan yang semula samar-samar, mulai terdengar jelas.

__ADS_1


"Kau tak sehebat diriku," ucap sang mafia yang kini sudah berada di belakang punggung Laras karena sang istri ingin posisi kesukaannya.


Inti tubuh yang sempat terlepas, kini menyatu lagi.


Gerakan panas nan erotis menambah suasana semakin syahdu.


"Lex, kau hebat!" ucap Laras dengan nafas tersengal-sengal.


"Nikmati baby! anggap saja hadiah karena baby B sudah hadir."


Pertarungan yang hebat itu berakhir dengan pelepasan penuh gairah.


Laras dan Alex menumpahkan segala rasa cinta keduanya.


Berkah baby B sudah mulai nampak, keduanya sangat bahagia.


.


.


.


.


Bersambung...


.


.


.


.


Main lapak temanku kak😘😘😘

__ADS_1



Jangan lupa like, komen, fav!


__ADS_2