Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 154


__ADS_3

Tuan Zhev mengajak Alex untuk berkumpul di ruangan khusus yang di pesan olehnya sebagai tempat perjamuan makan para tetua.


"Ini adalah Alex Fernando, putra dari tuan Fernando, pemimpin geng legendaris Blue Sea," jelas tuan Zhev memperkenalkan Alex kepada dua puluh orang tetua geng yang bersahabat dengan tuan Fudo.


"Dan ini Richi, salah satu dari tiga serangkai petarung hebat dan tangguh dari Death Angel," sambung tuan Zhev.


Richi dan Alex membungkukkan badannya untuk salam penghormatan. Semua tetua yang duduk di lesehan juga membungkuk kepada dua pilar utama Death Angel itu.


"Silahkan bergabung dengan kami para pemuda hebat," ucap salah satu tetua yang hadir.


Alex dan Richi duduk di samping kanan dan kiri tuan Zhev karena permintaan tetua Scorpion Blue itu.


"Mari tuan-tuan, kita nikmati hidangannya, semoga kalian menyukainya," pinta tuan Zhev.


Di sela menikmati hidangan, salah satu tetua bertanya kepada tuan Zhev.


"Zhev? misteri kematian nyonya Huang Li, apakah sudah terpecahkan?" tanya seorang tetua.


"Belum, kita bahas nanti, nikmati saja dulu hidangannya, nanti nafsu makanku hilang saat mengingatnya," jawab tuan Zhev.


Alex melirik ke arah tuan Zhev yang terlihat payah saat mendengar nama Huang Li.


Beberapa menit kemudian, acara perjamuan makan telah usai. Kini agenda selanjutnya adalah misi perdamaian untuk geng Jiho dari kota utara dan geng Hang Zhi dari kota selatan. Para tetua selalu di buat pusing oleh dua orang ini, mereka geng yang tak bisa di anggap remeh, Jiho dan Hang Zhi adalah anak kandung dari tuan Zhev. Tujuan tuan Zhev memanggil para tetua geng yang menjadi sahabatnya untuk mendamaikan dua pemuda penerus kerajaan bisnis Zhev crop.


"Aku sangat ingin membunuh kedua anakku, mereka terlalu lancang untuk menjadi putraku. Tetapi aku belum melakukannya karena salah satu dari mereka mengetahui rahasia pembunuhan Huang Li, ibu mereka," jelas tuan Zhev getir.


"Sabar Zhev, kita akan segera menemukan pembunuh isterimu, kami akan membantu," jawab seorang tetua.

__ADS_1


Alex sudah memahami masalah yang akan di bahas, ia bertanya kepada tuan Zhev agar lebih jelas.


"Sejak kapan kau kehilangan isterimu tuan?" tanya Alex.


"Tiga tahun yang lalu Lex, awalnya aku tidak tahu jika isteriku tewas karena dia sedang bersama kedua putraku di rumah. Saat aku baru saja pulang dari kantor, anak buahku menemukan isteriku telah bersimbah darah di kamar utama, sejak saat itu kedua anakku berselisih paham, mereka mengetahui banyak hal tentang pembunuh itu, namun enggan mengungkapkannya, sampai sekarangpun keduanya masih sering bertarung jika ada salah satu anggotanya rusuh," jelas tuan Zhev.


"Aku merasa ada hal aneh di kasus ini, kedua putramu bukannya tidak mau mengatakannya, tetapi ada kemungkinan sang pembunuh mengancamnya atau pelakunya adalah orang dalam," ucap bos mafia menganalisa.


"Bisa jadi Lex, tetapi anehnya aku tidak menemukan jejak sang pembunuh, aku mengira pelakunya adalah orang yang teliti," jawab tuan Zhev heran.


"Jika pelakunya adalah orang dalam, pasti ada motif di balik semua itu," celetuk Richi.


"Kasus sudah tiga tahun, tetapi tuan masih ingin membahasnya? bukannya itu akan membuat luka tuan kembali menggangga?" tanya sang mafia.


"Kemarin malam aku bermimpi tentang isteriku, dia bilang tidak akan tenang sebelum kedua putranya kembali berdamai, dan juga, dia ingin aku menemukan pelaku pembunuhan, sebenarnya aku sudah mengikhlaskan isteriku pergi, tapi jika dia yang memintanya, aku akan berusaha keras menemukan pembunuh itu," jawab tuan Zhev.


"Atas izin Fudo, aku meminta bantuanmu Lex, semua tetua di ruangan ini juga mendukungku, kau bersediakan?" tanya tuan Zhev memastikan.


"Jika ini memang titah tuan Fudo, tidak ada jawaban selain kata setuju, aku mau membantumu tuan," ucap Alex bersemangat.


"Bagus Lex, kau pantas menjadi tetua di usiamu yang masih muda, oh iya, apakah kau sudah menikah? aku memiliki satu anak perempuan, dia cantik dan anggun, kau mau?" tanya tuan Zhev memberikan tawaran.


"Maaf tuan, aku sudah memiliki isteri dan sebentar lagi akan menjadi daddy," bisik Alex di telinga tuan Zhev.


"Haha, maaf Lex, aku terlalu meremehkanmu, wajahmu sangat tampan, gadis mana yang tidak akan suka? ya sudahlah! untuk Richi saja," sambung tuan Zhev.


"Aku juga sudah memiliki isteri tuan," jawab Richi datar.

__ADS_1


"Astaga! ada apa dengan generasi Death Angel? apakah sudah berubah aturan? tetua kalian saja mampu jadi bujangan sampai tua, wah tingkah kalian sungguh membuatku geleng-geleng kepala, sangat berani, salut!" ucap tuan Zhev.


"Fudo terlalu kaku, selain Haruka, dia tidak mau gadis lain, biarpun gadis itu telah lama tiada," celetuk salah satu tetua.


"Itu namanya cinta sejati, kau lihat dirimu! kau memiliki tiga isteri sekaligus," ledek tuan Zhev.


"Haha, sial! jangan membuka kartu As ku di sini Zhev, aku merasa jadi pecundang," ucap salah atau tetua.


Semua orang yang berada di ruangan itu tertawa, banyaknya kisah di balik para tetua membuat semua orang tidak mampu menahan tawa.


Salah satu tetua bahkan pernah mengalami cinta satu malam bersama tiga wanita sekaligus, dia adalah tuan Ramos, pria berkulit coklat dengan kekuatan permainan yang luar biasa.


Dia selalu di ejek oleh tetua yang lain, tapi karena dia orang yang kocak, semua itu tidak berguna baginya. Bahkan dia akan membuat orang yang meledeknya menjadi malu. Lawan tuan Ramos adalah Alex Fernando, karena Alex jarang menanggapi lelucon tuan Ramos.


"Lex, Kemarilah!" pinta tuan Ramos yang sedari tadi diam karena sedang berbalas pesan.


"Mau apa kau? aku malas mendengarkan hal tidak berguna dari mulutmu," Alex memang malas menanggapi tuan Ramos yang notabene satu angkatan dengan sang ayah tapi masih belum bertaubat dari kebiasaannya mempermainkan para wanita.


"Haha, dulu sewaktu kau berusia 4 tahun, kau membuat wajahku memar karena pukulan tanganmu, kini aku ingin kau mendengarkan aku tanpa perlu memukulku karena aku ingin ikut kau menemukan pelaku pembunuhan nyonya Huang Li," jelas tuan Ramos serius.


"Jika memang benar, kau jangan temui seorang wanitapun malam ini, tidurlah di markasku kita akan berunding," Alex benar-benar mengerjai tuan Ramos yang tengil itu.


"Astaga! syarat macam apa ini, wanita bagiku adalah candu, mana bisa tanpa wanita dalam sehari? kau menyiksaku Lex," gerutu tuan Ramos.


"Itu urusanmu! jika sudah mengatakan ingin membantu, setidaknya lakukan dengan tulus," jelas sang mafia.


"Haha, rasakan itu Ramos!!! kau kalah telak dengan bayi kecil tuan Fernando," ucap tuan Zhev tertawa puas.

__ADS_1


__ADS_2