
Suasana di markas utama sudah kembali kondusif, kini saatnya menyusun rencana. Dengan kedatangan Yovan, garda depan penantang maut bertambah lagi satu.
Dia tiba-tiba datang juga aneh, karena Guru Fu bilang, si bocah tengik sedang berada di Australia.
"Kau pulang dengan terpaksa atau rela hati?" ledek Alex. Dia menatap wajah malas Yovan.
"Terpaksa, Guru Fu dan Tuan Fudo ingin aku cepat kembali, so pasti harus membantumu. Haish! sial sekali, mengapa kau yang menjadi anak kesayangan," canda Yovan sembari mengacak rambut sang mafia kasar.
"Haha, kau tanya saja kepada mereka." Alex juga tidak memahami, mengapa harus dia yang menjadi bos mafia.
"Mereka hanya akan menjawab, hanya Alex yang berani memenggal kepala musuhnya. Aku juga bisa, tetapi aku malas saja," jawab Yovan dengan senyumnya yang penuh misteri. Tetapi dia masih pro dengan Alex.
"Yov, kau pria gila yang juga tidak takut maut, mengapa dulu kau out dari Death Angel?" tanya Willy.
"Adalah, satu, dua hal. So pasti, aku ingin lebih kuat dari Alex. Haha," pungkas Yovan terlalu jujur.
Sang mafia memukul kepala Yovan yang kadang tak mampu menahan diri untuk mengungkapkan apa yang ada di hatinya.
....
Keempat serangkai, telah menyudahi sesi bercandanya.
Saatnya mode serius.
Alex menandai denah rumah tua yang sudah di gambarkan oleh Zicko, dia mendapatkan denah itu dari salah satu anggota Death Angel yang sedang menjadi mata-mata di rumah tua itu, kebetulan saat mendatangi markas Dama, pria gila itu pergi entah kemana. Lima orang dari beberapa anggota mengikuti kemana perginya Dama.
__ADS_1
Setelah itu, si anggota membuat sketsa denah sesuai dengan apa yang ia lihat, kemudian Zicko menggambar ulang di atas kertas.
"Menuruti denah ini, kalian harus masuk lewat sini, dan kepung mereka. Jangan sampai ada yang terlewat." Sang mafia sangat serius saat menyampaikan pendapatnya.
"Bos, kau akan ikut bersama kami?" tanya Willy.
"Tentu saja, kau akan menebas kepala Dama. Aku yang akan mencincang Dio."
Willy dan Zicko merinding mendengar suara sang bos yang berat itu.
Sang mafia selalu konsisten dengan ucapannya. Jika dia akan mencincang tubuh Dio, dia pasti akan melakukannya.
"Bos, kau jangan ikut menjadi jagal. Biarkan kami saja," pinta Willy.
"Tidak Yov, ini adalah dendamku. Dia rela salah mengancam Alex, kita habisi bersama."
Sang mafia sangat serius, kali ini dia akan kembali menjadi jagal, setelah Raf tewas di tempat pembakaran.
....
Rencana sudah siap, empat serangkai segera datang ke rumah tua, dengan beberapa anggota yang mengiringinya.
Saat mereka akan beranjak dari markas utama dengan mengendarai mobil sang mafia, Zicko mendadak mendapatkan informasi yang bagus.
"Zick, aku sudah mengetahui, dimana softcopy video itu. Ternyata ada pada Dio, pria itu yang bertugas ke stasiun televisi untuk mengancam mereka agar bersedia menayangkan iklan horor berisi adegan tidak senonoh antara wanita yang mirip Nyonya Laras, cepat Zick! susul dia!" lapor salah satu anggota yang kini berada di lapangan.
__ADS_1
Alex yang mendengar percakapan itu, langsung gercep.
"Kalian semua pegangan, aku akan terbang bersama mobilku ini. Tidak akan aku biarkan Dio mempermalukan keluargaku!"
Sang tancap gas, dia mengendarai mobil seperti berada di tong setan.
Penuh nyali dan mengundang adrenalin.
....
*
*
*
Rekomendasi novel keren selanjutnya kakak, ini punya temanku.
Jangan lupa tap ❤️, like, komen ya?
Love you All
❤️❤️❤️
__ADS_1