
Setelah menempuh jarak yang cukup jauh, akhirnya helikopter itu mendarat di sebuah bangunan megah yang berdiri sendiri di sebuah pulau berjuluk Paradise Land. Di sana ada pangkalan helipad sendiri, Sang pilot mendaratkan helikopternya di lantai paling atas bangunan.
Alex meminta sang pilot untuk ikut bersamanya, namun sang pilot tidak mau karena takut akan mengganggu kedua orang yang sedang kasmaran itu.
Alex berpesan kepada sang pilot untuk kembali ke pulau itu besok pagi saja karena dia ingin menikmati hari-hari bersama sang kekasih secara intim seharian ini. Sang pilot memahami keinginan Alex, setelah bos mafia dan kekasihnya keluar dari helikopter itu, sang pilot menerbangkan pesawat capungnya.
"Sayang, apa aku sudah boleh membuka mata?" tanya Laras.
"Buka saja," jawab Alex.
Saat sang gadis membuka matanya, di atas bangunan megah itu, dia bisa melihat hamparan laut yang luas dengan pantai pasir putih yang indah.
"Bagaimana? apa kau suka?" tanya Alex.
"Sayang, ini sangat indah, aku hampir menangis karena terharu," tukas sang kekasih sambil menyeka air matanya yang mulai menetes.
Alex memeluk tubuh Laras erat dan penuh kasih sayang, dia membelai rambut sebahu sang gadis yang harum itu dengan penuh kelembutan.
"Aku akan menunjukkan hal yang lebih indah lagi," ucap bos Alex.
"Apa itu sayang?" tanya Laras.
Alex melepaskan pelukannya dan mengajak Laras turun ke bawah. Saat berada di dalam bangunan, dia melihat banyak bunga mawar merah di setiap sudut ruangan. Di depan pintu utama ada bunga mawar yang tertata rapi dengan huruf yang terbaca...
YOUR MARRY ME?
"Yes, I will," jawab Laras yakin sembari menatap wajah sang kekasih.
Laras terkagum-kagum dengan kejutan yang di berikan Alex padanya, belum selesai Laras merasa bahagia, sang mafia mengajak gadisnya keluar bangunan untuk menikmati pemandangan pantai yang indah dengan angin sepoi-sepoi.
"Lepas dulu sepatumu sayang," pinta Laras.
"Iya, kau juga," jawab Alex.
Keduanya melepas sepatu dan meletakkannya di depan teras bangunan megah itu.
Saat menginjakkan kaki pertama kalinya di atas pasir, ada sensasi yang berbeda yang Laras rasakan karena impian Laras sejak dulu adalah ingin menikah di tempat seperti ini dan Alex mencoba untuk mewujudkannya.
Di atas pasir putih, Alex mengatakan jika ingin memberikan kejutan, dia akan menyanyikan lagu dadakan yang ia ciptakan baru saja saat turun dari helikopter. Awalnya Laras enggan mendengarkan suara calon suaminya saat bernyanyi karena dia menganggap Alex tidak bersuara merdu.
"Aku kan sudah menjawab, yes I will, tidak perlu kau mengeluarkan banyak tenaga untuk bernyanyi sayang," pinta Laras.
__ADS_1
"Hargailah aku sayang, aku sangat ingin bernyanyi, mana ada mafia menciptakan lagu? hanya aku seorang yang bisa," jelas Alex.
"Haha, baiklah. Tunjukkan bakat terpendammu sayang," ucap Laras.
Alex mempersiapkan diri untuk performance pertama kalinya di depan sang kekasih yang sebentar lagi akan menjadi isterinya itu.
When I feel lonely I hope only you will accompany me, oh baby.
You are everything to me, it's time for me and you to unite.
Don't ever doubt my love even though I'm just a talkative jerk, but rest assured I will keep my promise to be with you.
"Suaramu merdu juga ternyata tapi tetap saja ekspresi wajahmu terlihat datar, tak apalah, kau sudah berusaha dengan baik, wah! kekasihku ini pandai berbahasa Inggris ya?" jawab Laras.
"Kau tahu kan, aku tidak bisa berkata romantis, wajahku akan tetap sama di saat apapun, Ya hanya itu saja, ibu yang mengajarkanku," jelas bos Alex.
Alex dengan wajah sok cool tiba-tiba mendekati Laras, dia bersimpuh di depan sang kekasih dan menggenggam kedua tangannya.
"Sayang, meskipun aku pria brengsek tidak berguna, tetapi aku tulus mencintaimu. Biarkan aku membahagiakan dirimu hingga sisa usiaku, jangan pernah pergi dariku, tetaplah bersamaku. Kau satu-satunya gadis yang ada di hatiku dan selamanya akan begitu, dari lubuk hati yang paling dalam, maukah kau menikah denganku Laras Nugraheni?" tanya bos Alex.
Laras ikut bersimpuh di hadapan bos Alex, kini posisi mereka sama. Dengan menggenggam tangan bos mafia, Laras mengatakan...
"Aku mau menikah denganmu, Alex Fernando," jawab Laras.
Laras dan Alex berpelukan, mereka bersama melepaskan rasa haru itu, Laras tiba-tiba teringat dengan pertemuan awal dengan sang mafia yang penuh drama dan tragedi, tidak ada yang menyangka jika Laras akan menjadi isteri dari pria yang sangat dia benci, tapi permainan takdir untuk mereka berdua sungguh indah. Alex, pria kejam ini telah bertransformasi menjadi pria penyayang, dia bahkan tidak mengerti jika dia menjadi banyak berubah setelah mengenal Laras.
Alex melepas pelukannya dan mengajak Laras bermain pasir putih, dia membuat istana pasir untuk sang kekasih.
"Sayang, ini adalah istana kita, akan ada kita berdua dan lima baby A yang menggemaskan," ucap bos Alex.
"Kau suka anak kecil?" tanya Laras.
"Suka atau tidak kalau itu anakku aku tetap menyukainya," jawab Alex.
"Bukan itu, maksudnya sebelumnya apa kau pernah menyukai anak kecil?" tanya Laras.
"Tidak karena aku belum pernah bertemu dengan anak kecil sebelumnya," jawab Alex.
"Tapi kau akan menyukainya saat aku melahirkan lima bayi untukmu sayang," jelas Laras.
"Pasti, kan aku sudah bilang, jika itu anakku, aku pasti akan menyukainya," ucap Alex.
__ADS_1
Keduanya tertawa bersama sembari bermain pasir putih, tidak ada beban diantara Alex dan Laras. Mereka membebaskan jiwa masing-masing untuk menikmati setiap momen berdua.
"Kau tahu sayang? aku tidak menyangka kita akan sampai sejauh ini," tukas Laras.
"Semua hal yang sudah kita lewati adalah sebuah takdir dari yang maha kuasa, waktu itu harusnya kau pergi, tapi kau tetap tinggal. Jika kau tidak mabuk, kita tidak akan pernah bertemu," kenang Alex.
"Aku terlalu rapuh untuk mengakui jika diriku telah di campakkan dan di khianati, aku hanya gadis biasa, aku bukan gadis pemabuk, aku minum sebanyak itu karena rasa lelah yang ku rasakan, Juna adalah pria sialan yang pernah aku temui, dia pria tidak tahu diri," jelas Laras.
Alex menyadari jika sang kekasih masih merasakan luka itu, dia mencoba memeluk tubuh mungil itu, Laras menangis, gadis itu menangis di pelukan pria yang telah merenggut kesuciannya dan juga pria yang saat ini sangat ia cintai sampai dia tidak mampu untuk pergi, meski hanya satu detik saja.
Alex mengatakan jika dia berjanji akan bertanggung jawab, dia akan mengabdikan seluruh hidupnya untuk Laras Nugraheni. Seorang gadis cantik yang mampu membuat dirinya tergila-gila.
"Terimakasih sayang, kau sangat baik, di balik kekejamanmu, kau masih memiliki sisi lembut," ucap Laras.
"Aku tidak sepenuhnya kejam, aku juga bukan pria baik, tapi aku tidak suka mempermainkan wanita, pantang untukku melakukan, banyak gadis yang mendekatiku, dia merayuku hingga tidak malu untuk melepas bajunya di depanku, tapi aku tidak suka dengan gadis yang murahan, aku meminta gadis itu pergi dan memberikannya banyak uang karena dia menjadi seperti itu karena keadaan, anaknya sedang sakit, dia perlu biaya yang banyak, dia mengatakan hal itu padaku, sebagian besar gadis yang ingin tidur bersamaku hanya gadis yang butuh uang atau hanya tergila-gila dengan wajahku, tidak ada yang setulus kau Laras," jelas bos Alex.
"Apa aku yang pertama?" tanya Laras.
"Iya, kau telah meruntuhkan pertahananku, akhirnya aku merelakan apa yang selama ini aku jaga untukmu," canda Alex.
"Cih, apa aku bisa percaya semudah itu? masalah Livy saja kau masih belum terbuka," ledek Laras.
"Apa kau bisa melihatku di sentuh gadis lain?" tanya Alex.
"Tidak masalah jika itu masih wajar dan tidak berlebihan, yang penting kau hanya untukku dan tidak mengkhianatiku," jelas Laras.
"Baiklah, aku pegang ucapanmu," tukas bos Alex.
Laras meminta Alex untuk segera berdiri, dia ingin berjalan menyusuri pantai pasir putih. Sang mafia menyetujuinya, mereka berjalan di atas pasir tanpa alas kaki.
"Sayang, kau lihat itu! di sana ada sesuatu yang kau sukai!" pinta Alex.
"Dimana?" tukas Laras.
"Itu, sebelah kanan," jelas Alex sambil menunjuk ke arah laut biru yang indah.
Saat Laras menoleh...
Cup...
Alex mendaratkan ciumannya di pipi sang kekasih, Laras terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Alex, sang mafia kemudian berlari. Laras mengejar sang kekasih, mereka seperti anak kecil yang berlarian dia atas pasir putih, di bawah langit biru yang indah, tanpa beban, tanpa musuh, tanpa pertarungan. Dua jiwa yang bebas berekspresi dalam hangatnya cinta dan kasih.
__ADS_1
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️