
Di Paradise Land...
Laras sedang duduk di atas pasir putih dengan payung besar menaungi dirinya. Sedangkan di sampingnya ada Angela dan nyonya Fira. Mereka bertiga terlibat perbincangan hangat.
"Nona Laras, apa aku baik-baik saja?" Angela melihat raut wajah Laras yang lebih murung dari sebelumnya.
"Aku tidak tahu, baik-baik saja atau tidak, yang aku tahu hanya merindukan suamiku. Aku ingin dia kembali," Laras menjawab pertanyaan Angela tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya, pandangannya lurus ke depan, memandang hamparan air laut yang menenangkan.
Nyonya Fira yang mengetahui jika Laras sedang gundah menunggu kedatangan sang suami, mencoba menenangkan sang ibu hamil.
"Sayang, besok pagi Alex akan kembali, kau tenanglah!" hibur nyonya Fira yang merasa resah melihat anak semata wayangnya bersedih.
"Iya nona, apa yang ibumu katakan memang benar, kau tidak perlu memikirkan bos Alex, lebih baik kau istirahat saja, kandunganmu sudah menginjak trisemester ketiga, hindari kekhawatiran berlebihan agar kau dan calon bayimu tetap dalam keadaan sehat," saran Angela yang mampu membuat senyum mengembang di bibir tipis isteri bos Alex Fernando itu.
"Iya Angela, aku harus lebih memikirkan anakku, terimakasih untuk kalian berdua yang selalu ada untukku," ucap Laras yang terharu dengan perhatian ibu dan sahabatnya itu.
Mereka bertiga berpelukan, sama-sama saling menguatkan.
"Kau harus check kandunganmu Laras, dokter pasti sudah menunggumu," pinta sang ibu sembari melepaskan pelukannya.
"Iya nona, kau sudah lebih dari dua puluh menit berada di sini, saatnya check kandunganmu dulu," jelas Angela yang juga melepaskan pelukannya, Angela membantu Laras agar mampu berdiri, setelah mampu berdiri, Angela memapah tubuh Laras sampai masuk ke dalam gedung megah itu. Sedangkan sang ibu mengekor langkah keduanya.
Sesampainya di dalam gedung megah, Angela memapah isteri sang mafia ke dalam kamar tamu yang di sulap menjadi ruang persalinan dengan peralatan lengkap.
Di dalam ruang persalinan, sudah ada dokter dan beberapa perawat yang standby untuk mengontrol kondisi bayi dan sang ibu setiap harinya. Alex sudah membayar mahal untuk segalanya, dia mengirimkan para tenaga kesehatan yang kompeten di bidangnya, alat-alat canggih dengan harga fantastis. Semua itu hanya untuk sang isteri agar merasa nyaman dan aman saat sang suami sedang bekerja, tapi yang pasti demi kelancaran proses persalinan si jabang bayi A. Anak pertama yang lebih dari satu, lima sekaligus Tuhan kasih untuk keluarga mafia itu.
Laras berbaring di atas ranjang pasien atau biasa di sebut dengan brankar. Dokter segera mengecheck kondisi si baby A, ia melihat di layar bahwa kelima anak sang mafia bergerak aktif, semuanya sehat. Laras senang mendengar kabar baik dari sang dokter di sampingnya itu.
Ia mendongakkan kepalanya untuk melihat layar yang memperlihatkan kondisi di dalam perut buncitnya itu.
__ADS_1
"Mereka lucu sekali, pantas saja rasanya pegal semua, anakku mirip dengan daddynya jago berkelahi," celetuk Laras tidak bisa memungkirinya, karena sejak awal kehamilan sang suami ingin anak-anaknya jago berkelahi seperti dirinya.
"Haha, iya nona, kau beruntung memiliki suami sebaik tuan Alex, dia pria tampan dan bertanggung jawab. Meskipun dia seorang mafia, kelembutan dalam merawatmu dan menjagamu melebihi siapapun," ucap sang dokter kagum dengan sosok Alex.
Sang dokter telah selesai memeriksa kandungan Laras, ia membantu Laras untuk duduk di atas brankar.
"Dok, terimakasih atas bantuan dan dukungannya selama ini, untuk semua perawat, aku juga mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Tanpa bantuan kalian, mana mungkin aku mampu melewati hari-hari tanpa suami di sisiku," Laras merasa terharu dengan para tenaga medis yang totalitas dalam bekerja.
Angela yang sedari tadi bersama para perawat, kemudian berjalan mendekati Laras.
"Nona, kami adalah utusan terbaik bos Alex, pastilah akan maksimal menjagamu," jelas Angela sembari menggenggam erat tangan Laras.
"Terimakasih juga untukmu Angela, oh ya, apa Richi akan ikut?" tanya sang ibu hamil yang membuat Angela tersenyum.
"Semoga saja, karena kak Richi selalu sibuk, belum tentu dia mau datang kemari," jawab Angela yang mengetahui betapa sang suami memiliki tugas yang lebih banyak setiap harinya.
"Aku akan membujuk Alex, agar dia membawa Richi bersamanya saat datang ke Paradise Land," ucap sang ibu hamil yang perlahan turun dari brankar di bantu oleh dokter dan Angela.
"Baby A harus ada yang menengok."
Seketika senyum Laras mengembang, dia merasa jika sang dokter sedang menggodanya.
Angela penasaran dengan apa yang Laras dan sang dokter bicarakan.
"Wah kalian curang, mengapa hanya bicara berdua saja? menyebalkan," gerutu Angela.
Laras dan sang dokter saling bertatapan dan melemparkan senyum.
"Apa kau juga ingin tahu apa yang kami bicarakan?" tanya Laras memastikan.
__ADS_1
"Pastinya, ayolah ceritakan kepadaku," jawab Angela tidak sabar mendengarkan cerita menarik apa yang dua orang itu bicarakan.
"Kau harus rajin berusaha sepertiku, sehari 5x kali kalau bisa," bisik Laras yang membuat tawa Angela pecah.
"Hahaha, lebih dari itu saja aku kuat, tetapi kak Richi bukan seperti bos Alex, dia masih memiliki rasa kemanusiaan," jelas Angela yang tertawa saat mengetahui apa yang sang dokter dan Laras bicarakan.
"Kalau soal itu aku tidak tahu, silahkan di diskusikan dengan suami masing-masing," ucap sang dokter yang lebih memilih tidak ikut campur karena itu masalah rumah tangga masing-masing. Tapi tidak berarti sang dokter luput dari pertanyaan aneh Angela.
"Dokter berapa kali sehari?" celetuk Angela.
"Haha, itu rahasia, sudah ya? aku istirahat dulu, masih ada banyak hal yang perlu aku kerjakan, kalian juga beristirahatlah," pinta sang dokter yang menghindari pertanyaan konyol Angela.
"Angela, kau membuat dokter kabur dengan pertanyaanmu," bisik Laras.
"Iya nona, oh ya, lebih baik kau segera berisitirahat, hari ini kau sudah melakukan banyak hal," jawab Angela.
Laras mengangguk.
Angela dan Laras keluar dari ruang persalinan itu dan segera masuk ke dalam kamar utama.
Angela membuka pintu kamar utama, ia mendampingi Laras sampai sang bumil merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Kau tidur bersamaku malam ini Angela, kau mau kan?" tanya Laras.
"Tentu saja," jawab Angela yang perlahan naik ke atas ranjang. Dia menutup separuh tubuhnya serta tubuh Laras menggunakan selimut.
"Alex," ucap sang ibu hamil.
"Ada apa nona?" tanya Angela yang memiringkan tubuhnya ke arah tubuh Laras dengan satu tangan menyangga kepalanya.
__ADS_1
"Aku merindukannya," Tak terasa airmata itu menetas begitu saja, perasaan seorang wanita hamil yang terlalu peka, Laras tak mampu membendung lagi perasaan itu.
"Nona, tenanglah! bos akan segera kembali!" jawab Angela sembari memeluk tubuh sang ibu hamil yang menangis terisak.