Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Serunya Mafia Family!


__ADS_3

Sementara itu, keluarga sang mafia sedang berada dalam perjalanan menuju rumah. Seperti biasa, di dalam mobil menjadi sangat ramai karena ulah lima jagoan.


"Kakek, aku ingin berkunjung ke rumahmu." Adya sangat merindukan kampung halaman sang kakek. Tapi Alex belum mengizinkan anggota keluarganya untuk ke kota tersebut, karena kondisi masih genting. Sang mafia sendiri harus benar-benar memikirkan keselamatan anak dan istrinya, dia tidak ingin peristiwa yang baru saja terjadi akan terulang kembali. Oleh karena itu, dia harus lebih ekstra hati-hati dan waspada dalam menjaga diri dan keluarganya.


"Adya, tidak perlu berkunjung ke rumah kakek, karena kakek akan selamanya tinggal di New York." Tuan Hans mendapatkan kabar dari polisi pusat kota, jika dirinya pindah tugas ke negara Paman Sam tersebut. Kelima cucunya berjingkrak-jingkrak di dalam mobil, kebiasaan kembar 5 jika merasakan kebahagiaan yang luar biasa.


"Sayang, di dalam mobil kalian tidak boleh berjingkrak-jingkrak, okey?" ucap Laras menenangkan kelima babynya.


Beda lagi urusannya dengan big baby, yang sedari tadi hanya memeluk tubuh Laras. Alex menang banyak karena, mereka bisa berduaan di jok paling belakang tanpa terganggu oleh si kembar 5. Sementara sang ayah mertua menyetir ditemani oleh istrinya yang duduk di samping jok kemudi.


Hanya Aarav yang tidak terlalu banyak bicara, dia mengamati jalanan yang dilalui oleh mobil tersebut.


"Sayang, kita nikmati ngomong berdua ini. Peluk aku," bisik sang mafia dengan manjanya.


"Lex, di depan kita yang ada anak-anak, jika mereka tahu kau memelukku, urusannya akan lebih panjang lagi." Laras sedang tidak ingin berdebat dengan anak dan suaminya, ada dia memilih jalan tengah.

__ADS_1


Belum selesai sang istri mengatakannya, mulut mungil Alexis sudah siap untuk membuat panas telinga sang mafia.


"Daddy, jangan mengganggu mommy. Daripada mommy bersama daddy nakal!" ucap Adya sembari menatap wajah sang mafia dengan tatapan penuh amarah.


"Apa aku bilang? kok itu harusnya menuruti ucapanku," bisik sang istri dengan menahan tawanya.


"Iya, daddy minta maaf! Ehm, sekali ini saja ya? setelah ini daddy berduaan dengan mommy, kecuali menjenguk adik perempuan." Sang mafia mengatakan hal yang lebih menyulitkannya.


"Ha? adik perempuan sudah hadir?" tanya Alexis penasaran.


Alex segera membahas hal lain, namun anak-anaknya tidak mudah dialihkan jika berbicara tentang adik perempuan.


"Ayah mertua! tolong aku!" Kali ini sama via merengek kepada kepala polisi Hans.


"Hey? anak-anak daddy akan membawa kalian ke sebuah tempat yang sangat indah, tapi kalian janji, tidak perlu membahas tentang adik perempuan. Jika kalian terlalu sering membahasnya, adik perempuan akan semakin lama hadir di tengah-tengah. Oke? cucu kakek yang sangat tampan dan cerdas pasti memahami apa yang pakai ucapkan," jelas Tuan Hans yang kini berpihak kepada sang mafia.

__ADS_1


Sang mafia berada di atas angin, dia melirik kearah sang istri.


"Semua sudah beres, ya memang mertuaku!" ucap Alex dengan bangganya.


"Tapi ingat, daddy kalian setelah ini harus memijat kakek, sampai kakek tertidur karena tubuh kakek lelah sekali." Ternyata kebaikan yang diberikan oleh Tuhan Hans mengharapkan imbalan. Membuat Laras dan Nyonya Fira yang tertawa terbahak-bahak.


"Rasakan itu Lex!" ucap Nyonya Fira sembari menoleh ke arah menantunya yang memasang wajah kesal.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2