Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 175


__ADS_3

Bar kota barat, pukul 15.59 waktu setempat..


"Kalian bersembunyi, nanti saat Alex datang, kalian bisa bawa dia ke hadapan tuan Chen Gao," ucap Hang Zhi.


"Baik bos!" jawab anak buah Hang Zhi serentak.


Setelah anak buahnya pergi, Hang Zhi menunggu kedatangan sang mafia sembari meminum segelas wine.


"Masih kurang satu menit," Hang Zhi menatap jam di tangannya.


Saat Hang Zhi menghabiskan gelas ketiga wine-nya, ia menatap sosok gagah dan kekar menatapnya dari jauh.


Perlahan sosok itu mendekat dan duduk di depan Hang Zhi.


"Apa kau menungguku?" tanya pria itu.


"Apa kau Alex Fernando?" Hang Zhi bahkan kagum dengan sosok bos Death Angel itu.


"Kau melihatku seperti kau menyukaiku saja, aku pria normal dengan bibit unggul, aku sudah punya isteri dan aku sangat mencintai isteriku, aku tidak akan meladenimu jika kau memanggilku ke bar ini untuk menyenangkanmu," ucap Alex yang sedang mengetes Hang Zhi.


"Haha, kau gagah dan kekar. Badanmu bagus, wajahmu juga tampan, tetapi aku tidak menyukaimu. Isteriku lebih cantik dari isterimu, jadi jangan sombong terlebih dahulu," jawab Hang Zhi.


'Dia masuk perangkapku, dasar bocah! kau tak akan mampu melawanku,' batin sang mafia merasa geli dengan jawaban Hang Zhi yang mudah sekali di provokasi.


"Terserah kau saja, katakan apa maumu?" tanya sang mafia.


"Mari bekerjasama, aku dengar kau sangat hebat dalam berbisnis," ucap Hang Zhi.


"Aku tidak hebat sama sekali dalam hal itu, tapi dalam hal menyenangkan isteriku, aku yang terbaik," celetuk sang mafia.


"Hahaha..," Hang Zhi tidak habis pikir dengan apa yang ada di pikiran sang mafia.


"Hey, aku beri tahu, jika kau ingin isterimu memiliki anak yang banyak, kau harus melakukan trik yang akan ku bisikkan ini, kemarilah!"


Hang Zhi menjadi orang bodoh di depan Alex, demi menjebak sang mafia dia menjadikan dirinya tidak berguna.


Hang Zhi benar-benar menuruti apa yang diucapkan oleh sang mafia, dia mendengarkan setiap kata yang diucapkan oleh bos mafia itu. Dia mengangguk seperti memahami apa yang Alex sampaikan.

__ADS_1


"Bagaimana? kau sudah mengerti belum?" tanya sang mafia.


"Iya aku tahu, tapi masalahnya kita membahas bisnis bukan membahas menyenangkan isteri di ranjang," ucap Hang Zhi kesal.


"Haha, aku hanya tahu kau adalah pengantin baru, jadi sebagai mantan pengantin baru, aku memberikan trik jitu, harusnya kau berterima kasih padaku bukannya menggerutu," jawab sang mafia.


Hang Zhi mulai mencari celah agar sang mafia mudah diringkus.


Hang Zhi memesan segelas wine yang sudah ia campur dengan obat tidur. Ia meminta salah satu anak buahnya yang menyamar sebagai pelayan untuk membawa minuman itu, setelah minuman itu sampai, dia meminta sang mafia untuk meminumnya.


"Minumlah dulu agar kau lebih bersemangat," pinta Hang Zhi.


"Aku tidak mau, kau pasti sudah memasukkan obat tidur kan di dalam minuman itu?" ucap sang mafia yang telah mengetahui trik sederhana ini.


"Tidak ada hal seperti itu, minumlah bos!" Hang Zhi masih memaksa Alex meminum segelas wine itu.


"Coba kau minum, jika minumannya tidak berpengaruh apapun padamu aku akan meminumnya biarpun bekasmu aku tidak peduli," tantang sang mafia.


Hang Zhi dalam dilema, dia harus membawa sang mafia dalam keadaan pingsan. Jika dia tidak melakukannya, akan sangat berakibat buruk. Tetapi saat ini dia harus meminum segelas wine yang dicampur dengan obat tidur, dia merasa dalam masalah besar. Dia salah meremehkan bos Death Angel.


"Baiklah, aku mengaku jika tujuanku bukan bekerja sama denganmu, Aku ingin membawamu pada bos Blue Dragon," ucap Hang Zhi penuh kejujuran.


Hang Zhi meminta semua anak buahnya pergi, awalnya mereka semua enggan menuruti permintaan Hang Zhi, tetapi karena sang anak buah merasa bos Alex bukan orang berbahaya, mereka merelakan Hang Zhi pergi.


Di dalam mobil...


"Kau mau bawa aku kemana?" tanya Hang Zhi.


"Bukannya kau ingin membawaku menuju markas Blue Dragon? ayo tunjukkan jalannya," jawab sang mafia.


"Mengapa kau begitu hebat bos Alex," ujar Hang Zhi yang memuji trik sang mafia dalam meluluhkan hatinya yang keras itu.


"Aku tidak hebat, aku hanya ingin kau tahu, ayah dan adikmu itu sangat menyayangimu," ucap sang mafia.


"Bohong! ayah hanya mencintai Jiho," Emosi Hang Zhi memuncak.


"Jika itu yang kau ketahui, maka akan ku katakan jika Chen Gao adalah pembunuh ibumu, apa kau sudah mengetahui fakta ini?"

__ADS_1


"Sudah, aku tidak perduli!" Hang Zhi marah.


"Kau bocah keras kepala, aku sudah menyerahkan diri tetapi kau masih saja egois, terserah kau saja," ucap sang mafia.


Hang Zhi memendam amarahnya, dia menatap wajah sang mafia dan memakinya.


"Mengapa kau begitu baik bos Alex? mengapa kau tidak marah padaku? mengapa kau membuatku menjadi pengecut! brengsek kau Alex Fernando!"


"Hahaha, kau dulu selalu memakiku saat kecil, sampai sekarang kau masih saja berisik, katakan dimana markas Blue Dragon?" Alex mengganggap Hang Zhi hanya bocah, ia tidak sama sekali tersinggung dengan apa yang pemuda itu katakan.


"Kita pulang saja, tidak akan seru jika kau menyerahkan diri tanpa pertarungan," Hang Zhi merasa jika tidak baik membuat bos sekelas Alex harus turun tangan masalah keluarganya.


"Bagaimana bisa pulang? aku mau kesana," ucap sang mafia.


"Kau ini bos mafia, tetapi bisa sok imut seperti itu, biar aku yang menyelesaikan masalah pembunuhan ibuku, kau hanya perlu pertemukan aku dengan Jiho," pinta Hang Zhi.


"Temui ayahmu, minta maaflah padanya, kau dan kakakmu itu menyulitkan hidupku! harusnya aku sudah berada di sisi isteriku yang akan segera melahirkan, kau tahu? kalian berdua memang bocah tengik sialan!" umpat sang mafia.


"Aku ingin bertarung dengan Jiho, setelah itu aku akan puas," jelas Hang Zhi.


"Apa hanya itu?" tanya Alex.


"Iya, dia telah membuat isteriku tergila-gila padanya, aku membencinya," jawab Hang Zhi.


"Hey, ku dengar kau memperisteri kekasih kakakmu? apa kau tidak takut Jiho akan membunuhmu?" tanya Alex.


"Pria lemah itu? membunuhku? kau bercanda? kalau kau yang membunuhku, aku percaya!" Hang Zhi melirik ke arah sang mafia yang sedang fokus menyetir.


"Haha... membunuh bocah bukan gayaku, hey bocah tengik! ikuti perintahku, kau akan hidup dengan tenang, tapi syaratnya kau tidak boleh mengkhianatiku," pinta sang mafia.


"Kau mau aku melakukan apa?" tanya Hang Zhi.


"Selesaikan salah paham antara kau, ayahmu, Jiho dan gadis tidak berdosa itu, siapa aku lupa namanya," ucap Alex.


"Kyara," jawab Hang Zhi.


"Iya itu, kau hafal sekali," goda sang mafia.

__ADS_1


"Sial! dia isteriku, mana mungkin aku lupa," Hang Zhi tidak menyangka jika malaikat maut yang di sebutkan orang-orang itu hanya berlaku di medan pertempuran, sedangkan sosok di sampingnya ini adalah lelaki humble dan humoris.


'Tak heran, jika dia menjadi bos besar!'' batin Hang Zhi yang kagum dengan bos Death Angel.


__ADS_2