Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Selamat tinggal masa lalu!


__ADS_3

Beberapa menit kemudian mereka bertiga sampai di bandara. Anak buah Tuan Fudo hanya mengantar sampai di depan bandara saja. Anak dan ayah itu perlahan membuka pintu mobil dengan membawa beberapa koper. Sang anak buah Tuan Fudo juga membantu keduanya membawa koper tersebut.


"Maaf, aku hanya bisa mengantar sampai disini. Jika kalian butuh bantuanku tinggal telepon saja, aku akan segera memberikan bantuan sesuai dengan apa yang kalian butuhkan," ucap anak buah Tuan Fudo dengan kepatuhan yang luar biasa.


"Baik, aku dan aku senantiasa berdoa agar kau segera mendapatkan jodoh, agar tidak kesepian," bisik anak buah Tuan Fudo sembari mengembangkan senyum di bibirnya.


"Haha, untuk apa memikirkan masa depanku? semua itu tidak penting, Tuan Fu tidak menikah pun juga bahagia." Anak buah Tuan Fudo memiliki pendapat yang sama dengan Tuannya. Pada ya itunya adalah mengabdi kepada Tuhan dan Tuan Fudo, itu yang ada di pikiran mereka. Karena sekali berkhianat, tebasan katana siap untuk memenggal kepalanya.


"Itu perlu, aku akan memiliki seorang istri dan anak-anak yang selalu bersamamu menemani masa tuamu," jelas Tuan Vin menjelaskan betapa bahagianya dan berharganya memiliki keluarga kecil yang bahagia.


Namun sepertinya hal itu tidak akan terjadi karena anak buah Tuan Fudo lebih memilih untuk melajang sampai mati.


Tidak ada yang bisa menghentikan anak buah Tuan Fudo tersebut, yang terpenting adalah menjadi anggota Death Angel yang setia adalah hal utama.


Setelah berpamitan dan mengatakan beberapa kata sebagai ucapan terima, anak dan ayah itu segera bergegas masuk ke dalam bandara agar tidak ketinggalan pesawat.

__ADS_1


Anak buah Tuan Fudo melambaikan tangan kepada keduanya sebagai salam perpisahan.


Setelah ayah dan anak itu masuk ke dalam bandara, anak buah Tuan Fudo mengambil ponsel di saku celananya kemudian melakukan panggilan kepada Tuannya.


"Tuan Vin dalam perjalanan menuju kota New York, dia akan aman di sana karena aku sudah menyiapkan segalanya untuk mereka berdua." Lapor anak buah Tuan Fudo yang merasa sedih karena ditinggal oleh dua orang yang sangat berharga baginya.


Kesedihan sang anak buah didengar oleh Tuan Fudo, tetua Death Angel itu kemudian menggoda sang anak buah.


"Dari nada bicaramu aku mengetahui jika dirimu sangat mencintai dua orang itu, kau bisa saja ikut bersamanya, aku mengizinkannya." Tuan Fudo berbaik hati untuk memberikan izin kepada sang anak buah ikut bersama keduanya menetap di kota New York, tetapi sang anak buah menolaknya dengan halus.


"Aku kan tetap bersamamu Tuan, meskipun aku sedih tetapi hal yang lebih penting adalah menemanimu," ucap sang anak buah.


"Baik Tuan, aku akan segera datang!"


Anak buah Tuan Fudo menyeka air matanya kemudian berbalik menuju mobil yang terparkir di depan bandara tersebut, perlahan dia membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya.

__ADS_1


Dia langsung tancap gas menuju kediaman Tuan Fudo yang berada di pegunungan seribu duri.


Sementara itu, mereka berdua telah berada di dalam pesawat, keduanya bersyukur masih bisa menjadi saksi hidup bahwa kekuatan Blue Sea masih membara di tubuh sang mafia.


"Ayah, aku akan membantu Alex mengasuh anak-anaknya, aku sangat menyukai anak kecil!" celetuk Joan dengan senyum bahagia.


"Apa kau yakin? anak-anak Alex itu super seperti ayahnya, apa kau tidak akan kewalahan?" Sang ayah mengatakan hal yang sebenarnya, sebelum benar-benar bertemu dengan kelima jagoan sang mafia.


"Tentu saja, kami dulu akrab. Hanya aku yang mampu berteman dengannya, setiap hari kami berkelahi, aku sudah mengetahui segalanya tentang dia. Aku rasa kelima jagoannya juga memiliki sifat yang tak jauh berbeda dari ayahnya. Tuan Vin, kau tidak perlu mengkhawatirkan hal yang sekecil ini, aku mampu mengatasinya!" ucap Joan dengan percaya diri.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2