Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Kedatangan Joan


__ADS_3

Saat sang mafia pusing dengan Yovan, ponselnya kembali berdering. Dia menatap layar ponsel tersebut, ada nama Joan di sana.


"Lex, bagaimana kabarmu?" tanya Joan di sambungan telepon.


"Hey! kabarku baik, saudaraku apa kabar? lama sekali kau tidak menghubungiku, apakah Tuan Fudo sudah memperbolehkan mu bertemu denganku?" tanya sang mafia yang kini merasa galau akibat penghianatan salah satu sahabatnya.


"Sudah, Tuan Fudo memintaku untuk menjaga keluargamu, karena Yovan sudah berkhianat." Joan ternyata sudah mengetahui berita terkini.


"Kau juga mengetahui hal itu Jo?" Alex berdasarkan sesak di dada, tetapi dia berusaha untuk tegar menghadapi segalanya.


"Iya, aku turut berduka cita jika kau akan membunuhnya dengan tanganmu sendiri sebab penghianatan yang ia lakukan, Tuan Fudo bukan orang yang mudah, tetap berpegang teguh dengan prinsip. Jadi, kau lakukan saja sesuai dengan peraturan yang ada, jangan sampai predikat bos mafia akan tercabut begitu saja," jelas Joan yang mendapatkan mandat dari tetua untuk menjaga keluarga Alex,saat sang mafia menemui Tuan Fudo di gunung seribu duri.


"Datanglah ke rumahku, aku ingin bercerita banyak hal kepadamu," pinta sang mafia penuh harap.

__ADS_1


"Oke, tunggulah di rumahmu sore ini. Aku akan datang lebih awal," jelas Joan, dia mengerti apa yang sedang Alex rasakan saat ini. Dia seperti manusia pada umumnya, tidak akan pernah bisa membiarkan orang yang ia sayangi tewas begitu saja hanya karena penghianatan yang mereka lakukan.


"Aku sedang berada di taman hiburan, kau datanglah kemari, anak-anak ku ingin jalan-jalan, mertuaku mengajak mereka bermain di taman hiburan," ucap Alex.


"Lima baby A? yang menggemaskan itu, aku ingin bertemu mereka Lex! aku hanya tahu mereka saat bayi, pasti mereka sudah besar ya?" Joan sangat menyukai anak kecil, dia merasa sudah sangat dekat dengan anak-anak sang mafia meskipun hanya melihat lewat foto itupun sekali saja waktu mereka masih bayi.


Tapi saat ini mereka sudah 5 tahun, Joan akan sangat senang bisa menjaga mereka.


"Jo, jangan membicarakan apapun tentang Yovan dan kematian, karena aku tidak ingin keluargaku tahu tentang hari ini," pinta sang mafia bersungguh-sungguh.


Joan sangat memahami Alex, sang mafia hanya akan diam saat banyak masalah. Dia tidak akan mengatakan apapun kepada orang-orang terdekatnya, dia hanya memendamnya sendiri, sampai di mana dia akan melampiaskan terhadap musuh-musuhnya.


Semua kebengisan yang ada di dalam dirinya, merupakan gambaran sakit hatinya yang tak mampu ia lampiaskan kepada orang yang seharusnya.

__ADS_1


"Cepatlah datang, aku menunggumu." Alex ingin sekali bertemu dengan Joan, terdengar dari nada suaranya yang begitu berharap.


"Oke! kau tunggu aku ya, paling tidak 20 menit aku sudah sampai di sana," jelas Joan. Dia pria yang mampu membuat Alex lega, semua petuahnya sangat manjur.


Joan seperti ibunya yang pandai memberikan semangat kepada semua orang.


Dia beruntung masih memiliki anggota keluarga yang baik seperti Joan dan ayahnya.


.


.


.

__ADS_1


Info : Othor mau update banyak2 jangan lupa baca ya kakak cantik dan ganteng, reader setia babang tamvan😆😆🤭🤭


__ADS_2