Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 54


__ADS_3

Alex merasa kesal hari ini, dia begitu cemburu dengan sosok bernama Juna Albram itu. Bos mafia itu menelfon Richi dan memintanya untuk mencari tahu informasi tentang mantan kekasih Laras tersebut. Setelah menunggu beberapa menit, Richi membeberkan fakta tentang Juna Albram.


Juna Albram adalah pewaris tunggal Perusahaan "A.Z" Farmasi milik sang ayah, Albram Zein. Ibunya bernama Rachel Albram Zein. Sosok kedua orang tua Juna sangat penuh kontroversi, mereka adalah dua orang sombong dan angkuh dalam berbisnis. Apalagi sosok nyonya Rachel yang tidak mau bergaul dengan sembarang orang, membuat keluarga orang terkaya nomor dua di dunia itu begitu penuh sensasi. Setiap hari selalu ada pemberitaan tentang keluarga mereka. Berita yang santer terdengar akhir-akhir ini adalah Perusahaan Farmasi "A.Z" miliknya bekerja sama dengan Perusahaan Farmasi "Dounghun" milik nyonya Fira yang kini di kuasai oleh Tuan Xiauling.


"Dua lalat tertangkap dalam satu perangkap, siapkan rencana untuk bekerja sama dengan "A.Z" Farmasi. Kita buat perusahaan itu bangkrut beserta semua koleganya." Ucap Alex.


"Siap bos!!! tetapi kita belum tahu keberadaan Tuan Xiauling karena yang menjalankan bisnis nya adalah Tuan Zhen Ming dan beberapa anggota Toxic." Jawab Richi.


"Malam nanti kita pergi ke markas utama Toxic, kemudian kita masuk ke dalam pintu rahasia itu. Pasti Tuan Xiauling akan segera di temukan." Ucap Alex.


"Setahuku, markas utama Toxic telah di sita oleh anggota kepolisian karena mereka juga sedang mencari Tuan Xiauling, pasti di sana banyak anggota polisi yang berjaga." Jawab Richi.


"Apa kau lupa tentang diriku?" Tanya Alex.


"Maksudmu?" Jawab Richi.


"Anak kepala polisi itu kini menjadi kekasihku, tidak ada yang sulit untuk masuk ke dalam markas Toxic." Ucap Richi.


"Sial!! aku melupakan itu. Kalau kau sudah siap, hubungi aku segera, aku akan bergegas menyusul dirimu ke hutan kota utara." Jawab Richi.


"Baiklah, tapi kalau boleh aku tahu, darimana kau mengenal Juna Albram?" Tanya Richi penasaran.


"Dia adalah mantan kekasih Laras dan hari ini dia membuat kekasihku terganggu." Jawab Alex.


"Ternyata bos ku ini sedang cemburu rupanya." Goda Richi.


"Ya begitu lah, Richi. Kalau orang sudah jatuh cinta, dia akan memberikan perlindungan yang extra untuk sang kekasih agar tidak merasa terganggu oleh sosok pria lain." Jelas Alex.


"Kau sudah menjadi budak cinta ya? tapi tak apalah, dengan hadirnya nona Laras di hidupmu, kau memiliki seseorang untuk kau lindungi dan sayangi. Itu baik untuk mentalmu, aku khawatir kau akan menjadi perjaka tua selamanya." Sindir Richi.


"Kau ada benarnya juga, tetapi daripada banyak bicara,lebih baik kau diam. Argumenmu terlalu menyebalkan untukku dengar. Perjaka tua? aku pria tampan, tidak mungkin akan menua tanpa seorang gadis di sisiku." Ucap Alex penuh percaya diri.

__ADS_1


"Pria anti jatuh cinta kini jadi budak cinta, sungguh menggelikan." Jawab Richi.


"Kau pun sama , sesama budak cinta kita tidak boleh saling menghina. Sudah lah hentikan omong kosong ini. Aku akan menelfon Tuan Hans untuk meminta bantuannya." Ucap Alex.


"Baik bos!!!" Jawab Richi.


Alex kemudian mencari nomor ponsel Tuan Hans di menu kontak ponselnya. Dia menemukan nomor ponsel Tuan Hans, tapi nomor itu sudah sangat lama, bos mafia itu tetap mencoba menelfon Tuan Hans menggunakan nomor ponsel tersebut. Tidak di sangka ternyata nomor ponsel itu masih aktif.


"Halo? siapa ini?" Tanya Tuan Hans.


"Aku Alex, Tuan Hans." Jawab bos mafia itu.


"Oh ternyata kau, darimana kau tahu nomor ponselku? apa dari Laras?" Tanya Tuan Hans.


"Bukan, dulu aku pernah menyadap ponselmu dan aku tahu nomor ponselmu dari situ." Jawab Alex.


"Oh jadi kau pelakunya, sial!!! Selama ini nyawamu adalah incaran ku, tetapi sekarang semua anggota kepolisian tahu jika kau adalah kekasih dari putriku, hal menyebalkan ini mengapa terjadi padaku?" Ucap Tuan Hans meratapi takdir hidupnya.


"Sudahlah Tuan Hans, yang lalu biarlah berlalu. Kau terima saja takdirmu." Ejek Alex.


Alex mengatakan tujuannya menghubungi Tuan Hans, dia ingin meminta Tuan Hans membantunya membuka akses masuk ke markas utama Toxic karena ada hal yang perlu Ia lakukan bersama Richi di markas tersebut.


"Apa yang ingin kau lakukan di sana?" Tanya Tuan Hans.


"Aku ingin mencari keberadaan Tuan Xiauling. Di sana ada pintu rahasia yang di buat khusus agar Tuan Xiauling bisa kabur dari musuh." Jelas Alex.


"Ya, aku akan membantumu." Jawab Tuan Hans.


"Tuan Hans, kau datanglah ke hutan kota utara pukul 18.00, kita pergi bersama Richi dan beberapa anggota Death Angel pilihanku." Ucap Alex.


"Baiklah. Aku setuju." Jawab Tuan Hans.

__ADS_1


"Tuan Hans, apa kau tahu siapa Juna Albram itu?" Tanya Alex.


"Iya, dia mantan kekasih anakku. Apakah kau pernah bersinggungan dengannya?" Jawab Tuan Hans.


"Dia mengganggu anakmu, saat kuliah, anakmu di paksa ikut pergi bersamanya." Jelas Alex.


"Apa? bisa-bisanya pria tidak tahu diri dan sok kaya itu mengemis cinta anakku." Ucap Tuan Hans penuh emosi.


Alex menenangkan amarah Tuan Hans dengan mengatakan jika dirinya akan selalu menjaga dan melindungi Laras apapun yang terjadi. Tuan Hans begitu terkesan dengan sikap yang di tujukan oleh Alex. Meskipun Alex adalah seorang mafia, tetapi dia memiliki tanggung jawab.


"Apa Laras sedang bersamamu?" Tanya Tuan Hans.


"Iya, apa kau ingin bicara dengannya?" Ucap Alex.


"Tidak perlu, aku masih memiliki banyak pekerjaan." Jawab Tuan Hans.


"Selesaikan pekerjaanmu, Tuan Hans. Biarkan aku yang menjaga anakmu." Ucap Alex.


"Baiklah."Jawab Tuan Hans.


Kemudian Alex menutup panggilan telefon itu dan kembali masuk ke ruangannya.


Dia melihat gadis pujaannya telah tertidur di ranjang. Alex menghampiri gadis pujaannya itu, tetapi saat Alex ingin memeluk tubuh Laras, dia terkejut saat mendengar bunyi ponsel yang berasal dari telefon genggam milik Laras yang tergeletak di ranjang. Alex melihat di layar ponsel Laras tertera nama Juna, kemudian dia menjawab panggilan itu. Sebelum Alex bertanya, pria itu sudah mengatakan banyak hal.


"Laras, apa semudah itu kau melupakanku? tidaklah kau sadar apa yang kau lakukan itu adalah sebuah kesalahan besar? kau membuatku marah karena membiarkanku terluka dan pergi begitu saja bersama pria aneh yang tiba-tiba menembak lenganku tadi." Ucap Juna.


"Apa kau sudah selesai bicara?" Tanya Alex.


"Ha? siapa kau? bagaimana bisa kau yang menjawab panggilan ponsel ini, apa kalian berdua sedang menghabiskan waktu bersama?" Tanya Juna.


"Aku kekasih Laras, ya kau benar. Kami sedang menghabiskan waktu berdua, apa kau ingin ikut bersama kami?" Jawab Alex.

__ADS_1


Juna kesal, dia menutup panggilan telefon itu. Alex merasa cemburu saat Juna menghubungi gadis pujaannya.


"Setelah kau bangun dari tidurmu, aku akan menanyakan banyak hal tentangmu." Ucap Alex sambil membelai rambut Laras mesra.


__ADS_2