Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Perasaan aneh


__ADS_3

Keduanya kini sudah berada di dalam mobil yang dimaksud oleh Yovan, si pria mengajari Tzuyu caranya menyetir.


"Kau belum pernah mengemudikan mobil ya?" ledek Yovan.


"Iya, Han Bin hanya akan membawaku pergi jalan-jalan, tetapi tidak mengajariku menyetir, sebab dia pernah bilang jika aku bisa menyetir, pasti akan membuatku ingin pergi darinya. Dia pria aneh yang pernah aku kenal, tetapi aku suka." Sepanjang menceritakan Han Bin, Tzuyu hampir saja menitihkan air matanya. Tetapi Yovan langsung mengalihkan pembicaraan.


"Dengarkan aku baik-baik dan mulai menyetir lah!"


Yovan memberikan beberapa tips agar si gadis bisa mengemudi dengan baik.


Si gadis yang memiliki kemampuan kuat, hanya dengan mendengar beberapa keterangan dari Yovan, tidak bisa mengemudikan mobil tersebut dan menjauh dari markas MK.


"Cih, kau ternyata bisa menyetir! mengapa tidak mengatakannya dari awal?" Yovan melakukan jika Si gadis tidak bisa melakukan apapun.


"Haha ... ini juga karenamu, kau yang memberikan aba-aba, aku hanya melakukan apa yang kau katakan itu saja," jawab sang gadis merendah.


"Ya, terserah kau saja. Aku hanya ingin segera membalaskan dendam terhadap MK, dia telah membuatku dibenci oleh geng-ku bahkan sahabat terbaikku boa mafia Alex Fernando." Yovan mengungkapkan kekesalannya akibat MK yang terlalu banyak tingkah, membuatnya harus pura-pura berkhianat, menjadikan dia musuh utama Tuan Fudo dan Death Angel.


"Hm ... apa Alex Fernando itu seseorang yang pernah datang ke Macau?" tanya si gadis masih berhati-hati dalam menyetir, rasa penasarannya terhadap Alex Fernando membuat Tyuzu ingin mencari tahu tentang bos mafia tersebut.


"Iya, apa kau mengenalnya?" tanya Yovan penasaran.


"Han Bin, dia yang selalu menyebut nama itu. Aku tidak pernah membahasnya akan tetapi, dia pernah mengatakan kepadaku ingin sekali bertemu dengan orang yang bernama Alex Fernando." Si gadis memberikan keterangan kepada Yovan asal muasal dia mengajukan pertanyaan saat mendengarkan nama Alex.

__ADS_1


"Hm, aku yakin jika kekasihmu itu adalah orang yang sama dengan apa yang aku pikirkan. Dia pasti dewa judi itu kan? aku mendengar MK mengatakan kekasihmu biang rusuh, bocah tapi penjudi kelas kakap," ucap Yovan. Dia juga penasaran akan sosok dewa judi yang sering digaungkan oleh MK.


"Iya dia adalah penjudi, awalnya aku tidak menyukai hal tersebut, namun dia terlalu kaku untuk berhenti ...." Belum selesai Tyuzu memberikan jawabannya, mobil yang dikemudikan oleh sang gadis telah sampai di depan rumah sederhana yang atapnya sudah mulai roboh.


"Ini rumahku yang sudah hancur karena kelakuan MK dan anak buahnya, sebelumnya aku tinggal di sini bersama ayah." Sang gadis mengenang bagaimana indahnya masa kecil di rumah tersebut bersama ayah dan ibunya.


Sebelum MK dan anak buahnya merongrong kehidupannya hingga dia beranjak dewasa, ini karena ulah sang ayah yang seorang penjudi.


Sang ayah berhutang banyak terhadap MK, jadi dia dengan teganya menggadaikan Tzuyu sebagai ganti dari uang yang ia pinjam dari MK.


Han Bin, dia adalah pria baik hati yang siap sedia untuk membantu Tyuzu, oleh karena itu saat sang kekasih mendapatkan masalah, dia langsung terjun ke tempat perjudian kemudian berbuat ulah. Namun, semuanya tidak berjalan mulus.


Han Bin, tidak dapat menyelamatkan sang kekasih justru dia dikabarkan telah tewas oleh anak buah MK.


"Tenanglah, masih ada aku disampingmu. Kau tidak pernah merasa sendiri karena aku berhutang budi padamu, apapun yang kau inginkan pasti aku akan mewujudkannya meskipun harus menukar dengan nyawa!"


Deg!


Si gadis tersipu malu saat Yovan mengatakan harum manis padanya, padahal keduanya baru saja bertemu tetapi Yovan sudah sangat dekat dengannya.


Rasa aneh mulai menggelayuti keduanya, sang kekasih telah tewas, meskipun masih dipertanyakan kabarnya.


Kini ada Yovan yang siap mati untuk melindunginya, dia tidak ingin baper, dia masih mencintai Han Bin.

__ADS_1


Jika dia mengkhianati sang kekasih, sama saja dengan membunuh dirinya sendiri, karena selama ini hanya Han Bin yang mampu menolongnya.


"Haha ... kau terlalu berlebihan Tuan, jangan memberikan apapun kepadaku. Aku hanya ingin hidup tenang tanpa MK yang selalu mengancam ku," jelas si gadis yang merasa terkekang dengan adanya MK di sisinya, secara tidak langsung dia juga harus berterima kasih, karena ide Yovan, dia dan pria itu bisa keluar markas MK dengan lancar tanpa halangan.


"Hm, tidak perlu berpikir terlalu serius, jika kau ingin aku membantumu, katakan saja. Itu hanya kiasan tidak mungkinlah aku tewas hanya karena ingin membalas budi, aku tidak segila itu. Aku masih memiliki banyak hal yang harus dipertimbangkan, apalagi usiaku yang sudah menginjak kepala 4, maksudnya untuk bermain-main dengan gadis kecil seperti," ujar Yovan sembari tersenyum tipis kearah sang gadis.


"Wkkwk, iya juga ya. Sudahlah, aku tidak perduli tentang apa pun. Intinya, kita harus segera menghabisi MK." Si gadis sudah menggebu-gebu ingin mengirim MK ke neraka.


Suasana kembali aneh, saat Yovan meminta bantuan Tzuyu untuk memapahnya keluar dari mobil.


Si pria pasang aja terjatuh dan otomatis menarik tubuh Tzuyu, si gadis kembali jatuh di atas dada bidang Yovan.


Wajah keduanya bersemu merah tetapi ada senyum mengembang di bibir masing-masing.


'Jika kau belum memiliki kekasih, apakah kau bisa mempertimbangkan ku? astaga! apa yang aku katakan ini, dia sudah memiliki kekasih. Aku tidak boleh memiliki perasaan apapun dengannya. Pada intinya adalah hubungan kami simbiosis mutualisme, tidak akan mengecewakan nya karena MK memang pantas untuk tewas.'


Batin Yovan bergejolak, dia merasa tidak pantas mengharapkan cinta dari gadis kecil bernama Tyuzu itu.


"Maaf!"


Si gadis langsung menyingkir dari tubuh Yovan. Dia menghela nafas sejenak, kemudian menghembuskannya secara perlahan.


Kini, dia sudah siap memapah Yovan kembali.

__ADS_1


....


__ADS_2