
Yovan menyeret 2 tubuh yang sudah lemas itu dan menyembunyikannya dibalik tumpukan ban bekas.
Setelahnya, sang mafia dan Yovan berjalan layaknya anak buah Dama.
Mereka berdua yang mengenakan penutup kepala tidak akan mudah dikenali.
Langkah keduanya sangat yakin untuk membasmi semua hal yang berhubungan dengan Dama dan anak buahnya. Alex sudah muak dengan apapun yang akan direncanakan oleh pria busuk itu.
Dia sudah berani mau mengobrak-abrik kehidupan rumah tangganya, dia bahkan ingin membuat sang istri tercinta malu putarkan video seorang wanita yang mirip dengannya sedang melakukan hubungan badan dengan pria lain.
Ini suatu hal yang membuatnya harus bertindak, menghukum Dama tanpa ampun.
Raf sudah tewas di tangannya, Dio sudah berada di markas utama, kini giliran sang ayah brengsek yang akan mendapatkan giliran selanjutnya untuk penyiksaan yang lebih mengerikan.
Tap ... tap ... tap ...
Terdengar langkah seorang pria yang termasuk anggota Dama bertanya kepada Alex.
"Reno, kau dari mana saja? aku sudah memberikan mandat kepada mu untuk segera menyusul Tuan Dio, sudah melaksanakannya?" tanya si anak buah Dama.
Alex mengangguk dan dan berjalan seperti layaknya orang-orang di sekitar rumah tua itu.
Tetapi, langkahnya terhenti saat anak buah tersebut menanyakan keberadaan Dio.
"Tapi dimana dia?" tanya si anak buah kembali.
Dengan membuang topinya, dan Alex langsung membuka jati dirinya.
"Jika kalian bertanya kepada kami tentang Dio, alangkah baiknya untuk memikirkan nasib kalian terlebih dahulu, dia berada di markas ku dan akan mendapatkan hukuman yang berat!" ancam Alex, dia sangat berhati-hati dalam melakukan aksi ini.
"Alex, kau?" ucap si anak buah merasa terkejut dengan apa yang ia lihat di depannya.
Suara sang anak buah yang menyebut nama sang mafia, membuat orang-orang di sekitarnya menoleh dan langsung memberikan apa-apa untuk menyerang Alex Fernando.
Pertarungan tak terelakkan lagi, Alex dan Yovan melawan 20 orang anak buah dari Dama.
Sang mafia hampir terkena tusukan pisau, tapi berhasil dihalau dengan satu tangannya. Tangan itu berdarah. Yovan langsung mendorong sama via dan memberikan pelajaran kepada orang yang membuat bosnya terluka.
Bug!
Bug!
Bug!
Terdengar sangat jelas suara orang baku hantam di depan rumah tua itu, membuat Zicko dan Willy langsung membuka jati dirinya.
Dia memukul semua anggota Dama yang terlena, tetapi ada salah satu mafia yang cukup tangguh berhasil memukul kaki Zicko.
Di dalam maupun di luar rumah itu terjadi pertarungan yang sangat sengit dan menegangkan.
....
Sebelum Dama mafia hebatnya kabur dari rumah tersebut, Alex sudah sikap mencegah kepergian mereka.
"Mau kemana pria pengecut?" tanya Alex.
"Haha, Alex Fernando! kita berjumpa lagi, tahu bahwa tubuh istrimu itu sudah berada di siaran televisi nasional? Haha, " ucap Dama bahwa misi sang putra telah gagal.
"Cih, kau bodoh! apakah kau tahu anakmu sekarang berada di markas utamaku?" Alex mulai menebar terornya, dia akan membuat Dama bertekuk lutut padanya hanya untuk meminta pembebasan sang putra.
"Ha? apa? pantas saja, tidak dapat dihubungi! sialan kau Lex!"
DOR!
Dama langsung mengeluarkan timah panas ke arah kepala sang mafia, teks mampu menghindar dan merebut pistol tersebut, Dama masih dalam keadaan kesal jadi dia tidak fokus.
Dua mafia yang terlihat hebat itu juga menyerang Alex dengan pukulan yang bertubi-tubi, tapi sayang, pukulan itu berhasil di ditangkis kemudian mereka berdua mendapatkan timah panas tangan dan kaki mereka.
"Aku kira kau hebat! ternyata hanya satu pukulan saja 2 mafia berhasil aku taklukan," ucap sang mafia dengan sombongnya sembari menodongkan pistol ke arah 3 orang tersebut.
"Haha, bunuh saja kami jika kau berani!" Si pria busuk menantang Alex untuk menghabisi mereka bertiga tetapi tidak semudah itu, mereka akan mendapatkan balasannya saat berada di ruang peradilan.
"Ada 4 orang yang akan ku bakar hidup-hidup hari ini, apa ada yang lain ingin mendaftar?" imbuh Alex.
__ADS_1
Ada drama yang yang menyerang sang mafia dan mencoba menyelamatkan bos mereka, tetapi tiba-tiba datang bala bantuan dari Death Angel.
Mereka ada lima puluh orang, sebanyak itu berusaha mengepung rumah tua yang dijadikan tempat transaksi heroin bernilai milyaran.
Kedua geng bertarung dengan sekuat tenaga, baku hantam sampai paku tembak pun mereka jalani untuk mendapatkan kemenangan di satu sisi.
DOR!
DOR!
Suara tembakan itu terdengar nyaring seperti suara Dama saat akan mendapatkan kematiannya!
....
Pertarungan kedua kubu masih saja berlanjut, keduanya memiliki kekuatan yang seimbang sehingga tidak ada yang kalah ataupun menang, hanya saja ada beberapa mayat yang bergelimpangan akibat baku tembak maupun baku hantam yang kedua geng itu lakukan.
Jalan xxx, menjadi saksi bisu pertumpahan darah yang cukup mengerikan karena ini adalah kali pertama Death Angel memburu 1 pria yang sering membual dan membuat ulah terhadap bosnya.
"Kau mau kemana Dama brengsek!" pekik sang mafia Dama berlari dari arah pintu belakang untuk kabur.
DOR!
DOR!
Dama dengan sekuat tenaga berlari untuk menghindari amukan dewa kematian.
Padahal, Alex hanya akan membuatnya tersiksa tanpa perlu membunuhnya di tempat.
Pria brengsek menemukan jalan buntu saat ia berlari, Alex mendekat kearah pria tersebut dengan langkah yang lambat sembari menodongkan pistol.
"Kau mau lari kemana bajingan!" ucap Alex masih menodongkan pistolnya untuk membuat Dama merasa terpojok dan tidak dapat melawan.
"Bunuh saja aku Lex!" jawab Dama dengan nada suara yang bergetar. Dia memburu uang miliaran serta 1 koper heroin yang bernilai sama dengan uang tersebut.
Dama si pria tidak memiliki rasa takut kini sudah terpojok dan tidak dapat melarikan diri lagi.
Langkah sang mafia, sudah dekat dengan Dama.
Dia berjongkok dan menatap wajah pucat sang musuh.
"Haha, aku masih sombong dan kau adalah pria yang akan ku habisi setelah!" Pria itu tidak tahu diri, membuat sang mafia g dan memukul kepala dengan ujung pistolnya.
"Akhirnya dia diam juga. Aku akan mengantarmu kepada putra kesayanganmu, kalian berdua akan merindukanku saat berada di neraka kelak," tukas Alex, dia menyeret tubuh pria yang pisan itu menuju mobilnya yang berada di depan gang sempit jalan xxx.
Orang-orang yang sedang bertarung tidak memperdulikan sang mafia yang menjadikan raga Dama seperti mainan yang diseret oleh seorang anak kecil.
Yovan yang mengetahui bahwa Alex sudah mendapatkan kemenangan, segera memerintahkan Angel untuk meringkus semua anak buah Dama dan membawanya menuju markas utama untuk diadili.
Alex puas, akhirnya dia bisa mengalahkan Dama serta para mafia yang bekerja sama dengannya, kecuali MK dan para dedengkot yang berhasil kabur tetap mereka lebih profesional.
Tetapi itu tidak mengurungkan niatnya untuk berbuat baik kepada maksiat lain yang masih berada di pihak Dama saat ini.
Pertarungan usai, kemenangan berada di pihak Death Angel.
Sang mafia berhasil membuat gengnya memenangkan pertarungan meskipun tubuhnya terluka parah.
Kini perjuangannya tidak sia-sia karena dampak berhasil takhluk dalam genggaman.
.....
Alex memasukkan raga Dama ke dalam mobilnya bersama Yovan.
Dia membiarkan Dama berada di jok belakang dan mengikatnya menggunakan tali serta menutup mulutnya dengan lakban.
Sang mafia sangat puas pencapaiannya hari ini, dia tidak lagi merasa sakit hati karena video itu tetap menjadi rahasia bagi dirinya. Dia akan segera membakar video tersebut.
"Lex, biarkan aku saja yang menyetir kau duduk manis di sisiku saja!" ujar Yovan sok romantis.
"Haha, apakah kau buta? kau lihat? tubuhku penuh luka dan kau masih mengatakan sesuatu yang romantis kepadaku? ini menjijikkan Yov! kau sudah mengetahui sebelum mendapatkan jawaban dariku!" jawab sang mafia sembari mengobati luka di lengannya serta pelipisnya yang terkena pukulan saat ku hantam dengan anak buah Dama.
"Kau sensitif sekali Lex! aku kan hanya bercanda mengapa kau menganggapnya serius? mampus besar itu harus ekstra sabar dan selalu memahami keinginannya," sindir Yovan sembari tancap gas menuju markas utama.
"Aku juga hanya bercanda, kau tahu kan tubuhku terasa pegal karena pukulan pria kurang ajar itu, bisa-bisanya dia memukul! dia memang tidak takut mati," jawab sang mafia beberapa bagian tubuhnya yang terluka.
__ADS_1
"Kau tidak ingin memberitahu istrimu? dia pasti mengkhawatirkan keadaanmu?" Yovan memperlambat laju mobilnya karena dia ingin menghibur sang mafia, dia mengerti perasaan Alex saat ini.
"Tidak perlu, New York akan banjir karena air matanya. Kau tahu kan? istriku itu sangat anti melihatku terluka, apalagi luka sebanyak ini, akan menangis dan mengomel padaku, biarkan saja dia tidak tahu!" Alex sudah memahami sang istri yang memang sangat peka jika dia terluka, tapi dia sangat senang, perhatian yang begitu besar dari Laras adalah kekuatan yang akan membawanya menuju kejayaan bersama gengnya.
"Apakah dia sehingga New York harus menjadi korban dari rasa cintanya terhadapmu?" Yovan mengajukan pertanyaan yang sangat lucu membuat sang mafia tertawa.
"Hahaha ... jika kau bertanya tentang hal itu akan menjawabnya. Dia wanita yang mampu menerima aku apa adanya, menerima masa laluku yang, menerima perlakuan kakakku yang kejam terhadapnya, harus memiliki trauma yang mendalam karena tingkahku dan kakak yang melecehkannya di masa lalu. Dia wanita kuat, dia mampu melahirkan 5 bayi sekaligus, lima bayi yang akan menjadi penerus ku kelak!" Alex sangat menggebu-gebu dalam membahas sang istri, dia begitu bangga memiliki Laras yang super woman.
Laras menjadi atasannya untuk menang di setiap pertarungan, tapi saat mengingat trauma yang wanita itu dialami, membuatnya kembali masuk ke dalam rasa bersalah yang teramat.
Dia bisa membuat sang istri bahagia tetapi tidak bisa menghapus luka di masa lalu.
Meskipun sang istri sudah memaafkannya, bukan berarti dia akan tenang.
"Oh, peristiwa saat kau bertemu dengan istrimu dulu?" Yovan mencoba mengingat peristiwa saat pertama kali Alex bertemu Laras.
"Iya, waktu itu aku hanya curhat dengan Richi, sampai semua anak buah kau dan aku merasa malu!" Alex adalah bos mafia dengan gelar dewa kematian tetapi masih memiliki rasa malu saat rasa cintanya diketahui oleh banyak pihak.
"Haha, kau itu masih memiliki rasa malu?" celetuk Yovan, membuatnya harus kena pukul sang mafia.
"Aduh Lex! mengapa kau memukul kepalaku? rasanya sakit sekali! sialan kau Lex!" ucap Yovan masih tengah fokus menyetir tetapi tangan kirinya mengusap kepala yang mendapatkan pukulan keras dari bos yang ada di sampingnya.
"Itu hukuman untukmu yang sudah mengatakan hal yang tidak ingin aku dengar!" jawab Alex dengan menahan tawanya.
Setengah jam berlalu ....
Mobilnya parkir sempurna di depan markas utama
Beserta 3 mobil lain yang mengangkut para anggota Dama.
Alex segera memerintahkan anggotanya untuk mengumpulkan semua anggota Dama di lapangan terbuka, dia akan mengulik informasi penting tentang Dama.
Jika tidak ada yang mau mengatakan apapun, satu timah panas akan bersarang di kepala masing-masing.
Hari ini adalah hari pembantaian bagi musuh sang mafia yang sombong dan tidak tahu diri.
Jika Dama tidak menyinggung sang istri dan anaknya, mungkin hukumannya tidak seberat ini.
Alex dan Yovan keluar dari mobil mewahnya, kemudian membuka jok belakang, dia menyeret tubuh Dama sampai di ruang peradilan.
Yovan senantiasa berada di Alex, dia mengawal sang mafia dalam menjagal pria brengsek yang sudah lemah itu.
KLEK!
Yovan membuka pintu ruang, ngomong dan Alex melempar tubuh Dama di lantai ruang peradilan.
Di dalam ruang peradilan sudah ada Dio, dia duduk di atas kursi dengan kaki dan tangan yang terikat.
"Ayah!" pekik Dio.
Mata pria itu memerah, terlihat sangat menyedihkan saat terkena sorot temaram lampu ruang peradilan.
"Apa yang lakukan terhadap ayahku?" imbuh Dio, dia merasa marah karena ayah tercintanya mendapatkan perlakuan yang buruk.
"Aku hanya sekedar memberinya pelajaran karena kesombongannya melebihi diriku! aku tidak suka orang lain lebih sombong, itu saja." Alex benar-benar membuat Dio geram, berulang kali kursi yang ia duduki menghentak ke lantai, dia berusaha untuk menjangkau Alex dan sang ayah yang berada di bawah kaki sang mafia.
Tetapi semua usaha yang ia lakukan tidak ada gunanya, dia tidak dapat menyelamatkan sang ayah dari kebengisan Alex.
"Awas kau Lex! sampai kau membuat ayahku tewas, aku akan membuat mu dan keluargamu menyesal seumur hidup!" ancam Dio, pria yang sudah tidak berdaya itu itu cukup percaya diri untuk membuat sang mafia lengah.
"Haha, kau selalu seperti itu! sangat percaya diri tetapi tidak melihat kemampuan diri, kau harus bersyukur karena aku membiarkanmu hidup lebih lama dari yang aku inginkan! jika aku ingin kau mati detik ini, pasti timah panas yang ada di pistolku langsung menembus isi otakmu!" Alex tidak main-main dengan ucapannya karena dia selalu mengabulkan apapun yang diucapkan oleh para tawanannya.
Tetapi membunuh Dio dengan cara menembak bukanlah ide yang bagus karena aka memudahkannya untuk cepat bertemu kakaknya di neraka.
Dia ingin menyiksa mereka sampai benar-benar bertekuk lutut terhadapnya kemudian meminta pengampunan darinya.
Alex membiarkan Dio terus mengumpat, dia lelah mendengarkan curahan hati sang musuh yang tidak ada gunanya.
Sang mafia meninggalkan Dio bersama sang ayah yang telah pingsan di dalam ruang peradilan sembari menunggu hari kematian tiba.
"Yov! Kau jaga mereka, aku rindu dengan anak-anakku, aku akan melakukan panggilan telepon sebentar dengan mereka," jelas sang mafia yang terlihat lelah.
"Siap Lex! aku akan melaksanakan semua perintah yang keluar dari mulut!"
__ADS_1
....