Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Tipu-tipu ala Dimitri


__ADS_3

"Iya, aku akan segera mengantarmu menemuinya." Sang sopir kemudian langsung tancap gas sembari menelpon seseorang.


"Bos, aman?" tanya Dimitri.


"Aman, D. Kau kemarilah! kami ada di tempat persembunyian yang biasanya, di jalan xxx," pinta anak buah sang mafia.


"Oke, aku akan datang ke sana bersama Jo."


"Oke, hati-hati, sepanjang perjalanan menuju tempat persembunyian banyak sekali anggota kepolisian yang berjaga-jaga, jangan sampai kalian tertangkap oleh mereka." Sang anak buah memberikan peringatan agar D dan Jo berhati-hati dalam berkendara saat menuju tempat persembunyian, bisa jadi para anggota kepolisian akan menjadikan keduanya tawanan jika mengetahui mereka ada hubungan berhubungan dengan Alex.


"Siap!"


Panggilan telepon itu kemudian berakhir. Dimitri kembali melajukan kendaraannya lebih cepat dari sebelumnya karena dia ingin segera bertemu dengan Alex.


....


Saat mobil D berada disebuah jalan raya, tiba-tiba mobilnya dicegat oleh seorang anggota kepolisian.

__ADS_1


"Stop! kami harus mengecek Anda berdua," pinta sang anggota kepolisian.


Jo dan Dimitri tidak ingin ambil pusing, mereka berdua langsung turun dari mobil.


Dimitri tidak mengira jika baru setengah jalan sudah ada petugas kepolisian yang berjaga-jaga dan ingin meringkus siapapun anggota sang mafia masih berkeliaran di sekitar kota Macau.


"Kalian dari mana? sepertinya bukan orang sini!" ucap pak polisi yang sedang mengecek identitas diri kedua orang itu.


"Aku asli Macau dan temanku orang NY, kami bertemu setelah sekian tahun, kami akan menemui seorang nenek yang akan meninggal dunia! dia adalah nenek Kami ada di rumah sakit, jika tidak segera datang ke sana, kami takut tidak akan bisa bicara dengannya lagi!" Trik D yang coba ya mainkan, awalnya pak polisi mencurigai keduanya adalah anggota geng buronan yang dimaksud, tetapi setelah mendapati keduanya tidak memiliki hal yang mencurigakan, pak polisi melepaskan keduanya.


"Alasan yang menarik, jika kalian memiliki satu saja senjata tajam, pasti sudah aku tangkap! pergilah temui nenekmu sekarang juga," pinta pak polisi.


"Baik pak."


"Terimakasih atas kerjasamanya."


Kedua orang itu cepat-cepat pergi dari tempat itu agar segera sampai di tempat persembunyian sang mafia.

__ADS_1


"Kwkwk ... nenekmu bangkit dari kubur?" tanya Jo merasa geli alasan yang dilontarkan oleh D.


"Di dalam otakku hanya ada hal itu, padahal nenekku sudah tiada sejak 25 tahun yang lalu," jawab D menahan tawanya.


Akan tetapi berbeda dengan D, si Joan suster tertawa terbahak-bahak karena cerita yang mengada-ada dari Dimitri.


Joan tidak menyangka si sopir akan membawa sang nenek menjadi alasan jitu kabur dari pak polisi yang mencurigai keduanya.


"Intinya, kita bisa keluar dari masalah yang membelit! pak polisi sudah terlalu lelah mengecek satu persatu orang yang datang, sehingga tidak memahami mana yang bohong dan yang sebenarnya. Padahal, ada pisau lipat di saku celana, mengapa polisi itu tidak tahu ya?" ujar Dimitri yang merasa heran.


"Haha, aku kira mereka lelah, butuh piknik kali ya?" Sedari tadi, Joan hanya tertawa saja, dia merasa bahagia karena tingkah kocak polisi dan Dimitri.


"Diamlah Jo, ingatlah Alex sedang dalam bahaya! harus segera menolongnya, kasihan istri dan anaknya, Alex difitnah oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan kini sang mafia pun menjadi buronan."


"Iya, makanya kau berkendara lebih cepat lagi agar sampai di tempat persembunyian itu!"


"Siap!"

__ADS_1


Dimitri menambah kecepatan mobilnya.


...


__ADS_2