
Dia segera menuju bar Tuan Zash, tempatnya berkeluh kesah. Dia sudah mengenal Tuan Zash sejak lama, dia juga menceritakan tentang masa lalunya yang kelam itu, tetapi dia tidak menyebutkan bahwa dirinya seorang mafia.
Tuan Zash mengenalnya dengan nama bocah gila, karena saat pertama kali bertemu, keduanya terlibat baku hantam akibat Aldren yang merusak sarana dan prasarana bar miliknya.
Alhasil, sebagai pemilik bar, dia membuat pelajaran kepada Aldren yang waktu itu masih sangat muda.
"Hanya Tuan Zash yang bisa memberikan solusi atas masalah ini," ucap Aldren sembari memijat keningnya karena kepalanya terasa pening.
Beberapa menit kemudian mobilnya telah terparkir di depan bar milik Tuan Zash, dia segera keluar dari mobilnya dan berjalan perlahan menuju pintu utama bahan tersebut.
Saat dia berada di area bar, tidak sengaja ia menyenggol seorang pria yang sedang mabuk. Pria itu tidak terima dan langsung memukul wajah Aldren, padahal sebelumnya Al telah meminta maaf pada pria tersebut karena dia yang salah.
Pria tersebut tidak terima dan menantang untuk berkelahi, awalnya Al tidak mau, tetapi pukulan yang telah mendarat di wajahnya itu terasa sangat sakit dan membuatnya kesal.
Dalam keadaan seperti ini, emosinya langsung terpancing.
Dia segera memukul balik pria pemabuk itu, jadilah baku hantam di antara keduanya, gerakan kaki dan tangan serta pukulan bertubi-tubi berhasil keduanya layangkan di tubuh masing-masing.
Saat perkelahian semakin menegangkan, dengan sang pria yang mengeluarkan pistol dari saku celananya, tiba-tiba datang Tuan Zash, dia menghentikan perkelahian yang tidak berguna itu.
Dia mengambil alih pukulan terhadap sang pria yang telah membuat onar, dia juga membuang pistol yang ada di tangan kanan pembuat onar tersebut.
Tuan Zash meminta anak buahnya untuk segera membereskan pria yang tidak tahu diri itu, kini pandangannya tertuju kepada Aldren yang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
"Kau lagi, mengapa saat ada kau semuanya menjadi kacau? kau ini memang bocah gila!" ucap Tuan Zash sembari memukul kepala Al.
"Aw! sakit Tuan, ia aku kemarin karena ada kepentingan. Aku minta waktumu sebentar karena ada hal yang ingin aku sampaikan kepadamu," jawab Al.
"Oke, mari kita duduk dulu sambil minum, Sudah lama kita tidak berbincang."
Tuan Zash mempersilahkan bocah kira itu untuk duduk di bangku pengunjung, di atas meja juga sudah tersedia minuman yang biasa Al minum.
"Katakan kepadaku, ada apa sebenarnya?" tanya Tuan Zash penasaran. Tidak biasanya bocah gila itu menemui dirinya secara tiba-tiba.
"Tentang ayah kandungku Tuan, ternyata aku bukan anak Tuan Fernando." Ungkapan hati yang paling dalam dari Al, dia sangat sedih, raut wajahnya terlihat kusam dan kalut.
"Tidak perlu bersedih, jika kau bukan anak kandung Tuan Fernando, kan bagus, kok bisa bertemu dengan ayah kandungmu yang sebenarnya," ucap Tuan Zash, dia memang dewasa dan penuh perhatian.
"Kau tidak perlu memikirkan hal tersebut, semua itu juga sudah berlalu, kau harus bertemu dengan ayahmu itu," jelas Tuan Zash.
"Aku sudah bertemu dengannya, dia adalah seorang pebisnis yang hebat dan kelihatannya orang tua yang kaya raya." Aldren menghabiskan segelas wine itu dengan cepat.
Dia membanting gelas itu di lantai sehingga membuat suasana sedikit menegang, Tuan Zash segera menenangkan Aldren.
"Ada aku di sini, anggap aja aku kakakmu, mengapa kau seperti orang stress saja! aku akan membantumu! tenanglah!" Pria itu memeluk tubuh Aldren, seketika itu juga pria sombong menangis dengan hebatnya.
"Aku anak haram!"
__ADS_1
"Aku tidak pantas hidup!"
Al terlihat sangat rapuh, dia tidak terlihat songong dan sok berkuasa, dia ibarat seperti bayi yang baru lahir, menangis sekeras-kerasnya nggak membuat suasana bar menjadi aneh.
"Hey! kau diam lah, banyak orang yang memandang kita! apa kau ingin, mereka menganggap kita pria tidak normal?"
Al melepaskan pelukan Tuan Zash kan kembali meraih gelas yang berisi wine, dia minum 10 gelas Wine dan rasanya pening sekali kepalanya.
"Akan lebih baik jika aku tiada, mengapa Tuhan terlalu baik kepadaku! harusnya aku tewas saja bersama ibuku! untuk apa aku hidup jika harus menerima kenyataan pahit bahwa diriku anak haram! aku tidak mau hidup seperti ini, hidup dalam bayang-bayang kegelapan! aku ingin tiada saja"
Rasa kesal di dalam dadanya membuat Al benar-benar melupakan masalahnya bersama Alex, sekali lagi dia hanya memberikan statusnya yang anak haram tersebut.
Tuan Zash saya kasihan melihat bocah gila menangis seperti kesakitan.
"Kau ikut aku, nanti aku kenalkan dengan seorang yang bisa membantumu!"
"Siapa?"
"Nantilah! aku akan membicarakan dengan saudara aku dulu, ini terlalu mendadak, sebelumnya aku tidak pernah bertemu dengannya karena suatu hal."
"Tidak perlu Tuan, aku bisa melakukannya sendiri!" Aldren bangkit dari tempat duduknya dan ingin segera pergi.
"Jika kau mampu melakukan segalanya sendiri mengapa menemuiku? kau sangat rapuh bodoh dan gila!"
__ADS_1
....