
Saat itu juga, Cleo menelepon anak buah Raf yang menjadi pimpinan mata-mata tentang keberadaan Alex. Dia mengirim pesan singkat kepada mata-mata tersebut tentang kabar gembira yang baru saja ia dapatkan.
"Mengapa mengirim pesan?" tanya pimpinan mata-mata melalui sambungan telepon.
"Aku malas berbicara denganmu, intinya adalah aku sudah menemukan rumah Alex Fernando!" jawab Cleo sembari menyeruput secangkir kopi.
"Haha, akhirnya kau mengetahui siapa orang yang sedang kami cari, apakah kau terkejut?" Pimpinan mata-mata menertawakan Cleo yang akan berhadapan dengan bosnya sendiri.
"Cih! dia itu adalah orang asing bagiku, status Bos itu di masa lalu, sekarang kami adalah musuh bebuyutan! aku sudah bekerja sama dengan Tuan Raf lebih dari 2 tahun lamanya, aku sudah mengerti maksud dan tujuan mencari tahu segala hal tentang bos mafia itu, jika bukan urusan wanita apalagi?" Cleo sudah bisa menebak inti dari permasalahan yang sedang ia hadapi.
"Kau cukup jeli untuk mengetahui segala hal yang ada di sekitarmu, good job, lakukan yang terbaik! jika kau ingin, mari bersama kita hancurkan Alex Fernando!" Pimpinan mata-mata tidak tanggung-tanggung, dia memang selalu mengajak Cleo membasmi para musuh. Tetapi sudah 5 bulan ini mereka jarang berkomunikasi, alhasil percakapan mereka menjadi sedikit canggung.
"Ini adalah tugasku, setelah 5 bulan lamanya aku harus vakum oleh sebab kakiku yang terkilir karena ulahmu! aku tidak bisa berpikir jika anggota tubuh ku terluka," ucap Cleo mengingat kejadian saat dirinya terjatuh dari tangga karena pimpinan mata-mata mendorongnya. Waktu itu mereka berdua terlibat perdebatan yang sengit, hingga keduanya saling baku hantam. Cleo oleng, tubuhnya jatuh bergulung-gulung dari tangga yang cukup tinggi, harusnya dia patah tulang tetapi nasib baik masih menyertainya
"Haha, oh iya, aku hampir melupakan peristiwa itu! apa kau baik-baik saja?" Pimpinan mata-mata tidak menanggapi hal serius ucapan Cleo, karena waktu itu Cleo memancing dirinya untuk melakukan hal yang lebih buruk lagi. Harusnya, yang terjatuh adalah pimpinan mata-mata bukan dirinya.
"Tidak, aku harus mengalami banyak terapi, kau harus membayarnya!" jawab Cleo kakinya yang masih terasa sakit.
"Ya besok kita ke rumah bos mafia, kita mengendap-endap dan menelisik apa yang ada di rumah tersebut," jelas pimpinan mata-mata.
__ADS_1
"Oke."
Tutt...Tut...t..
"Sial dia memiliki kebiasaan mematikan ponsel sebelum aku mengucapkan salam perpisahan, dasar orang itu! selalu saja membuatku kesal dan marah!" Cleo segera duduk di tempatnya kembali, sembari meletakkan secangkir kopi yang hanya tersisa ampasnya di atas meja.
Dia kembali membuka miliknya, wallpaper layar laptop terlihat ada sekitar 50 anggota Death Angel yang sedang berfoto bersama. Dia tersenyum saat melihat kawan-kawannya bahagia, karena bisa sejenak melupakan rutinitas yang membosankan, apalagi harus standby untuk berperang karena memang tugas mereka seperti itu.
"Bos mafia hanya orang asing bagiku, jika dia masih mengenalku tidak masalah! yang terpenting adalah kehancurannya!" ucap Cleo percaya diri bisa mengalahkan sang mafia.
Malam ini, ia sedang full musik di dalam kamarnya. So pasti musik jazz yang sangat ia sukai bersama kekasihnya.
Dia teringat akan masa lalunya bersama dengan seorang gadis bernama Jihan.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
.
.
.
Sambil menunggu update bang Alex, tidak ada salahnya untuk baca karya keren dari temanku ini,
Yuk cuz!
Jangan lupa like, komen fav!
Happy reading!
Love you All!
__ADS_1
❤️❤️❤️