Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 151


__ADS_3

Malam hari telah tiba, sang ibu dan teman dokternya juga sudah sampai di Paradise Land. Alex menjamu para tamu dengan memasak banyak hidangan. Saat makan malam tiba, semua orang telah berkumpul di meja makan kecuali sang mafia yang masih sibuk di dapur.


"Wah menantumu pandai memasak Fir," puji sang dokter.


"Tentu saja, coba kau cicipi masakannya, di jamin kau akan menjadi awet muda karena merasa bahagia," Nyonya Fira memuji setinggi langit hasil masakan Alex yang tiada duanya.


Alex masih sibuk menyiapkan hidangan yang ia buat, setelah selesai, kemudian dia ikut bergabung.


Sang mafia duduk di sebelah sang isteri, dia mengambilkan piring kemudian mengisinya dengan nasi dan lauk. Alex mulai menyuapi sang isteri menggunakan tangannya.


Semua mata tertuju kepada dua insan yang saling mencintai itu. Laras menyadari jika aksi Alex mengundang perhatian semua orang yang ada di meja makan itu.


"Sayang, hentikan, mereka semua melihat kita," bisik Laras, dia merasa canggung.


"Biarkan saja, mereka punya mata," jawab Alex santai.


"Fir, selain tampan, menantumu juga sangat perhatian," bisik sang dokter.


"Ayo cepat kita makan, jangan hanya fokus kepada pasangan romantis di depan kita, aku sangat lapar! menantuku memang hebat! dia mafia yang pandai memaksa, haha...aku kalah dengannya," Seperti ingin menyudahi rasa iri semua orang saat melihat keromantisan Alex dan Laras, nyonya Fira mengalihkan perhatian sang dokter, Richi dan Angela.


"Ibu mertua memang yang terbaik," ucap Alex yang masih fokus menyuapi sang isteri.


Setelah acara makan malam selesai, semua orang berkumpul di ruang tamu. Mereka mengobrol banyak hal, namun ada yang beda dengan Richi dan Angela, mereka terlihat tidak betah duduk berlama-lama, Alex langsung mencegat langkah pengantin baru itu.


"Mau kemana kalian?" tanya Alex curiga dengan kepergian kedua adiknya.


"Biarkan saja Lex, mereka masih pengantin baru, maklumlah, seperti kau belum pernah menikah saja," ledek sang ibu mertua.


"Hm, kau sekarang membela mereka? baiklah kita bukan tim lagi ibu," ucap Alex membuat semua orang tertawa.


"Kita tim saat Laras belum hamil, setelah hamil, aku akan bergabung dengan Richi dan Angela," Nyonya Fira melakukan tos persahabatan dengan pasangan pengantin baru itu.


Setelah perdebatan selesai, Angela dan Richi memilih untuk segera masuk ke dalam kamar tamu. Alex merasa sendirian, ada tiga wanita di depannya, firasatnya sangat buruk karena merasa akan mendapatkan ejekan dari para ibu di depannya.

__ADS_1


"Lex, bagaimana? kau sudah menengok babymu?" tanya sang dokter.


Firasat buruknya menjadi kenyataan, dia hanya bisa pasrah saat sang ibu secara eksklusif mewawancarainya.


"Hm, kau ternyata menanyakan hal itu juga? mengapa tidak bertanya padaku? mengapa harus bertanya kepada temanku? kau tidak menganggap ibu mertuamu lagi?" Nyonya Fira menjadi wanita banyak bicara, namun Alex menanggapinya dengan santai.


"Tenanglah ibu mertua, kini kau telah bergabung dengan tim Richi dan Angela, jadi aku bertanya kepada dokter saja," ledek sang mafia. Dia sangat senang menggoda ibunya.


"Oh baiklah, kau masuk saja ke kamar, ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan temanku, kau rajin-rajinlah menengok babymu, itu baik untuk memperlancar persalinan," jawab nyonya Fira.


"Ayah mertua juga melakukannya?" tanya Alex penasaran.


"Dia lebih rajin darimu, hahaha... sudahlah! jangan bahas dia, nanti aku rindu. Dia sedang sibuk," jawab nyonya Fira.


"Sesuai saranmu, aku akan menjadi rajin," ucap sang mafia, dia meminta Laras menggenggam tangannya dan berjalan bersama menuju kamar. Laras menuruti perintah suaminya, mereka berdua akhirnya hilang di balik pintu kamar utama.


"Semua anak sudah masuk kamar, apa yang ingin kau bicarakan?" tanya sang dokter penasaran.


"Iya, aku tahu, besok pagi semua peralatan sampai, Alex telah menyiapkan segalanya karena sebentar lagi Laras akan melahirkan. Menantumu akan memindahkan ruang persalinan ke pulau ini," jelas sang dokter membuat nyonya Fira tercengang.


"Menantuku satu-satunya, sangat luar biasa dan idaman, ah tidak salah memang Laras memilihnya menjadi suaminya," Nyonya Fira tersenyum bahagia karena Laras akhirnya mendapatkan kebahagiaan setelah sekian lama.


"Fir, menantumu itu mafia, suamimu kepala polisi, mana bisa seperti ini?" Sang dokter bingung menghadapi hal yang aneh tapi nyata.


"Ya bisa jika sudah jodoh, jangan kau memikirkan hal itu, bisa rontok nanti rambutmu," pinta nyonya Fira.


"Haha, dari masa kuliah hingga menjadi orang tua, kau masih saja suka bercanda," ucap sang dokter yang merasa jika sahabatnya itu tak banyak berubah.


Kedua sahabat yang satu kota namun jarang bertemu karena kesibukan masing-masing, memanfaatkan momen ini dengan berbincang bersama, melepas kerinduan.


Sedangkan di kamar utama, kedua insan yang saling mencintai itu sedang saling pandang. Posisi mereka yang berada sangat dekat membuat keduanya terlihat romantis.


"Tidur seperti ini sangat nyaman, aku bisa memandangmu sepuas yang ku mau," ucap sang mafia, posisi tidur mereka saling berhadapan, kedua tangan mereka membelai wajah masing-masing.

__ADS_1


"Sayang, perjamuan makan macam apa yang akan kau hadiri besok?" tanya Laras penasaran.


"Hanya mewakili tuan Fudo, mereka tetua geng yang bersahabat dengannya," jawab Alex sembari menyibakkan rambut sang isteri yang menghalangi pandangan matanya untuk menatap wajah cantik Laras.


"Kau berhati-hatilah, anak kita akan segera lahir, jangan berbuat sesuatu yang merugikanmu, kau ingat itu sayang," ucap Laras yang begitu mencemaskan mafia kesayangannya itu.


"Aku bisa menjaga diriku sendiri, kau tenanglah," jawab sang mafia, dia memeluk tubuh Laras erat, dia juga mengecup kening Laras.


"Peluk aku sampai pagi sayang, dan nyanyikan sebuah lagu," pinta sang isteri.


"Kalau memeluk mungkin aku bisa, tapi kalau menyanyi, aku tidak bisa," jawab sang mafia ragu.


"Haha, karanglah sebuah lagu berbahasa inggris, aku ingin mendengarkan suaramu," pinta Laras, kali ini Laras sungguh ingin mendengarkan suara Alex.


"Huft! baiklah," Alex menghela nafas panjang.


"I only love you, forever only you. I can't live without you, stay by my side forever," Nada suara Alex terlalu rendah, sang isteri menahan tawanya.


"Apa suara sejelek itu?" Alex menjadi tidak percaya diri.


"Tidak, suaramu bagus, hm... lanjutkan lagi," pinta sang isteri.


"Becoming yours is my biggest dream, be the only woman in my life. Laras, I love you more than anything. Look at me and understand my heart that only wants you, only you," Alex begitu menghayati lagu ciptaannya, sampai Laras tertidur di dalam dekapannya.


"Entah suaraku jelek atau kau memang sangat mengantuk, setidaknya aku bisa menjadi penyanyi dadakan untuk memenuhi keinginan isteriku," ucap sang mafia yang juga ikut menjemput mimpi menyusul sang isteri.


NB : Dapat salam dari bang Alex, semoga para reader semangat dalam menjalani hari, sukses dan sehat selalu!!! 😘😘♥️


Love u All...


#Babangtampan_AlexFernando


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2