Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 126


__ADS_3

Di perbatasan kota utara...


Richi sedang mendapatkan masalah, Angela marah padanya karena laporan dari Willy tentang ponsel yang di gunakan Richi untuk menelpon Willy dan ponsel miliknya yang berada di kantor polisi.


Cerita berawal di saat Angela mengirim pesan singkat menanyakan keberadaan Richi kepada Willy, Willy yang tidak tahu apa-apa, langsung memberikan nomor ponsel Tomy kepada Angela. Terjadilah kesalahpahaman ini.


"Kakak kau sudah tidak ingin bersamaku bilang saja, aku bisa jika hanya menjadi partner kerjamu," Angela kesal dengan sikap Richi yang tidak memikirkan perasaannya.


"Maaf Angela, kak Richi sedang ada pertemuan dengan para anggota, ini aku, Tomy," Sang pemilik ponsel berbicara kepada Angela dengan berbisik karena Richi sedang membicarakan hal yang penting bersama anggota yang lain.


"Aku tidak perduli, jika dalam waktu sepuluh menit, dia tidak kunjung menghubungiku, katakan padanya kita bertarung saja!"


Tuttt...tttuut...utt...


Angela langsung memutuskan panggilan itu, Tomy menghitung waktu sampai sepuluh menit, jika Richi belum juga selesai, dia terpaksa mengatakannya kepada Richi tentang kemarahan Angela.


Enam menit berlalu,


"Akhirnya," Tomy merasa lega saat Richi berjalan ke arahnya.


"Ada apa?" tanya Richi heran.


"Angela marah padamu kak," jawab Tomy.


"Astaga! apa dia marah karena aku menelpon Willy?" tanya Richi khawatir.


"Iya, bawa ponselku dan segera selesaikan urusanmu dengannya," saran Tomy.


"Aku berutang budi padamu Tom, terima kasih," ucap Richi.

__ADS_1


"Selama masih bisa membantu, kau jangan sungkan kak, aku ke depan dulu, kau segera hubungi dia, Angela kalau marah seram, dia bisa membunuh orang," ledek Tomy sembari menyerahkan ponsel miliknya kepada Richi.


"Sial!" umpat Richi, pria itu langsung menghubungi sang kekasih.


"Angela, maafkan kak Richi, oke?" ucap Richi memelas.


"Apa maksud kak Richi lebih mementingkan Willy daripada aku? aku tidak masalah jika kau pergi jauh tanpa kabar demi menuntaskan misi dari bos Alex, tapi jika setelah lama tak bersua dan kau lebih mementingkan orang lain, aku tidak terima!" Suara Angela benar-bener terdengar sangat emosional.


"Sayang, kau tenang dulu, dengarkan aku. Aku menelpon Willy karena ada perlu, aku baru saja menemukan titik terang pelaku pembunuhan yang sering terjadi kota utara. Bos Shadow ada hubungannya dengan teror pembunuhan itu, si Helian itu adalah mantan kekasih dari Jeni, di markas utama aku menanyakan keadaan Willy, apakah dia kesulitan saat menjaga Jeni atau tidak, banyak hal yang harus aku tahu dari Helian, Jeni harus benar-benar bisa di kendalikan," jelas Richi.


"Jika kau berkata jujur, aku akan berhenti marah, karena tugas kita memang menghandle tugas bos Alex, baiklah aku memaafkanmu," Kemarahan Angela mulai mereda.


Richi merasa lega karena Angela tidak marah lagi padanya. Jika harus bertarung melawannya, dia juga tidak sanggup, meskipun dia lebih jago dari Angela, miris rasanya jika harus berkelahi dengan kekasihnya sendiri.


Angela adalah gadis yang kuat dan keras kepala, jika bukan Richi yang menjadi kekasihnya, belum tentu bisa mengendalikannya. Kesalahpahaman telah usai, mereka kembali akur.


Richi menutup panggilan telepon itu dan segera mengeksekusi rencananya.


"Mengerti!" jawab semua anggota Death Angel secara keseluruhan.


...* * *...


Sementara itu di markas Shadow...


Helian sedang menyusun rencana untuk tetap beraksi tanpa ketahuan oleh Death Angel. Bos Shadow itu akan mengadu domba dua geng yang sudah lama berseteru agar mereka bisa mengecoh aksinya. Dua geng yang sensasional itu adalah geng Black Rose dan The Lion.


Bos Shadow memerintahkan dua ninja terbaiknya untuk membunuh salah satu anggota Black Rose dan The Lion, setelah itu meninggalkan jejak di kedua kubu agar terjadi perselisihan. Sudah dapat dipastikan, bahwa akan terjadi pertarungan yang hebat di antara kedua kubu.


Hari sudah semakin gelap, para anggota geng Shadow mulai bersiap-siap untuk menjalankan misinya, dua ninja terbaik dari geng Shadow, mendapatkan perintah dari bosnya agar segera menuntaskan tugasnya masing-masing.

__ADS_1


Anggota lain berjaga-jaga di sekitar markas, karena Helian khawatir Richie akan berhasil menemukan dirinya. Apalagi jika bos Alex yang tiba-tiba datang kepadanya, hidup Helian bisa terancam. Dia masih bergantung kepada tetua untuk memperkuat gengnya. Dia harus lebih waspada karena tetua masih banyak urusan di luar negeri. Tetapi jika memang harus bertarung dengan Death Angel, Helian tidak mempermasalahkannya.


"Bos apa kita harus segera kabur dari kota ini?" tanya salah satu anggota Shadow.


"Jika memang kabur tidak menjadi solusi yang terbaik, tidak masalah untuk tetap bertahan dan menjadikan rencana adu domba ini sebagai dalih agar kita semakin leluasa menguasai kota utara," jelas Helian dengan senyum liciknya.


Kota utara semakin mencekam, seorang ninja terbaik geng Shadow telah meringsek masuk ke dalam markas Black Rose dan menghabisi anggota Black Rose di tempat itu juga. Sebelum pergi, ninja itu meninggalkan jejak berupa sebuah liontin milik kekasih bos Black Rose, sedangkan satu ninja yang lain telah menuntaskan tugasnya dengan baik di markas The Lion.


Ketua geng The Lion tidak sengaja menemukan salah satu anggotanya yang telah bersimbah darah di depan markas utama. Saat mendekati mayat sang anggota, bos The Lion mendapati jejak dari geng Black Rose.


Di tempat yang berbeda yaitu di markas besar Black Rose, mereka juga menemukan anggotanya telah terbujur kaku dengan luka tusukan di punggungnya. Bos Black Rose menemukan sebuah jejak yang ditinggalkan oleh The Lion.


Ketua masing-masing geng merasa harga dirinya diinjak-injak, sudah lama permusuhan ini terjadi tapi belum pernah ada korban jiwa. Kedua geng merencanakan aksi pembalasan terhadap orang yang membunuh salah satu anggotanya, Kedua geng mengadakan pertemuan di sebuah pelabuhan di kota timur untuk menyelesaikan masalah ini.


"Apa maksudmu melenyapkan anggotaku, ha?" tanya bos Black Rose.


"Kau yang memulainya, mengapa kau yang marah?" ucap bos The Lion.


"Jangan banyak bicara, lebih baik kita bertarung untuk membuktikan siapa yang bertanggung jawab atas terbunuhnya salah satu anggota, jika kau kalah maka kau dan gengmu akan mendapatkan hukuman yang setimpal," ucap bos Black Rose.


"Tunggu apalagi, ayo kita selesaikan secara jantan," pinta bos The Lion.


Pertarungan tidak terelakan lagi, baku hantam antara para pria yang di penuhi dendam membara itu menyisakan banyak kengerian, sebuah nyawa menjadi tidak berharga saat amarah melanda. Kedua geng berusaha saling menyerang dan mendapatkan kemenangan, bos The Lion menembakkan lima peluru sekaligus ke arah bos Black Rose, anak buah Black Rose langsung meringkus bos The Lion dan membalasnya dengan menusukan pisau ke punggung musuh.


Di karenakan sang bos Black Rose telah tewas karena tertembak oleh bos The Lion, para anggota kocar kacir dan mencoba untuk kabur. Hanya beberapa orang yang benar-benar bisa melarikan diri dari ancaman bos The Lion. Meskipun punggungnya terluka, bos The Lion tetap mampu bangkit. Dia meminta para anggotanya untuk membawa semua tawanan ke markas besar The Lion.


Sebenarnya sudah tidak ada ampun lagi untuk mereka. Tetapi saat bos The Lion ingin mengeksekusi seluruh anggota Black Rose, datanglah seorang utusan Helian yang tiba-tiba saja mengatakan ingin bekerja sama untuk menghabisi orang yang telah membunuh salah satu anggota The Lion.


Dengan lantang, utusan Helian itu mengatakan jika ada campur tangan bos Alex dalam masalah ini, geng sekelas Black Rose yang lebih rendah dari The Lion mana mungkin bisa sangat berani melawan The Lion jika tidak ada dukungan orang yang berpengaruh di dunia mafia.

__ADS_1


Bos The Lion geram, dia setuju untuk bekerjasama membumihanguskan bos Alex dan anggotanya.


'Rencana yang sempurna, aku terlalu berbakat untuk menjadi licik,' batin Helian yang menyamar sebagai utusan geng Shadow itu.


__ADS_2