
Markas Lucifer
Saat Alex masuk ke dalam markas Lucifer, dia mendapati ada sepuluh anggota yang sedang duduk berhadapan dengan batas sebuah meja panjang, di ujung meja itu ada sebuah kursi bak singgasana yang khusus untuk tempat duduk bos Lucifer.
Seorang anggota Lucifer tiba-tiba menegur Alex yang hanya berdiri di depan pintu.
"Hey kau yang baru datang, duduklah!" perintah salah satu anggota.
Tanpa ragu, Alex berjalan menuju kursi yang ada di sebelah singgasana Wang Zhie kemudian duduk di sana. Alex merasa di untungkan dengan posisinya ini. Dia akan dengan mudah melumpuhkan Wang Zhie.
Setelah menunggu beberapa menit, orang yang di nantikan datang juga, bos Lucifer keluar dari ruangannya menuju ruang tamu yang di jadikan tempat untuk membahas rencana penyerangan markas Death Angel.
Wang Zhie duduk di singgasananya dan mendapatkan penghormatan dari para anggota, namun hanya Alex yang tidak melakukannya.
"Mengapa kau tak memberiku salam hormat?" tanya Wang Zhie.
"Punggungku sakit," jawab Alex dengan suara lebih berat agar tidak di curigai.
"Kau harus lebih banyak olah raga di luar rumah, kau tahu? olahraga ranjang lebih melelahkan daripada olahraga yang lain," ucap Wang Zhie.
"Kau benar bos, apalagi jika gadis yang kau ajak olahraga lebih dari satu orang, pengalaman lelah yang luar biasa," tukas salah satu anggota.
"Aku tidak berbicara denganmu! bisakah kau tutup mulutmu?" tegur Wang Zhie.
Anggota itu langsung terdiam dan hanya menganggukkan kepalanya.
"Tuan Albram Zein dan tuan Gerald belum datang bos!" ucap anggota yang lain.
"Abaikan saja mereka! kita segera menyusun rencana untuk menyerang markas Death Angel," jelas Wang Zhie.
Wang Zhie menyampaikan rencananya, dia akan pergi ke markas bos Alex dengan sebelas anggota yang ada di depannya, sedangkan anggota yang lain akan menyusul.
Saat sedang serius membahas penyerangan Death Angel, tiba-tiba datang dua tamu tak di undang. Mereka memaksa masuk meskipun para penjaga markas itu telah memperingatkan agar menunggu beberapa menit lagi, dua orang itu tidak menggubris ucapan para penjaga, dengan percaya diri, salah satu dari dua orang bar-bar itu mendobrak pintu markas Lucifer.
"Pembicaraan penting apa yang membuat orang sepenting diriku tidak kau persilahkan masuk?" ucap orang itu.
"Sikapmu saja sudah tidak benar, bagaimana kami akan membuka pintu untukmu? daripada kau berdiri di sana, duduklah bersama kami tuan Justin! ajak juga teman di sebelahmu itu, Kita akan melenyapkan adikmu bersama-sama," jelas Wang Zhie santai menanggapi tingkah pria bar-bar itu yang ternyata Justin dan Thomas.
"Cih! aku tidak butuh duduk di sana, ikut aku ke markas Death Angel, aku sendiri yang akan melenyapkannya," tukas Justin.
__ADS_1
"Jangan terburu-buru menyerang bos Death Angel, duduklah bersama kami," jawab Alex yang ingin memancing sang kakak mendekatinya.
"Anggotaku saja sangat pintar, kau bangkit dari kematianmu bukannya semakin hebat, tapi sebaliknya," ledek Wang Zhie.
Justin sangat kesal tetapi Thomas memperingatkan kakak dari bos Alex itu untuk tetap tenang dan mengikuti permainan Wang Zhie karena untuk saat ini hanya bos Lucifer yang bisa membantunya. Dengan langkah penuh emosi, Justin dan Thomas duduk di dekat singgasana bos Lucifer, berhadapan dengan bos Alex.
Alex menatap tajam wajah sang kakak, dia teringat akan air mata Laras hingga trauma yang harus sang kekasih alami karena sikap tak hormat Justin kepada Laras, ingin rasanya dia segera menarik pelatuk dan melepaskan tembakan bertubi-tubi ke tubuh kakaknya itu, namun semua rasa amarah yang ada di dadanya, Alex coba kendalikan, dia harus menguasai keadaan terlebih dahulu jika ingin menumpas para lalat di depannya ini.
"Kau jadi pemimpin penyerangan markas Death Angel, tuan Justin. Aku akan memantau dari jauh, jika kau butuh bantuan, segera hubungi aku," perintah bos Lucifer.
"Cih! kau memantau dari jauh? setelah aku tewas kau akan bertepuk tangan dari jauh dan pergi meninggalkanku dan Thomas, kau kira aku sepolos itu, tuan Wang Zhie?" ejek Justin.
"Hahaha, aku tidak seperti dirimu," tukas Wang Zhie.
"Lantas? aku tidak mau mengikuti perkataanmu," jelas Justin.
"Ikuti saja, dia bos kita," jawab Alex masih dengan suara yang berat.
"Aku baru tahu ada anak buahku yang sangat cerdas! siapa kau sebenarnya?" tanya Wang Zhie heran.
"Aku adalah orang yang akan kalian semua lenyapkan, tapi sebelum aku lenyap, aku akan menyiksa kalian semua, sebelum malaikat maut benar-benar menginginkan nyawa kalian," ucap Alex sembari membuka penutup kepalanya.
Mata mereka terbelalak melihat Alex berada di tengah-tengah para anggota Lucifer, mereka tidak pernah menyangka jika bos Death Angel dengan berani masuk ke kandang musuh sendirian.
"Karena kau sudah ada di sini, tidak ada salahnya untuk kembali mengulang peristiwa dua tahun lalu," tukas Wang Zhie.
"Cih! kau akan menyesal jika ingin mengulang kejadian itu, karena nyawamu tidak akan betah berlama-lama di tubuhmu untuk kedua kalinya karena sifat sombongmu itu! aku akan memberikan pengampunan jika kalian mau bersimpuh memintanya padaku," jawab Alex.
"Kami tidak sudi melakukannya! kenapa kalian diam saja? lenyapkan dia segera!" perintah bos Lucifer kepada para anggotanya.
Alex dan anggota Lucifer terlibat baku hantam, dalam sekejap, sepuluh orang terkapar tak berdaya akibat pukulan mematikan dari bos mafia itu, anggota Lucifer yang berada di luar markas langsung masuk kedalam membantu para anggota lain yang telah kalah, namun nasib mereka tidak jauh berbeda dari anggota yang terkapar, mereka juga kalah telak.
Kini tinggal Wang Zhie, Justin dan Thomas, mereka berusaha kabur lewat pintu belakang, tapi berhasil di cegah oleh Alex. Mereka terlibat baku hantam, namun lagi-lagi kedua musuhnya berhasil ia kalahkan, ketiganya memohon agar di lepaskan, mereka bersimpuh di hadapan bos Alex, namun sang mafia tidak bergeming.
"Kalian begitu licik, saat anggota kalian mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk kalian tapi yang mereka dapatkan justru kematian yang tidak terhormat, kalian pantas mendapatkan hadiah dariku!"
DORRR!!!
DORRR!!!
__ADS_1
DORRR!!!
DORRR!!!
DORRR!!!
DORRR!!!
DORRR!!!
Bos Alex menembak kepala,kaki serta tubuh Justin dan Wang Zhie tanpa ampun. Keduanya telah tewas bersimbah darah, namun bos Alex masih belum puas, dia mendekati tubuh Justin dan kembali menghadiahkan timah panas kepada sang kakak.
"Dua hadiah tambahan dariku atas perlakuan tidak hormatmu pada gadisku!"
DORRR!!!
DORRR!!!
Dua tembakan Alex arahkan ke jantung kakaknya. Rasa lega dan puas ia rasakan bersamaan, akhirnya dia berhasil menumpas satu persatu musuhnya.
Setelah selesai dengan dua orang tidak berguna itu, Alex menghampiri Thomas yang hanya bisa terdiam saat melihat dua orang yang tewas akibat aksi brutalnya.
"Apa yang kau lihat?" tanya sang mafia.
"Mengapa kau tidak membunuhku?" tukas Thomas dengan tubuh panas dingin menatap sorot mata membunuh dari bos Alex.
"Kau tidak ada hubungannya dengan semua ini, cepat, pergilah! sebelum aku berubah pikiran," jawab bos Alex.
"Terimakasih tuan, kau sangat baik," tukas Thomas.
"Ingat satu hal, jangan pernah muncul di hadapanku lagi!!!" jawab Alex.
Thomas berlari menjauhi bos Alex yang benar-benar menjadi malaikat maut hari ini.
Alex sudah selesai dengan para musuhnya, saatnya dia kembali ke apartemen untuk beristirahat, bos mafia itu menelpon sang sahabat untuk segera menjemputnya.
"Richi, kembalilah, aku lupa jalan pulang," canda bos Alex.
"Sial! apa yang membuatmu begitu pelupa? bagaimana dengan musuh kita?" tanya Richi.
__ADS_1
"Sebaiknya kau segera datang kemari dan lihat sendiri," tukas Alex.
"Aku masih di sekitar sini bos, tenang saja, aku akan segera datang," jawab Richi.