Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Quality-Time


__ADS_3

Di saat keluarga mafia sedang menikmati hidangan, Tuan Carlo datang. Dia mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga sang mafia yang telah sudi datang di Taman Hiburan miliknya.


"Terima kasih atas kunjungan Tuan Alex di Taman Hiburan yang sederhana milikku ini. Semoga kedepannya Tuan mau datang kembali kemari," ucap Tuan Carlo penuh dengan rasa hormat.


Sang mafia merespon dengan mengajak Tuan Carlo makan bersama dengan keluarganya. Namun, Tuan Carlo masih banyak pekerjaan. Dia harus mengurus gajah-gajahnya yang belum makan.


Alex mempersilakan Tuan Carlo untuk segera melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Setelah Tuan Carlo undur diri, sang mafia melanjutkan acara makan siangnya bersama anak dan isterinya.


Tapi entah mengapa Tuan Carlo kembali lagi, dia sepertinya ingin menyampaikan sesuatu yang seharusnya disampaikan sejak tadi.


"Maat Tuan Alex, aku telah mengganggu acara cara makan siang mu, aku lupa ingin menyampaikan jika nanti malam ada pesta kembang api setelah pukul jam 8 malam. Aku harap kalian semua bisa datang ke sebuah bukit yang ada di ujung Taman Hiburan ini, di sana biasanya setiap malam akan diadakan pesta kembang api sampai jam 2 pagi. Hanya itu yang ingin aku sampaikan, aku undur diri." Tuan Carlo sangat mementingkan hiburan yang segar untuk para pengunjung Taman Hiburannya, salah satunya adalah dengan diadakannya pesta kembang api.


Alex menghargai apapun yang dilakukan oleh Tuan Carlo, dia setuju untuk menghadiri acara pesta kembang api tersebut. Sang pemilik Taman Hiburan itu sangat senang karena tamu istimewanya merasa puas atas kinerjanya pengelola wahana wisata tersebut.


Tuan Carlo berpamitan untuk kedua kalinya, Alex mempersilahkannya untuk segera melakukan tugasnya dengan baik.


Setelah Tuan Carlo pergi, Alex dan keluarga kembali menikmati hidangan yang tersedia. Si kembar 5 anteng, mereka menikmati makan siang dengan lahap. Sepuluh menit kemudian, ia dan keluarganya segera beranjak dari restoran itu. Acara selanjutnya adalah melihat atraksi dari para gajah, Alex dan keluarga segera menuju tempat tersebut.


"Daddy? itu yang ada belalainya ya?" tanya Adelio ingin tahu.


"Iya sayang, telinganya juga lebar. Badannya besar dan tinggi. Setelah ini kita akan melihat pertunjukan gajah, apa kalian sudah siap?" Sang mafia begitu antusias untuk melihat atraksi gajah. Selama hidup, dia belum pernah melihat hal itu. Menjadi anak seorang bos mafia Tuan Fernando, membuatnya terkekang. Dia harus mengurung diri di dalam rumah, dia hanya akan berlatih beladiri dan segala hal tentang bertarung di medan perang.

__ADS_1


Dia bersyukur saat bisa mengajak anak-anaknya menikmati kehidupan normal seperti orang pada umumnya. Namun dalam hatinya, sang mafia sangat khawatir, jika kelima anaknya tahu Dia adalah seorang mafia, apakah mereka akan menerimanya?


Semua hal tentang jati dirinya, membuat Alex dirundung kekhawatiran yang berlebih. Apalagi kelima anaknya memiliki IQ di atas rata-rata anak-anak pada umumnya. Mereka akan mencari tahu segalanya tentang apa yang dilakukan oleh sang ayah di luar rumah, karena pada suatu hari, si kakak pertama mengutarakan apa yang di hatinya mengenai status sang mafia sebagai CEO Dounghun Farmasi.


Kala itu ia hanya mampu menjawab seadanya, dia hanya bekerja di kantor yang nenek Fira wariskan kepadanya, setelahnya dia akan pergi menemui kolega di dalam atau luar kota. Ada banyak hal yang di lakukan saat bekerja.


Untung kakak pertama mempercayai ucapan sang daddy, jadi semuanya baik-baik saja.


Terlalu dalam Alex memikirkan hal ini, dia kembali meraih kesadarannya. Perlahan dia melihat wajah anak dan isterinya, kemudian bersama-sama terdengar suara mereka, Alex mulai fokus dengan apa yang ada di depannya.


'Nikmati hari ini, ini adalah Quality-Time ku bersama anak dan isteri,' batin Alex menahan segala perasaan khawatir.


"Dad? daddy?"


"Iya sayang," ucap sang mafia.


"Dad? apa daddy sakit?" tanya si kecil yang ternyata anak ketiganya, Alexis.


"Tidak sayang, kau sama persis seperti mommy yang terlalu khawatir jika daddy sakit, bagus sayang! itu tandanya Lexis sayang dengan daddy." Alex mencium kening Lexis. Dia sangat bangga memiliki anak-anak yang jenius dan peduli kepadanya.


Mommy Laras memperhatikan gerak-gerik sang suami, dia merasa jika Alex memikirkan suatu hal yang sangat penting.


"Sayang? ada masalah?" tanya Laras, dia mulai over thinking lagi, perasaannya terlalu peka jika mengenai sang suami.

__ADS_1


"Its okay sayang! ayo kita segera pergi ke kandang gajah. Apa kalian sudah selesai makan?" tanya sang mafia yang kini udah menyelesaikan ritual makan siangnya.


Kelima anaknya, serta sang isteri juga telah selesai menyantap semua hidangan yang sangat sedap dan nikmat itu. Apalagi tambah minuman segar yang ada, menambah kenikmatan makan siang di Taman Hiburan Tuan Carlo.


Alex dan keluarga segera beranjak dari restoran tepi danau itu menuju atraksi gajah diselenggarakan.


Kali ini mereka bertujuh melewati jalan yang berbeda, kini jalan yang mereka lewati penuh dengan berbagai bunga yang indah.


"Mommy sekali! cantik seperti mommy," ucap Arsenio yang sedang digendong oleh Laras.


"Iya memang, mommy kalian cantik sekali, bahkan melebihi bunga yang ada di seluruh dunia." Alex melancarkan rayuan maut di depan anak-anaknya.


"Ya,kalian semua tampan, mommy paling cantik!" ucap Laras percaya diri memang hanya dia satu-satunya wanita di antara para pria di keluarganya.


"Tambah satu lagi mommy? adik perempuan, mau ya?" Permintaan dari Lexis yang sangat mengejutkan. Biasanya dia akan menolak jika ada anggota keluarga lain masuk ke dalam rumah. Tetapi ini si tengil memiliki keinginannya lain daripada yang lain.


"Ehm!" Sang mafia berdehem, seolah-olah mengkode jika dirinya juga ingin memiliki anak lagi.


Laras melirik ke arah sang suami selalu menang banyak itu. Dia jarang bermesraan dengarkan suami, jika kali ini dia ingin memiliki momongan lagi. Otomatis, Laras harus menyiapkan mental dan tenaga yang lebih untuk menyanggupi setiap permintaan sang suami.


"Selaras permintaanku kan? aku tambah 5 ronde bagaimana?" bisik sang suami yang sekian purnama menahan diri, setelah mendengar permintaan Lexis, menggila kembali.


"Kau ya? ini liburan keluarga, mengapa membahas adik perempuan? dan kau Lexis, biasanya kau tidak suka ada gadis kecil di rumah? mengapa tiba-tiba ingin seorang adik perempuan?" tanya Laras heran.

__ADS_1


"Lebih seru saja mom dan juga bisa menemani mommy yang hanya sendirian, kami kan ada daddy. Kami semua laki-laki tangguh akan menjaga mommy dan adik bayi kecil." Lexis, pria kecil yang sangat peduli kepada mommy dan daddynya, seperti ke empat saudaranya yang lain.


__ADS_2