Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 42


__ADS_3

Tuan Hans di bawa ke dalam sebuah jeruji besi yang di dalamnya sudah ada sang istri yang menampakkan kekesalannya karena sang suami yang tidak becus menjalankan tugasnya.


Mereka berdebat untuk hal tidak penting. Hingga penjaga jeruji besi marah karena kelakuan kedua suami istri itu.


"Hey!!! tenanglah!?! ini bukan rumah kalian, kalau kalian ingin ribut, jangan di sini!!!" Ucap sang penjaga.


"Hay Tuan penjaga!!! kalau kau ingin kami tidak ribut di sini, setidaknya kau lepaskan kami!!!!" Jawab nyonya Fira.


"Wanita banyak bicara, kau diamlah!!! atau saat pelatuk ini aku tarik, nyawamu akan melayang!!!!" Ucap sang penjaga.


Sang penjaga terpancing emosi dan melepaskan satu tembakan ke udara sebagai peringatan agar nyonya Fira tidak membantah semua perkataannya. Beberapa saat kemudian, datanglah bos mereka.


"Apa kabar Tuan Hans dan Nyonya Fira yang terhormat, akhirnya kita bisa bertemu kembali." Ucap Tuan bos.


"Sialan!!! kau Xiauling ahli kriminal, aku tidak akan melepaskanmu!!!" Umpat Tuan Hans.


Tuan Xiauling tertawa saat mendengar ucapan sang kepala polisi yang menurutnya sedang berkhayal.


"Apa kau belum sadar juga? kau ada di balik jeruji besi dan aku berada di luar. Kau yang melakukan kriminal Tuan, kau pantas di hukum." Jawab Tuan Xiauling sambil tertawa puas.


"Cih..omong kosong apa ini!!! kau telah mengambil uang 200 triliun milikku dan ingin menghancurkan keluargaku, tidak akan aku biarkan kau melakukannya!!!" Ucap Tuan Hans penuh emosi.


"Terserah kau saja, yang penting kau jadi tahananku sekarang!! selamat menikmati malam berdua bersama istri tercintamu, di balik jeruji besi Tuan Hans. Aku akan pergi menemui para gadis cantikku dan menghamburkan uang yang kau beri."


Tuan Xiauling berbalik badan dan pergi meninggalkan pasangan suami istri itu di dalam penjara miliknya.

__ADS_1


"Sialan!! dia benar-benar meremehkanku sebagai kepala polisi!!!" Ucap Tuan Hans.


"Cih, apa kau baru menyadari jika status kepala polisi yang kau banggakan itu memang selalu di remehkan, apa lagi oleh para mafia itu." Celetuk nyonya Fira.


"Kau ini istriku atau bukan? Hey? mulutmu itu tiada henti untuk menjelek-jelekkan aku. Sial sekali diriku ini memiliki istri gila kerja sepertimu." Jawab Tuan Hans.


"Aku gila kerja karena kau yang tidak sanggup mencukupi kebutuhan hidupku!!! Diamlah kau Hans. Aku lelah!! aku lelah berdebat denganmu setiap hari. Harusnya kau menyadari jika aku juga butuh perhatian darimu."


Suara nyonya Fira semakin pelan, dia kemudian meringkuk di atas lantai penjara yang dingin. Ada hal yang baru di sadari oleh Tuan Hans, ternyata di balik sikap angkuh dan sombong sang istri, tersimpan rasa kesepian yang nyata.


Tuan Hans mendekati sang istri dan memintanya untuk tidur di pangkuannya, awalnya nyonya Fira menolak karena gengsi, tetapi setelah Tuan Hans meminta kepadanya dengan suara yang lembut, akhirnya nyonya Fira melepas ego dan rasa gengsinya.


Nyonya Fira langsung memeluk tubuh sang suami dan meminta maaf padanya, mereka saling meluapkan rasa yang ada di dada mereka selama ini. Di saat seperti ini bukan pertengkaran dan ego ataupun gengsi yang menjadi nomor satu, tetapi sikap saling mengerti dan perhatian adalah hal yang terpenting.


"Hoam!! rumah tangga kalian penuh drama, sebentar marah sebentar tersenyum dan menangis bersama. Kuno sekali." Celetuk sang penjaga yang sudah mulai terbiasa dengan suara berisik kedua pasangan suami istri itu.


Alex berspekulasi tentang perasaan sang gadis. Ada banyak pertanyaan di dalam benaknya tentang penyebab sang kekasih sering menangis akhir-akhir ini. Ingin sekali dia bertanya kepada sang kekasih yang kini berada di sampingnya. Dia menatap wajah sendu Laras, dan membelai rambut sang gadis dengan penuh kasih. Rasa penasaran tentang isi hati sang kekasih semakin menggebu. Tetapi dia harus menahannya, dengan kondisi sang gadis yang masih lemah, mustahil untuknya bertanya tentang banyak hal kepada Laras. Alex lebih memilih untuk memeluk tubuh sang kekasih.


"Tuan? kau kenapa tiba-tiba memelukku?" Tanya Laras yang terbangun karena pelukan Alex.


"Aku hanya ingin saja, aku butuh ketenangan dan cara terbaik untuk mendapatkannya adalah memelukmu, sayang." Jawab Alex sambil mengecup kening Laras.


"Kau selalu pandai merayu, Tuan. Apa dulu kau seorang penyair?" Canda Laras.


"Cih, apa aku sepandai itu? menurutku tidak." Jawab Alex yang melancarkan kecupan bertubi-tubi di wajah sang gadis.

__ADS_1


"Hentikan Tuan." Pinta Laras.


"Aku hanya rindu kepadamu, biarkanlah aku melakukannya." Jawab Alex.


"Tapi kau selalu meminta lebih, aku tidak bisa menuruti permintaanmu kali ini." Ucap Laras yang sudah mengambil ancang-ancang terlebih dahulu.


"Iya, aku tahu batasannya. Kau tidak perlu khawatir." Jawab Alex.


Setelah puas mengecup wajah sang kekasih, dia kembali mempererat pelukannya dan memberanikan diri bertanya tentang hal yang mengganggunya.


"Sayang, aku ingin bertanya kepadamu, tolong kau jawab dengan jujur." Pinta Alex.


"Katakan saja, sebisa mungkin akan aku jawab dengan kejujuran." Jawab Laras.


Alex menghembuskan nafas panjang dan segera mengutarakan isi hatinya.


"Akhir-akhir ini kau sering sekali menangis. Sebenarnya apa yang terjadi padamu? apa kau tidak bahagia bersama denganku?" Tanya Alex.


"Bukan hal yang penting Tuan. Hanya pemikiran sederhana seorang gadis." Jawab Laras.


"Cobalah kau katakan, aku ingin tahu." Tanya Alex.


"Tuan, aku ini masih mahasiswa, aku memiliki cita-cita yang tinggi. Tetapi karena masa depanku telah kau hancurkan, membuatku sangat sedih dan tertekan. Sudah banyak hal yang aku alami bersama denganmu, dan semua itu tidak mudah. Aku menyadari satu hal, jika aku sudah jatuh cinta kepadamu. Hingga aku tidak mampu menahan lagi, ingin rasanya memilikimu seutuhnya, aku menjadi begitu egois dan rakus. Kejadian tentang seorang gadis yang datang kepadamu itu membuatku sangat terpukul, aku merasa sakit hati, lebih dari rasa sakitku saat sahabatku bermain api dengan mantan kekasihku dulu. Dan lagi, tentang status seorang bos mafia yang kau sandang, setiap detik yang kau lalui pasti berakhir dengan dua pilihan sulit antara hidup dan mati. Aku ingin menerimamu sebagai bagian dari hidupku tetapi aku masih ragu, bisakah kau membuatku tetap yakin dengan pilihanku ini?" Tanya Laras sambil mendongak ke arah wajah tampan Alex.


"Maafkan aku sayang atas apa yang aku lakukan kepadamu, aku tidak akan pernah bisa memperbaiki apa yang telah aku rusak. Tapi setidaknya aku akan bertanggung jawab atas apa yang telah ku lakukan kepadamu. Soal gadis itu, kau tenang saja. Dia itu hanya gadis suruhan Tuan Xiauling untuk menghancurkan hubungan kita. Waktu kau tidur di apartemenku, dia mengaku sendiri di depanku dan Richi, kalau kau tidak percaya, kau tanyakan saja kepada sahabatku itu. Sayang, percayalah padaku!!! jangan memikirkan hal lain. Tetaplah di sisiku dan jangan pernah pergi, kita hadapi segalanya berdua. Tentang geng ku, tetua, restu orang tuamu, biarkan menjadi tanggung jawabku. Hidupku memang penuh resiko, sewaktu-waktu nyawaku bisa saja melayang di tangan para musuhku. Tapi apa kau lupa, jika setiap manusia pada akhirnya juga akan tiada, kita hanya menunggu saat. Bukan seorang mafia, ataupun orang biasa, kita tidak bisa memilih dengan cara apa kita hidup ataupun mati. Sayang, apa kau sudah puas dengan jawabanku?" Tanya Alex.

__ADS_1


"Aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu." Ucap Laras kembali memeluk sang kekasih. Kali ini dengan senyum sumringah dan penuh semangat.


"Aku juga, sangat sangat sangat sangat mencintaimu, sayang. Tetaplah di sisiku, sampai maut memisahkan kita." Jawab Alex.


__ADS_2