Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Melepas Rindu


__ADS_3

Seakan semesta mendukungnya untuk segera melepaskan rindu yang menggebu itu. Rasa cinta yang ia miliki untuk Laras dan kelima babynya sangatlah besar. Sama sekali tidak terkira, dia akan melakukan apapun untuk mereka, asalkan mereka tersenyum bahagia.


"Sial! aku sangat merindukan mereka, ku kira waktu sepuluh menit adalah yang tersingkat, ternyata harus molor sepuluh menit gara-gara truk derek."


Ya memang jalanan sepi, tetapi ada sebuah truk derek yang mengangkut mobil yang ringsek akibat kecelakaan, Alhasil dia mencari alternatif jalan agar sampai dirumah dalam waktu singkat.


Perjalanan yang harus di tempuh dalam waktu satu jam, bisa ia persingkat dengan dua puluh menit saja. Keadaan jalanan yang sepi mendukungnya untuk menerbangkan mobilnya kembali ke rumahnya.


....


Sesampainya di depan rumah...


Tak terasa, mobil mewahnya telah berada di depan rumahnya yang penuh cinta itu.


Dia segera turun dari mobil dan berlari menuju pintu utama.


KLEK!


Dia membuka pintu dan tak mendapati seorang pun di sana.


"Hm .... apa mereka ingin bermain petak umpet ya?" ucap Alex yang perlahan berjalan menuju ruang keluarga.


Tempat favorit anak-anaknya.

__ADS_1


"Baby A? Daddy pulang! apa kalian tidak rindu dengan daddy? hallo my baby? istriku? ayah, ibu? kalian dimana?"


Alex masih menelisik ke segala arah, tapi tak kunjung menemui siapapun.


Dia putus asa dan memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya.


Saat ia membuka pintu...


Tiba-tiba...


"WELCOME BACK DADDY! WE ARE LOVE YOU!"


Sorak sorai dan tepuk tangan menggema di kamar utamanya.


"Astaga! apa ini?" tanya sang mafia masih terheran-heran dengan kejutan luar biasa yang anggota keluarganya berikan.


"Hadiah untukmu, kau terima saja. Ini ide baby A mu," jawab Tuan Hans.


"Apakah benar baby A? ini ide kalian? so sweet sekali ya, siapa yang mengajari kalian?" tanya sang mafia.


"Mommy!" pekik kelima baby A serempak.


Laras menatap wajah Alex dengan senyum manisnya, Alex sangat ingin memeluk tubuh mungil itu tetapi ada lima baby A, dia khawatir, anak-anaknya akan cemburu.

__ADS_1


Tuan Hans memberikan kode kepada Nyonya Fira agar segera pergi dari kamar utama dengan membawa anak-anak bersamanya.


Si kepala polisi sudah mencium gelagat kerinduan yang mendalam dari Alex terhadap Laras.


Terlihat dari sorot mata yang luar biasa tajam itu. Alex jelas sekali sangat merindukan istri tercintanya.


"Ehm," ucap sang kepala polisi berdehem. Kemudian Nyonya Fira langsung bertindak.


"Anak-anak, ayo bermain dengan nenek. Daddy dan Mommy akan membicarakan hal penting." Nyonya Fira berusaha membujuk kelima baby A yang menempel saja di tubuh sang mafia.


"Urusanku nanti saja ibu mertua, aku masih ingin bermain-main dengan anak-anak." Alex tidak ingin membuat anak-anaknya sedih, jadi dia menurunkan egonya.


Ibu mertua tidak menyerah, dia membujuk dengan mengajak kelima baby pergi ke Taman Hiburan bersama Tuan Hans.


Jurus ini berhasil dan mampu membuat kelima anak sang mafia lepas dari pelukan sang daddy.


"Lex, lakukanlah yang terbaik. Aku mendukungmu," bisik Tuan Hans.


Alex tersenyum tipis, dia memang ingin bermesraan dengan sang istri tapi saat ada anak-anak, dia lebih mementingkan mereka.


"Kasihan anak-anak ayah, nanti ada waktu untukku dan Laras." Sang mafia tak ingin membuat anak-anaknya sedih, tapi Tuan Hans tetep keukeuh ingin Alex menemani sang anak.


"Sudahlah, kau dekati istrimu, sebelum dia menangis."

__ADS_1


.....


__ADS_2