
Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh, Richi menghentikan laju mobilnya di sebuah tempat dengan tanah yang luas.
"Bos, kita sudah sampai di rumah," ucap Richi.
"Ya aku juga tahu, apa kau tidak berinisiatif untuk membantuku mencari tempat untuk menguburkan jasad kakakku?" jawab Alex.
"Kenapa kau marah-marah padaku bos, kau menyebalkan sekali!" gerutu Richi.
"Aku sangat merindukan gadisku, bocah sialan!" jelas Alex.
"Wah bosku sedang merasakan rindu teramat berat rupanya," goda Richi.
"Tutup mulutmu dan segera gali tanah," perintah bos Alex.
Richi mencari alat untuk menggali tanah, tapi tak kunjung mendapatkannya, saat dia hampir putus asa, dia tiba-tiba menemukan sebuah kayu dengan ujung yang runcing. Richi berusaha menggali tanah dengan alat seadanya, cukup melelahkan, namun melihat sang bos diam, lebih dari cukup untuknya.
"Bos, sudah satu meter lebih, apa masih kurang?" tanya Richi.
"Tambah jadi dua meter," jawab Alex yang memang sengaja mengerjai Richi.
"Bos? aku seorang mafia, bukan penggali kubur! sial kau bos, kau mengerjaiku?" tukas Richi kesal.
"Kau ikuti saja apa yang aku ucapkan agar kita segera kembali ke apartemen dan beristirahat," jawab Alex menahan tawa.
Dengan hati penuh emosi karena merasa sang bos sengaja mengerjainya, Richi dengan cepat membuat liang lahat menjadi sedalam dua meter.
Alex tidak tega terus menerus mengerjai sahabatnya, dia kemudian keluar dari dalam mobil dengan menggendong mayat sang kakak yang lumayan berat itu untuk segera dimakamkan. Richi merasa senang karena sang bos datang padanya dengan suka rela tanpa dirinya perlu berteriak-teriak memanggil bos Alex untuk datang padanya. Setelah memasukkan jasad Justin ke liang lahat, Richi keluar dari dalam sana dengan bantuan bos Alex, kemudian keduanya bersama-sama menguburkan orang yang pernah berarti bagi mereka itu.
Setelah proses pemakaman selesai, keduanya duduk di samping pusara Justin.
"Selamat beristirahat dengan tenang," ucap Alex.
"Semoga kau tenang di alam sana," timpal Richi.
Alex dan Richi beranjak dari tempat itu dan segera masuk ke dalam mobil patroli tuan Hans.
'Selamat tinggal, ayah, ibu, kak Justin dan semua anggota Blue Sea, semoga kalian dalam kedamaian," batin Alex.
"Bos, apa kau merindukan kedua orang tuamu?" tanya Richi.
"Iya, tapi sudahlah, kita segera kembali ke apartemen saja," jawab Alex.
__ADS_1
'Dia pria rapuh, tapi tetap sok kuat, dasar!' batin Richi yang melihat sang bos tak melepaskan pandangan di hamparan tanah yang luas yang menjadi saksi bisu kehidupan awal sang mafia di mulai.
"Mengapa kau diam saja? cepat kita kembali!" perintah bos Alex.
Richi langsung tancap gas menuju apartemen bos Alex dengan rasa syukur karena musuh Death Angel sudah teratasi satu demi satu.
"Bos, apa yang kau rencanakan untuk Gerald dan tuan Albram Zein?" tanya Richi.
"Mereka adalah seorang pebisnis, mungkin aku akan menghancurkan bisnis mereka perlahan sebelum mengirim mereka ke neraka," jawab bos Alex.
"Caranya?" tanya Richi.
"Bagaimana caranya, kita bisa pikirkan nanti Richi," tukas bos Alex.
Perjalanan jauh yang mereka lalui hari ini sangat melelahkan, hingga saat mobil tuan Hans sudah terparkir di depan apartemen bos Alex, semua rasa lelah itu sekejap berkurang.
Bos Alex dan Richi keluar dari mobil dan bergegas masuk ke apartemen. Mereka langsung naik lift yang tersedia di lantai satu gedung apartemen tersebut, Richi langsung menekan tombol angka 1 dan 5, lift itu berhenti di lantai 15. Keduanya berjalan menuju kamar bos Alex yang berada di apartemen nomor 15. Bos Alex menekan tombol angka untuk kata sandi dan kemudian menggesek kunci kartu, kemudian terbukalah pintu besi itu.
Saat pintu besi terbuka, terlihat ada seorang gadis yang berlari ke arah bos Alex dan memeluknya dengan erat. Sang mafia juga balas memeluk gadis itu.
"Tuan, kau lama sekali," ucap sang gadis.
"Aku tidak lama sayang, hanya beberapa jam saja pergi, tapi meski begitu, aku tidak lupa untuk kembali ke pelukanmu," goda Alex.
"Apa kau tidak merasa kasihan padaku? atau bertanya apa yang terjadi padaku? lihatlah aku sangat bau dan kotor sekali," ucap Alex.
"Tanpa aku bertanya, aku sudah tahu jawabannya, diam dan ikut aku masuk kamar," ajak sang gadis.
Bos mafia itu tidak menolak ajakan sang gadis yang merupakan kekasihnya itu, dengan senyum sumringah, dia berharap akan mendapatkan kejutan lagi dari sang kekasih.
Richi dan Angela menjadi penonton drama percintaan yang ada di depannya ini, Angela menatap wajah Richi dengan senyum manisnya dan perlahan mendekatinya.
"Apa kau juga ingin seperti mereka kak?" tanya Angela malu-malu.
"Jika kau bersedia, aku tidak akan menolak," jawab Richi berharap.
"Ikut aku, akan aku bantu kau membersihkan tubuhmu," tukas Angela.
"Di kamar tamu ada tuan Hans dan nyonya Fira yang entah sedang apa mereka, kau mau membantu membersihkan kotoran di tubuhku dimana?" tanya Richi.
"Tuan Hans dan nyonya Fira sedang main video game dan mendengarkan musik di dalam kamar tamu, aku bosan di dalam sana karena seperti obat nyamuk, aku keluar dari kamar itu dan menonton televisi, tak ku sangka di sini juga aku menjadi obat nyamuk lagi,sial sekali! yang satu pasangan orang tua, satunya lagi pasangan muda, mereka bahkan melupakan kita berdua dan mengganggap kita tidak ada," keluh Angela.
__ADS_1
"Hey, biarkan saja mereka, kita juga bisa bersenang-senang bukan? katakan kau akan bersihkan tubuhku dimana?" tanya Alex.
"Apa kau lupa jika di sini ada dua kamar mandi luar, tepatnya di sebelah kamar bos, di sana juga ada banyak baju ganti, jadi tidak terlalu khawatir tidak pakai baju setelah mandi," jelas Angela terus terang.
"Apa benar kau mau memandikanku?" tanya Richi.
"Tentu saja, ayo!" jawab Angela polos.
"Baik, ayo kita ke sana," tukas Richi dengan senyum bahagia karena sang kekasih begitu pengertian padanya.
...* * *...
Kamar mandi bos Alex
Laras membantu kekasihnya menyiapkan air hangat di bak mandi, tak lupa dia mencampurkan sabun cair aroma bunga mawar kesukaan bos Alex di dalamnya.
"Tuan, kenapa kau kotor sekali, ini seperti bau tanah dan darah, apa yang sebenarnya kau lakukan tadi?" tanya Laras sambil membuka satu persatu kancing baju sang kekasih.
"Aku baru saja melenyapkan musuh-musuhku, termasuk kak Justin dan menguburkan kakakku di tanah kelahirannya," jelas bos Alex.
Mendengar kata-kata sang kekasih yang menyebutkan nama Justin, membuat gadis itu terdiam, Laras menjadi tak berucap sepatah katapun dan terus membantu bos Alex membuka bajunya.
"Sayang? apa kau baik-baik saja?" tanya Alex.
"Baik tuan, aku baik-baik saja," jawab Laras masih fokus dengan baju Alex.
"Sayang, aku bisa membuka bajuku sendiri, katakan apa yang membuatmu gelisah?" tanya Alex.
"Tuan, aku sangat mencintaimu, jangan sebut nama pria itu lagi, aku tidak sudi mendengarnya, biarpun dia telah tiada, tapi sakit hatiku masih belum terobati," jawab Alex.
Bos Alex mengetahui apa yang di rasakan sang kekasih, dia memeluk sang kekasih dengan mesra dan menenangkannya.
"Kau hapus semua sakit hati itu karena aku akan menebus semua kesalahan kakakku, jika perlu aku akan menjadi budakmu seumur hidupku," tukas bos Alex.
"I love you big baby, love love you," jawab Laras.
"Love you too sweet baby, love love you more," ucap Alex.
#Hayo para reader fans garis keras bos Alex, pada penasaran gak bagaimana kelanjutan adegan romantis ini? sabar ya, tunggu di episode berikutnya... 🙏🙏🙏💪💪👊👊😁😁😁✌️✌️✌️
Yuk dukung Author kumi_kimut agar terus update, jangan lupa sematkan like di all bab, favorit juga, kalau ada yang mau kasih hadiah, author akan sangat berbahagia dunia akhirat 🤭🤭🙏🙏
__ADS_1
Bersambung...