
"Tugasmu membawa anak dan istrimu pergi dari sini, kau bawa kartu nama ku yang lain, di sana ada alamat hotel yang sudah ku pesan khusus untukmu, kau minta kuncinya di resepsionis. Kau bilang jika dirimu anak buah bos Alex dan tunjukan tanda ini padanya," jelas Alex kepada Morgan sembari membawa sebuah pin. Pin itu terbuat dari emas dan bertuliskan "A.F".
"Apa ini bos?" tanya Morgan.
"Di kota ini hanya ada satu, pin ini aku gunakan untuk menandai jika aku berada di wilayahku sendiri karena aku lebih suka menyamar daripada menjadi diriku sendiri. Banyak hal yang terjadi, kau tidak perlu mengetahuinya secara detail, cukup kau selamatkan anak dan istrimu." perintah bos Alex.
"Siap bos!!!"
Keduanya beranjak dari rumah pohon itu, Alex sudah mengenakan baju yang sama dengan para anggota Toxic. Setelah sampai di bawah, bos Alex memberikan kunci mobil pada Morgan. Morgan meminta bos Alex menunggu sebentar karena dia akan mengambilkan penutup kepada Alex agar dia tidak mudah di kenali. Dia juga membuat wajah bos Alex berbeda dengan beberapa titik-titik hitam di kedua pipinya.
"Kau apakan wajahku?" tanya Alex.
"Ini misi penyamaran agar tidak ada yang mengenalimu bos." jawab Morgan.
"Terserah kau saja. Kalau bukan karena kau ingin membantuku menghabisi Tuan Xiauling, sudah ku lenyapkan kau dari tadi karena terlalu lancang menodai wajahku." ucap Alex.
Morgan menahan tawa juga rasa takut. Tapi karena ini demi sang bos agar bisa masuk ke tempat persembunyian Tuan Xiauling, jadi dia memberanikan diri untuk melakukannya. Alex yang terlihat sangat kesal tetapi hanya bisa pasrah, baru kali ini dia membiarkan wajahnya di sentuh selain Laras. Pengorbanannya begitu besar untuk hal ini.
Alex terlihat sangat berbeda dengan wajah yang tak semulus biasanya. Dia sudah tidak terlihat seperti Alex yang tampan dan mempesona.
"Kau berhati-hatilah bos." pesan Morgan.
"Kau juga, segeralah pergi." perintah Alex.
Alex melangkahkan kedua kakinya menuju tempat persembunyian Tuan Xiauling. Di sana banyak sekali anggota yang sedang berjaga. Dengan santainya bos Alex masuk ke dalam segerombolan anggota Toxic yang baru saja datang, dia menyusup di dalam barisan para anggota dan akhirnya dia bisa masuk ke dalam tempat persembunyian Tuan Xiauling. Tetapi langkah bos Alex terhenti saat salah satu anggota mencegat langkahnya.
"Kau siapa?" tanya salah satu anggota Toxic.
"Aku anggota baru, mohon bimbingannya." jawab Alex sok lembut.
"Oh, kau? anak muda tidak berpendidikan itu?" ejek anggota Toxic itu.
"Iya." jawab Alex menahan emosinya.
"Tugas pertamamu adalah memasak dan membersihkan rumah ini." jawab anggota Toxic itu.
"Aku kemari untuk bergabung bersama Tuan Xiauling dan bertarung, bukan mengerjakan pekerjaan seorang gadis." ucap Alex.
"Jadi kau membantahku?" tanya sang anggota.
"Tidak." jawab Alex.
__ADS_1
"Bagus, segeralah lakukan tugasmu, bawa makanan untuk kami." perintah sang anggota.
"Siall!! nasibku sungguh sial." umpat Alex dalam hati.
"Kenapa kau diam saja? mau aku pukul?" ucap sang anggota.
Dengan tangan mengepal, Alex pergi meninggalkan sang anggota Toxic yang banyak bicara itu.
Dia mulai berjalan ke arah dapur, tetapi dia mendengar ada suara di sebuah ruangan. Dia mencoba untuk membuka pintu ruangan itu, beruntung pintu itu tidak terkunci. Saat bos Alex masuk ke dalam ruangan itu, Ia di kejutkan dengan penampakan pria yang sangat di kenalnya.
"Lex, apa benar itu kau?" tanya pria muda di depannya.
"Iya, ini aku." jawab Alex.
"Ada apa dengan wajahmu?" tanya pria muda itu sambil menahan tawa.
"Aku sedang dalam penyamaran." jawab Alex datar.
"Kau lucu sekali Lex, seperti pria cantik dengan titik hitam di pipinya." ejek pria muda itu.
"Tutup mulutmu, dimana Tuan Hans?" tanya Alex.
"Ada di bawah, dia ingin melakukan apapun terserah dia, aku tidak perduli." ucap pria muda yang ternyata adalah Richi.
"Kau mau kemana Lex?" tanya Richi.
"Menyelesaikan tugas, bagian dari penyamaran." jawab Alex.
Bos Alex keluar dari ruangan itu dan di hadang oleh salah satu anggota Toxic.
"Hey? apa yang kau lakukan di dalam sana?" tanya sang anggota.
"Tidak ada, aku mendengar ada suara tikus di dalam sana, jadi aku membersihkan ruangan itu." jawab Alex beralasan.
"Iya, ruangan itu memang jarang di gunakan. Sudahlah, kami lapar, cepat buat makanan!!!" perintah sang anggota.
Alex melaksanakan tugas penyamarannya, di tengah acara memasak, Tuan Xiauling datang dan bertanya kepada Alex.
"Kau anggota baru itu?" tanya Tuan Xiauling.
"Iya, Tuan." jawab Alex.
__ADS_1
"Kau terlihat sudah berpengalaman dalam dunia memasak, apa kau seorang koki?" tanya Tuan Xiauling.
"Bukan, ibuku yang mengajarkanku memasak." jawab Alex.
"Kau berasal dari mana? dari postur tubuhmu yang tinggi dan gagah, apa pantas berada di dapur?" tanya Tuan Xiauling.
"Tidak masalah." jawab Alex datar.
Tuan Xiauling benar-benar tidak mengenalinya sama sekali. Dia pergi menjauh dari dapur, Alex merasa senang karena penyamarannya berhasil.
Setelah selesai memasak, Alex meletakan semua makanan itu di atas meja. Semua anggota Toxic berkumpul di sana dan menikmati masakan Alex. Mereka memuji makanan yang di masak oleh bos mafia itu.
"Kau tetaplah di sini, buat masakan untuk kami." pinta Tuan Xiauling.
"Aku hanya beberapa menit di sini, setelah itu akan ku lenyapkan kalian semua."
Alex membuka penutup kepalanya, semua anggota Toxic terperanjat, mereka tidak menyangka jika pria yang dianggapnya tidak berpendidikan itu adalah bos mafia Death Angel. Dengan sigap Alex menembak satu persatu anggota Toxic yang berada di meja makan itu, hidangan yang harusnya di nikmati dengan lahap harus rela tercampur dengan darah para anggota Toxic. Setelah semua anggota Toxic tewas di tangannya, dia menyisakan satu orang yang sangat ingin dia siksa sebelum maut menjemputnya.
"Tuan Xiauling, anggotamu sudah tewas di tanganku, kau ingin mati dengan cara apa? coba katakan, aku akan mengabulkan permintaanmu dengan segera." ucap Alex sambil menodongkan senjata api ke arah musuhnya itu.
"Tidak semudah itu, kau harus melawanku terlebih dahulu, buang pistolmu. Mari kita bertarung sebagai seorang laki-laki." pinta Tuan Xiauling.
"Kau penipu!!!"
DORRRRR!!!
DORRRRRR!!!
DORRR!!!
DORRRR!!!
DORRRRR!!!
DORRRRRR!!!
DORRR!!!
DORRRR!!!
Delapan timah panas bersarang di kepala, dada, tangan, kaki, perut Tuan Xiauling. Hampir semua bagian tubuh musuhnya itu tidak luput dari amukan senjata api miliknya.
__ADS_1
"Kau telah salah meremehkan Alex Fernando. Meskipun kau begitu licik, bukan berarti aku tidak mampu mengalahkanmu. Mau bermain denganku? jangan harap kau akan hidup lebih lama lagi Tuan Xiauling!!!" ucap Alex dengan senyum menyeringai.