Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 168


__ADS_3

Markas Shadow...


"Apakah kau sudah siap untuk menjadi bos besar Hang Zhi?" tanya Mike.


"Tentu saja, aku tidak takut apapun," jawab Hang Zhi percaya diri.


"Bunuh Alex Fernando untukku," ucap Mike.


"Mengapa aku harus membunuh Alex Fernando? bukannya dia bos Death Angel yang sangat luar biasa itu?" jawab Hang Zhi ketus.


"Hah! kau hanya perlu menuruti semua perintah kami," Mike mulai terlihat marah karena sikap Hang Zhi yang angkuh.


"Memang benar aku ingin jadi bos besar, tapi jangan kau kira aku mau menjadi kelinci percobaanmu, jika bos Mike bisa melakukannya mengapa harus aku yang maju untuk melawannya? apa kau bercanda bos Mike? Aku memiliki misi lain yaitu mencari Jiho, jika dia sudah kutemukan dan ku binasakan, mungkin saja aku mau menuruti perintahmu," jawab Hang Zhi masih dengan kesombongannya yang luar biasa.


"Hahaha, kau adalah bibit unggul untuk menjadi penguasa yang sombong dan angkuh. Ayah dan kakakmu adalah 2 pria yang lemah, mengapa kau bisa begitu hebat. Apa rahasiamu Hang Zhi?" tanya Mike penasaran.


"Kau tanyakan pada tetua Yin Wei, dia yang mengajariku," bisik Hang Zhi yang langsung meninggalkan meja pertemuan dan membuat Mike kesal.


"Bocah tengil itu!" saat Mike ingin mengejar Hang Zhi, Gerald menahannya.


"Biarkan saja Mike, kau tidak perlu mengejarnya. Dia adalah satu-satunya alat untuk membuat kita lebih berkuasa, ayah mertuanya adalah dari kalangan Blue Dragon, kita akan mendapatkan perlindungan jika mampu meluluhkan hati Hang Zhi dan memintanya untuk mengatakan kepada tuan Chen Gao jika kita akan bergabung dengan mereka," ucap Gerald yang membuat Mike kembali menyadari tentang posisi Hang Zhi yang penting untuk saat ini.


"Iya kau benar juga, mendekati hari pernikahanmu, kau menjadi lebih pandai," ledek Mike.


"Hahaha, ucapanmu seperti mengisyaratkan rasa iri yang berlebih. Kau harus segera menemukan jennie dan melamarnya, Mike. Jika tidak kunjung kau temukan, lebih baik cari saja pengganti. masih banyak wanita di luar sana yang lebih segalanya dari Jeni," ucap Gerald menghibur Mike.

__ADS_1


"Hal yang paling mudah adalah berbicara, sangat sulit untuk melakukan tindakan. Aku sudah mencoba melupakan Jeni dengan segala cara, tapi tetap saja hanya dia yang ada di hati dan pikiranku," jawab Mike sendu.


"Ya kau memang benar, sudahlah! hentikan membicarakan gadis, termasuk gadis bernama Jeni, karena akan membuatmu mengingat kejadian yang menyedihkan di masa lalu. Lebih baik kita bersulang, kita minum sebanyak-banyaknya malam ini. Kita habiskan semua minuman ini dan semoga kau bisa segera melupakan segala kesedihan itu," ucap Gerald sembari bersulang dengan segelas wine di tangannya.


Keduanya menghabiskan banyak sekali minuman, hingga terlihat mabuk berat. Para anggota yang telah selesai melakukan pertemuan, satu persatu kembali ke markas. Kini hanya ada dua orang yang berada di ruang pertemuan itu.


"Alex Fernando, mengapa kau selalu membayangi hidup kami, Jeni dan Livy. Kedua gadis yang kami cintai semua terpesona dengan ketampananmu. Mengapa kau memiliki umur yang panjang, apa karena gangmu bernama Death Angel, jadi aku sendiri yang akan mencabut nyawamu?" celetuk Mike saat mabuk.


"Hahaha, kau benar juga Mike. Aku pernah menduga hal itu, mengapa Alex sulit sekali mati? jawabannya adalah karena dia malaikat maut itu sendiri. Kapan dia mati, tergantung dengan keinginannya. Padahal dia memiliki keinginan untuk membunuh kita, jadi kita yang akan mati terlebih dahulu? hahaha... leluconku bagus tidak?" jawab Gerald yang sama mabuknya seperti Mike.


Saat keduanya telah lelah membicarakan apa yang tidak mereka sadari, akhirnya keduanya lelah dan tertidur di tempat pertemuan itu. Dua pria yang mengenaskan, hidup segan mati tak mau.


...* * *...


Pria itu baru saja sampai di rumah mewahnya. Dia segera masuk ke kamar, tanpa menghiraukan sang istri yang sedang duduk membaca buku di atas ranjang. Sang istri yang juga tidak ingin terlalu memperhatikan pria tersebut, terlihat acuh.


"Aku akan mandi setelah ini, bersiap-siaplah. Aku butuh hiburan," pinta Hang Zhi.


Kyara hanya diam, dia terlihat kesal. Dia merasa hanya menjadi budak napsu Hang Zhi. Tapi apalah daya, dia tidak mampu melawan kekuatan pria tampan itu.


Beberapa menit telah berlalu, pria tersebut telah keluar dari kamar mandi dengan menggenakan handuk kimono.


Dia keluar kamar sebentar, dua menit kemudian, dia sudah kembali dengan membawa segelas minuman yang telah ia campur dengan obat yang mampu membuat Kyara bergairah.


"Ini untukmu minumlah," ucap Hang Zhi.

__ADS_1


"Tidak, terima kasih aku sudah minum tadi," jawab Kyara yang masih dengan posisi membaca buku.


"Aku suamimu dan turutilah apa titahku," ucap Hang Zhi.


"Tuan Hang Zhi yang terhormat, aku tidak minum segelas air itu, bisakah kau menghargaiku sekali saja?" jawab Kyara yang segera menutup buku yang ia baca dan meletakannya di atas nakas.


"Oh, jadi kau suka aku paksa?" Hang Zhi memaksa Kyara membuka mulutnya, Kyara memberontak, namun kekuatannya terlalu lemah.


Pada akhirnya, Hang Zhi yang berkuasa, dia mampu menakhlukkan gadis keras kepala itu dengan aksi brutalnya.


Setelah meminum air itu, Kyara merasa pusing. Tapi tubuhnya juga terasa panas, ada hal yang ingin ia keluarkan dari tubuhnya. Sesuatu yang sangat nyaman dan menenangkan.


Sedari tadi matanya tertutup, kini ia telah membuka matanya. Di depannya terlihat pria yang sangat ia harapkan kehadirannya.


"Jiho, mengapa kau lama sekali? aku sudah menunggumu. Aku sangat mencintaimu Jiho, bawa aku pergi dari sini," ucap Kyara yang mengira Hang Zhi adalah Jiho.


Awalnya Hang Zhi sangat kesal, tetapi saat Kyara mampu memberikan hati dan tubuhnya secara ikhlas kepadanya, amarah yang telah memuncak itu kian mereda meskipun yang ada di pikiran Kyara adalah Jiho. Dia tidak terlalu mempermasalahkannya.


Setelah menikah, baru kali ini dia merasakan cinta yang dalam dari seorang Kyara yang ia sebut sebagai gadis keras kepala dan tidak bisa diatur.


Malam ini menjadi malam yang paling bersejarah untuk Hang Zhi. Mungkin saja, kelak ia akan menggunakan cara yang sama untuk menakhlukkan hati sang istri yang angkuh itu, dan kemungkinan besar dia tidak akan menggugurkan kandungan sang istri jika Kyara mampu melihat cintanya meskipun hanya ada Jiho di pikiran Kyara.


"Lakukanlah dengan baik sayang, aku sangat mencintaimu," ucap Kyara yang sudah merasakan kenyamanan berulang kali karena kehebatan Hang Zhi.


Hang Zhi, pria brutal dan kejam yang mengelabui sang istri dengan tipu dayanya, kini telah selesai melaksanakan tugasnya, kedua tubuh polos itu telah roboh. Mereka berdua telah menggenggam kenyamanan yang sama dan cinta kasih yang sama pula meskipun berselimut tipu daya dan dusta yang Hang Zhi ciptakan sendiri.

__ADS_1


__ADS_2