Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Hak Suami!


__ADS_3

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.00, pesta kembang api juga telah usai. Saatnya semua anggota keluarga turun dari bukit untuk segera pulang kerumah.


Dalam perjalanan menuruni bukit, Laras dan Alex lakukan dengan hati-hati karena pencahayaan yang minim. Alex dan Laras bergantian menggendong anak-anak saat menuruni tangga hubungan antara bukit dan area yang ada dibawahnya. Semua berhasil turun dengan selamat tanpa drama sedikitpun.


"Daddy? kita pulang 'kan? aku sudah lelah," ucap Adya di barengi mulut kecilnya yang menguap.


"Iya, setelah ini pulang ke rumah," jawab sang mafia penuh kasih.


Kelima saudara Adya yang lain juga mengeluh kelelahan, periksa narasumber cepat langkah untuk menuju area tempat parkir mobil. Jarak antara bukit dan tempat parkir lumayan jauh, untung saja datang Tuan Carlo. Dia membawa sebuah kereta mini yang digunakan untuk mengantar mereka menuju tempat parkirnya mobil sang mafia.


"Kau selalu bergerak cepat, tapi ini apa?" tanya semoga yang heran dengan kendaraan kereta mini yang unik.


"Ini adalah kereta mini yang aku ciptakan, untuk mengangkut para penumpang berkeliling Taman Hiburan. Karena aku melihat kalian kelelahan, jadi aku berinisiatif untuk mengantar Tuan Alex sekeluarga menuju tempat parkir," jelas Tuan Carlo yang selalu mengerti apa yang para pengunjung butuhkan, apalagi dia sudah ada DP 300 juta, pelayanan semakin eksklusif.


"Luar biasa kau Tuan, Tidak diragukan lagi setelah ini, aku akan berinvestasi di Taman Hiburan milikmu agar semakin berkembang dan maju pesat. Apa kau menyetujui permintaanku?" Tawaran yang menggiurkan dari sang mafia membuat Tuan Carlo tak mampu menolaknya.

__ADS_1


"Aku merasa menjadi orang yang paling beruntung di seluruh dunia, Tuan Alex datang kemari saja sudah memberikan dampak positif pada Taman Hiburan milikku ini. Apalagi Tuan Alex mau menjadi investor di Taman Hiburan yang masih dalam tahap pembangunan ini. Aku 100% setuju!"


Tuan Carlo sangat kagum dengan sosok sang mafia, selain royal, Alex juga seorang pria yang bertanggung jawab kepada anak dan isterinya, padahal Tuan Carlo mengetahui jika Alex adalah seorang mafia tapi mampu membagi waktu dengan baik. Dia adalah saksi hidup saat sang mafia saat awal perusahaan Dounghun Farmasi berkiprah di kota New York. Tuan Carlo dan Alex telah saling mengenal sejak 4 tahun yang lalu, waktu itu Alex membutuhkan seorang pria yang mampu menjadi mata-mata. Tuan Carlo jadi pendaftar pertama, Alex langsung tertarik dengannya kemudian memberikan tugas untuk menyelidiki berbagai kasus yang menerpanya di dunia mafia. Namun beberapa tahun kemudian, Tuan Carlo mundur, dia lebih memilih menjadi manusia biasa tanpa embel-embel mata kedua sang mafia di belakangnya. Selama ini, Dia telah melewati banyak sekali rintangan saat masih bergabung dengan sang mafia. Tapi kini dia telah memilih jalannya sendiri, Alex juga tidak mengekangnya ataupun memaksanya tetap tinggal. Sang mafia hanya ingin jika suatu saat dia membutuhkan bantuan Tuan Carlo, pria itu mampu membantunya dengan segera, dan hal itu terbukti sekarang. Dia mengetahui jika Tuan Carlo membangun sebuah Taman Hiburan. Sang Novia langsung membooking tempat itu seharian dengan 300 juta yang ia miliki.


Alex akan segera mentransfer uang 800 milyar untuk investasi di Taman Hiburan Tuan Carlo. Mendengar nilai yang fantastis, membuat Tuan Carlo enggan menerimanya karena akhir-akhir ini dia dituduh sebagai pelaku penggelapan uang. Jika Alex mengirim uang dengan jumlah di atas rata-rata, dia akan tertangkap meskipun itu bukan salahnya. Tuan Carlo memilih untuk lebih berhati-hati.


"Simpan saja uangmu itu Tuan! buatlah Taman Hiburan sendiri, aku akan membantumu mengurus izinnya, kau hanya terima beres. Kau bisa menemuiku besok pagi untuk membahas hal ini," ucap Tuan Carlo sembari menyetir kereta mini, sebenarnya dia ingin melanjutkan pembicaraan tentang penyusup yang datang ke Taman Hiburan miliknya, sekaligus memberikan kabar terbaru mengenai sang penyusup dengan beralasan membuat Taman Hiburan.


Alex langsung menangkap kode dari Tuan Carlo, dia setuju dengan sarannya.


Kelima anaknya merasa bosan dan sangat mengantuk, berulang kali mulut mereka menguap. Pada akhirnya kelelahan membuat lima baby luar biasa tumbang.


'Mereka tidur, kegiatan hari ini sangat menguras tenaga para pria-ku. Tapi aku merasa senang, ada suamiku yang selalu membantu menjaga lima lembar jenius yang super aktif ini,' batin Laras, ia merasa tentram saat melihat kelima anaknya terlelap dalam tidur.


Alex yang berada di samping Tuan Carlo kemudian menoleh ke arah belakang, dia tersenyum mendapati anak-anaknya telah memejamkan matanya.

__ADS_1


'Bagus! mereka selalu berpihak kepadaku, jika mereka sudah tidur, malam ini pasti tidak ada gangguan lagi. Double ronde pun akan terlaksana dengan lancar tanpa gangguan,' batin Alex, ide yang bagus mengajak mereka ke Taman Hiburan, karena anak-anaknya bisa tidur lebih awal. Biasanya kelima anaknya akan tidur saat pukul 11 malam, itu saja pasti akan merepotkan, dia tidak akan pernah bisa bermesraan, sebab ada saja tingkah mereka. Malam ini adalah kesempatan yang langka, dia akan memanfaatkan sebaik mungkin.


Laras yang mampu membaca isi hati sang mafia, dari pandangan matanya yang penuh dengan kenakalan, sudah dipastikan apa yang ada di pikiran dan hatinya adalah me*sum semata. Mengetahui hal ini, Laras kemudian berkata," Kau jangan memikirkan hal yang macam-macam."


Tuan Carlo tidak bisa terlalu banyak komentar, dia menyadari kapasitasnya sebagai orang luar.


Setelah menempuh perjalanan dua puluh menit, kereta mini Tuan Carlo setelah sampai di tempat parkir. Alex dan Tuan Carlo turun dari kereta mini kemudian membantu Laras menggendong satu persatu kembar limanya untuk dimasukkan ke dalam mobil.


"Beres! semua sudah masuk mobil. Terimakasih Tuan Carlo atas segala fasilitas yang kau berikan selama kami berada di Taman Hiburan seharian penuh. Kelak kami akan menjadikan Taman Hiburan ini sebagai destinasi wisata keluarga," ucap sang mafia sembari memeluk erat tubuhnya.


"Aku juga berterimakasih padamu, berkat kau, Taman Hiburan ini mampu mencapai penghasilan tertingginya, sekali terimakasih," jawab Tuan Carlo sembari menepuk punggung sang mafia, mereka terlihat sangat akrab.


Mereka berdua melepaskan pelukannya, Tuan Carlo mengatakan jika dia memiliki urusan penting yang tidak bisa ditinggal. Dia juga berpesan kepada Alex dan isterinya untuk berhati-hati karena waktu malam biasanya banyak sekali penjahat berkeliaran.


Suasana tempat parkir sangat sepi, karena hanya beberapa mobil saja yang terparkir di sana. Itupun semua milik karyawan yang bekerja di Taman Hiburan Tuan Carlo.

__ADS_1


Segera saja, Alex masuk ke dalam mobil bersama sang isteri dan melajukan kendaraannya perlahan menuju rumahnya.


__ADS_2