Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 187


__ADS_3

Setelah satu minggu berlalu, akhirnya hari yang di nanti tiba. Laras akan segera melahirkan baby A. Segala persiapan telah di lakukan, hanya menunggu reaksi alamiah dari sang ibu hamil. Pagi tadi Laras sudah mengalami mulas teratur, sang dokter segera membawa ibu hamil itu ke dalam ruang persalinan. Sang mafia menemani sang isteri di dalam ruang persalinan.


"Bagaimana rasanya sayang?" tanya sang suami yang setia mendampingi Laras. Alex menggenggam erat tangan sang isteri.


"Tidak bisa di gambarkan dengan kata-kata," jawab Laras yang merasakan perasaan sakit luar biasa di dalam perutnya.


"Kau pasti bisa sayang," ucap sang mafia.


Dokter yang mendampingi persalinan Laras, segera mengecheck pembukaan jalan lahir bayi.


Saat sang dokter melakukan pemeriksaan, sang mafia memperhatikan dengan seksama.


"Leher rahim sudah mengalami pembukaan jalan lahir secara lengkap." Kabar baik dari sang dokter membuat Alex dan Laras sangat bahagia.


Rasa nyeri terasa kembali, sang dokter menyarankan Laras untuk berbaring miring ke kiri.


"Dokter, sakit sekali," Rasa nyeri luar biasa terasa di dalam perutnya, ada sesuatu yang mendorong ingin segera keluar. Untuk kesekian kalinya Laras mengalami kontraksi.


"Siapkan alat-alatnya, kita lakukan persalinan." Sang dokter dan para perawat bertugas membantu proses melahirkan sang isteri. Dukungan mengalir dari dokter, perawat dan sang suami sendiri.


"Lex!" Laras menjambak rambut sang suami. Bahkan mencubit hingga menggigit tangan sang suami.


"Lakukanlah apapun agar bisa membuatmu tahan rasa sakit itu sayang, kau kuat! kau pasti mampu melewatinya." Alex tak berdaya saat sang isteri kembali menjambak kembali rambut sang mafia hingga rontok. Dia membiarkan hal itu terjadi.


Alex menatap wajah sang isteri dan terus menguatkan sang isteri. Alex tak melepaskan genggaman tangannya. Saat Laras sudah ingin menyerah, sang suami memberikan energi positifnya kepada Laras.


Setelah perjuangan luar biasa yang Laras lakukan, pada akhirnya satu persatu baby A mulai lahir ke dunia.


Laras merasa lega, saat bayi ke lima lolos dari jalan lahirnya. Bahagia sekali rasanya, rasa sakit itu perlahan mulai hilang, kini berganti rasa bahagia karena mendengar suara ke lima jagoan sang mafia.


"Putera anda berdua sudah lahir ya nyonya? mereka sehat. Untuk sementara kami akan merawatnya secara intensif." Sang dokter segera membawa ke lima baby A ke ruangan khusus untuk melakukan perawatan lebih lanjut.


"Baik dok, lakukan yang terbaik untuk putera kami." Sang mafia mengelap keringat yang keluar dari kening Laras. Dia menatap wajah sang isteri dan mencium keningnya.


"Terimakasih sayang, perjuanganmu sungguh luar biasa. Aku semakin mencintaimu, terimakasih telah memberikanku lima baby sekaligus." Alex sangat bahagia, ia memeluk erat tubuh sang isteri. Mencium kening dan bibir sang isteri mesra.


Setelah proses persalinannya usai, Richi, Angela, dan nyonya Fira satu persatu sudah masuk ke dalam ruang persalinan.

__ADS_1


"Wah, selamat ya? sudah jadi mommy dan daddy." Ucapan selamat Angela berikan kepada bos dan sang isteri. Dia juga merasakan kebahagiaan yang sama.


"Terimakasih sayang, kau sudah memberikan lima cucu untukku dan Hans." Nyonya Fira terharu dengan perjuangan luar biasa sang anak yang pasti sangat menguras tenaga saat melahirkan baby lebih dari satu.


"Bos, kau hebat!" Richi menepuk pundak sang mafia. Dia bangga dengan sang bos karena meskipun di jambak, di gigit dan di cubit, sang bos masih tetap semangat menemani persalinan sang isteri.


"Lex, kenapa rambutmu? acak-acakan seperti itu?" ledek nyonya Fira. Sebenarnya dia tahu maksud dari suasana ini, tetapi dia memang ingin mengerjai sang menantu.


"Ulah anakmu," jawab sang mafia datar.


Seketika semua orang tertawa.


...* * *...


Satu bulan kemudian...


Kamar utama kini telah ramai dengan suara baby A. Kebahagiaan Laras dan Alex semakin lengkap dengan bertambahnya berat badan lima jagoan mereka. Dokter telah membantu melakukan segala hal yang terbaik untuk anak-anak sang mafia. Laras merasa senang, ada banyak orang yang mendukung dirinya, terutama sang suami.


"Sayang, terimakasih karena selama satu bulan ini, kau mendampingiku merawat dan menjaga mereka. Bahkan kau terjun langsung mengganti popok. Kau adalah mafia serba bisa." Ucapan Laras terdengar ambigu, antara mengejek atau memuji.


"Si saat seperti ini, aku bukan menjadi mafia, tetapi manusia biasa." Alex memeluk tubuh Laras.


"Kau semakin cantik sayang, aku tak mampu menunggu terlalu lama." Sang mafia menginginkan haknya, namun karena dokter menyarankan agar setelah 40 hari baru boleh berhubungan, sang mafia sangat tersiksa.


"Sabar sayang, tinggal beberapa hari lagi. Tapi lebih baik kau jaga kesehatanmu, kau lebih banyak begadang daripada aku." Sang isteri melihat ada kantung mata di wajah sang suami. Laras memuji Alex yang menjadi daddy siaga.


"Setelah ini kita pergi ke New York ya? kau mau?" Sang suami mengajak Laras berpindah domisili karena ingin suasana baru.


"Apa kau sudah menyiapkan segalanya? bagaimana dengan Death Angel?" tanya sang isteri yang khawatir jika ia pergi ke New York Death Angel akan terbengkalai.


"Ada Richi dan Angela, mereka yang akan menggantikan posisiku. Di sini semua aman, tidak ada lagi pemberontak. Apa kau mau?" Sekali lagi, sang mafia mengajak sang isteri pergi ke New York untuk pindah domisili.


"Tunggu anak-anak usia lima tahun saja ya? aku masih ingin di sini. Sudah lama aku mendambakan hidup bahagia bersamamu dan anak-anak kita di tanah kelahiranku." Laras bernegosiasi dengan sang mafia. Untuk pindah ke kota yang baru, butuh adaptasi dengan lingkungan baru, Laras beralasan jika baby A masih bayi. Kasihan jika harus langsung di pindah ke negara empat musim itu.


"Kau benar juga sayang, aku hanya ingin yang terbaik untuk kalian berlima. Jika itu pilihanmu, aku menghormatinya." Sang mafia mencoba mengerti dan memahami keinginan isteri tercintanya. Apapun keputusan sang isteri, dia akan menerimanya.


"Lalu setelah ini, apa aku boleh menciummu?" Alex mulai lagi, insting binatang buasnya kembali muncul.

__ADS_1


"Jangan di sini, anak-anak baru saja tidur." ucap sang isteri yang mengajak Alex untuk sedikit menjauh dari posisi sekarang mereka berdiri.


"Tidak masalah," ucap sang mafia yang menuruti apapun perkataan sang isteri.


Mereka berdua memadu kasih di sela ruangan khusus yang di jadikan tempat ngegim sang mafia.


"Kau semakin cantik." Alex membelai wajah sang isteri, mencium harum rambutnya. Membisikkan kata-kata cinta padanya.


"Kau juga semakin tampan, tapi wajahmu kusut sekali." Laras menahan tawa saat harus memuji sekaligus meledek sang mafia.


"Terserah apapun yang kau katakan, tetapi aku sangat mencintaimu. Aku ingin mencium bibirmu." Saat sang mafia mendekatkan bibirnya ke arah bibir sang isteri, kelima baby A menangis secara bersamaan. Membuat Laras panik.


"Sayang! anak kita." Laras berlari menuju kelima baby A nya.


Dia seketika melupakan sang suami yang tengah menunggu ciuman manis darinya.


"Astaga! ini akan sulit bagiku menyalurkan hasrat binatang buasku, Lex bersabarlah!" Sang mafia mengikuti langkah sang isteri. Dia membantu Laras memberikan masing-masing satu botol susu untuk ke lima anaknya.


Alex dan Laras sangat menikmati menjadi orang tua baru. Hidup mereka semakin semarak dengan kehadiran baby A yang lucu dan menggemaskan.


...♥️♥️♥️♥️♥️...


NB :


Lega rasanya, kelar juga lahirannya.


Mereka bahagia guys.. 😎😍😍


Selamat buat Laras dan Alex...


Maaf kemarin othor rada sibuk jadi hanya bisa up satu bab saja.


🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Terimakasih untuk teman-teman reader yang masih tetep setia dengan cerita cinta satu malam bos mafia...


Semoga kalian semua terhibur.

__ADS_1


Oh iya, othor lagi coba buat novel komedi romantis, kek nikah kontrak gitu. Bukan soal mafia, tetapi semoga kalian suka ya...



__ADS_2