Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Babak belur


__ADS_3

Han Bin berada di markas Death Angel dengan penjagaan ketat Willy dan Richi. Dia bahkan tidak bisa bergerak sedikit pun, ingin ke kamar mandi saja kesulitan. Alhasil dia menahannya.


Richi melihat si bocah sok-sokan itu seperti menahan sesuatu.


"Bocah? kenapa kau? apa kau kebelet?" tanya Richi.


"Iya," jawab si bocah.


"Bilang, aku tidak mau kalau kau kencing di sini, malas lah, pasti bau. Apalagi kau penjudi, suka minum minuman beralkohol," ungkap Richi yang sudah hafal di luar kepala soal itu.


"Aku tidak membutuhkan ceramahmu, aku hanya ingin ke toilet. Jaga aku, nanti kalau kabur bagaimana?" Si bocil memang tidak ada takut sama sekali.


"Oke! cepat jalan!" perintah Willy yang tidak terlalu suka dengan kesombongan Han Bin.


Han Bin dijaga oleh dua orang dedengkot Death Angel sampai di toilet yang berada di dalam markas tersebut. Design toilet itu seperti hotel bintang lima Han Bin dibuat kagum.


Dia masuk ke dalam toilet tersebut.


"Design toilet markas ini, sama persis dengan rumah ayah di Macau." Si bocah teringat akan rumah super mewah sang ayah.

__ADS_1


Dia sebenarnya merindukan keluarganya.


Si bocah masuk ke dalam bilik toilet yang mewah itu kemudian melakukan ritual.


Beberapa detik setelahnya, dia keluar dari bilik itu dan mencuci kedua tangannya menggunakan sabun dan air yang mengalir.


Han Bin menatap cermin di depannya, dia menatap wajahnya di sana.


"Han Bin, sampai kapan kau akan seperti ini? kekasihmu ada dipelukan penjahat, kau sama sekali tidak menolongnya? kau bahkan belum memiliki sekutu yang kuat untuk melawan MK, sialan sekali kau Han !" Si bocah saking kesalnya meninju cermin di depannya.


Suara cermin yang terpecah, didengar oleh Willy dan Richi yang berada di luar toilet.


Seketika itu juga, keduanya ke dalam toilet dan memeriksa apa yang terjadi.


"Apa kau tidak waras? semuanya ada di markas ini adalah milik kami, mengapa kau merusaknya dengan sengaja?" Willy yang berwajah tegas kemudian mendekat ke arah sang bocil.


Dia menghajar si bocah sampai babak belur, tidak ada ampun lagi bagi bocah tersebut.


"Wil, cukup Wil!" dia akan mati jika kau memukulnya tanpa henti!"

__ADS_1


Richi mencoba menjaga dan menahan diri untuk menghabisi si bocah, tetapi tidak demikian yang ada dipikiran Willy.


Sejak awal dia sama sekali tidak menyukai kehadiran si bocah, dia menentang kedatangan Han Bin karena dia berpendapat, Han Bin bisa saja seperti mata-mata yang datang kepada Alex dan Death Angel.


"Kau membunuhku pun tidak ada gunanya, lebih baik gunakan tenagamu dengan cara yang bijak." Ucapan si bocah membuat Willy tersadar jika dia tidak boleh menghabisi orang yang belum jelas asa usulnya, bos Alex saja tetap memaafkan para musuhnya, setelah itu, dia akan menembak kepala mereka semua yang tidak mengikuti aturan main darinya.


"Hah!"


Willy kesal, dia menghentikan pukulan mematikannya, dan bangkit.


"Kau bocah sialan! banyak bicara!"


Willy meninggalkan si bocah di dalam toilet.


"Kau urusi dia Richi!" imbuhnya.


BRUAK!


Dia membanting pintu dan pergi begitu saja. Willy terlihat sangat kesal.

__ADS_1


Richi membiarkan Willy pergi, dia segera mungkin menyelesaikan urusan dengan si bocah yang seorang anak milyader di kota Macau.


....


__ADS_2