Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 170


__ADS_3

"Kenapa kau meneleponku sepagi ini?" tanya Hang Zhi kesal.


"Bos! hadiah untuk tuan Gao, sudah kami kirim ke rumahmu, semoga itu sesuai dengan keinginanmu," jawab sang anak buah.


"Oh aku kira apa, oke baiklah! kau lanjutkan tugas mu!" ucap Hang Zhi.


"Siap bos," jawab sang anak buah.


Hang Zhi beranjak dari tempat tidur, ia segera keluar dari kamar mewahnya. Langkah kakinya perlahan menuju ruang tamu, di sana ada sebuah kotak yang lumayan besar berada di lantai. Dia merasa senang saat mengetahui jika kado untuk tuan Gao sudah datang.


"Pasti tuan Gao sangat senang, bagaimana tidak? kotak berisi hadiah luar biasa ini, mana mungkin dia tidak menyukainya?" raut wajah Hang Zhi dipenuhi dengan kebahagiaan, dia yakin tuan Gao pasti akan memberikan dukungan penuh.


Hang Zhi teringat akan Kyara, kemudian ia menuju dapur, ia meminta pelayan untuk membuatkan makanan yang paling istimewa untuk isterinya.


Beberapa menit kemudian, makanan itu telah siap, saat sang pelayan ingin mengantarkan makanan itu ke dalam kamar, Hang Zhi mencegah langkahnya, dia mengatakan jika dirinya yang akan membawa nampan berisi satu menu sarapan pagi untuk Kyara.


Pelayan tersebut tercengang, dia tidak percaya jika bos kejam Hang Zhi bisa semanis ini kepada isterinya.


Hang Zhi membawa nampan berisi menu sarapan pagi itu dengan senyum termanisnya, perlahan dia membuka pintu kamar, langkah kakinya begitu yakin saat melihat sang isteri yang sedang duduk di atas sofa sembari membaca sebuah buku, saat Kyara mendongakkan kepalanya, ia terkejut karena ada Hang Zhi yang langsung menyodorkan nampan berisi menu sarapan pagi istimewa tepat di depan wajahnya.


"Buku itu kau letakkan dulu, pelayan sudah menyiapkan sarapan istimewa untukmu, aku akan menyuapi mu, kau mau kan?" ucap Hang Zhi yang membuat Kyara terdiam, dia merasa jika pria kejam itu menginginkan sesuatu darinya.


"Tidak tuan! terima kasih, aku makan sendiri saja, berikan padaku," Kyara hendak mengambil nampan dari tangan Hang Zhi, namun pria kejam itu menahannya.


"Kali ini menurut lah, kau akan aku suapi," Hang Zhi memaksanya, karena merasa Hang Zhi memiliki maksud lain. Kyara mencoba menolaknya dengan halus.


"Maaf tuan Hang Zhi, aku bisa makan sendiri. Berikan nampan itu padaku," ucap Kyara lembut.


Seharusnya Hang Zhi marah, tetapi lagi-lagi dia menjadi lebih lembut dari sebelumnya.


"It's oke, no problem. Makanlah sepuasmu jika kau tidak ingin aku suapi, aku akan menemanimu makan," sikap Hang Zhi yang diluar kebiasaan ini membuat Kyara takut. Dia khawatir apa yang telah ia lakukan di belakang Hang Zhi telah di ketahui oleh pria kejam itu.


Saat Kyara memasukkan sesendok makanan ke dalam mulutnya, Hang Zhi menatap wajahnya, membuat gadis itu tidak nyaman.


"Tuan Hang Zhi, bisakah kau pergi dariku sebentar? bagaimana aku bisa makan jika kau melihatku seperti itu?" ucap Kyara dengan lembut.


"Oh, maaf aku terlalu mengagumi dirimu, jadi melihatmu adalah suatu keharusan. Tapi jika kau tidak menyukainya, aku akan bekerja saja," Hang Zhi mengalihkan pandangannya pada layar ponsel, kini ia sok sibuk membahas pekerjaan bersama beberapa rekan bisnisnya.

__ADS_1


Kyara segera menghabiskan makanannya dengan perlahan, dia gugup sekali. Harusnya dia sudah mengirim pesan untuk Jiho, tetapi karena ada Hang Zhi di sana, dia mengurungkan niatnya.


"Tuan Hang Zhi, aku sudah selesai makan. Setelah ini, aku akan membawa nampan ini ke dapur," pinta Kyara.


"Letakkan saja di meja nampannya, biar nanti aku yang membawanya ke dapur," perintah Hang Zhi yang masih fokus menatap ponselnya.


"Aku sudah biasa tuan, biarkan saja aku yang membawanya ke dapur," jawab Kyara memaksa.


"Baiklah, karena mood ku sedang baik, lakukanlah sesukamu," Hang Zhi benar-benar menjadi orang yang berbeda. Pria kejam yang sulit ditebak.


Kyara beranjak dari tempat duduknya dan segera menuju ke dapur. Sesampainya di dapur, dia meletakkan nampan itu di meja makan. Saat dia ingin mencuci piring, tiba-tiba saja seorang pelayan mencegahnya.


"Nona muda jangan lakukan hal ini, nanti tuan Hang Zhi akan marah padaku," ucap sang pelayan yang ketakutan.


"Jika dia memarahimu, aku yang akan bertanggung jawab. Kau tenang saja, lebih baik kau melakukan tugasmu yang lain," pinta Kyara.


Setelah sang pelayan pergi, Kyara segera mengambil ponsel yang ada di saku celananya, dengan cepat, gadis itu segera mengirimkan pesan yang sudah ia ketik tadi kepada Jiho.


"Huft, akhirnya aku bisa mengirimkan pesan ini, semoga Jiho segera membacanya," Setelah itu, Kyara mematikan ponsel tersebut, sebagai langkah antisipasi agar Hang Zhi tidak mencurigainya.


...* * *...


Pagi telah menjelang, tetapi Jiho masih semangat untuk berlatih. Dari semalam, dia belum berhenti. Semangat untuk melepaskan Kyara dari penderitaannya membuat Jiho menjadi orang yang lebih optimis dari sebelumnya.


Di saat dia fokus berlatih, tiba-tiba anak buahnya datang.


"Bos ponselmu berbunyi," Lapor sang anak buah.


"bagaimana bisa ponselku ada padamu?" tanya Jiho.


"Saat kau pingsan, bos lupa membawa ponsel itu. Aku berinisiatif mengambilnya dari ruanganmu karena aku tahu, kau selalu merindukan ayahmu. Meskipun kalian bermusuhan, aku sering melihatmu memandang fotonya. Jika ponsel ini tertinggal di markas kita, bagaimana bisa kau akan memandang foto ayahmu?" Sang anak buah sangat pengertian dengan bosnya.


"Terima kasih, kau adalah anggotaku yang paling setia," ucapan terima kasih Jiho kepada sang anak buah.


Setelah menerima ponsel dari sang anak buah, Jiho mengistirahatkan tubuhnya, dia duduk dengan meluruskan kakinya, membiarkan tubuhnya menyandar di tembok.


Dia segera membuka ponsel itu, saat dia menatap layar ponselnya, terlihat nomor ponsel dari seseorang yang sangat ia tunggu kabarnya. Nomor ponsel itu adalah milik Kyara. Di dalam ponselnya, ia memberikan nama Kyara dengan sebutan bonekaku, karena Jiho sangat gemas dengan wajah Kyara yang seperti boneka.

__ADS_1


Jiho terlihat sumringah, dia tersenyum-senyum saat melihat nomor bonekaku mengirimkan pesan padanya.


Namun saat mengetahui isi dari pesan tersebut, raut wajahnya berubah, dia menjadi sangat marah.


"Bedebah! Hang Zhi! bagaimana bisa kau membuat calon kakak iparmu menjadi istrimu! bangs*t!" Jiho mengepalkan tangannya dan menghantamkannya ke lantai. Emosinya memuncak saat membaca isi pesan dari Kyara.


Jiho segera menelepon nomor tersebut, tetapi nomor tersebut tiba-tiba tidak aktif lagi.


"Ini tidak bisa dibiarkan, bagaimana bisa aku kehilangan Kyara! tidak boleh terjadi! Kyara hanya milikku. Hang Zhi adalah binatang, dia pasti telah memperlakukan kekasihku dengan buruk, tunggulah pembalasanku Hang Zhi!" Jiho perlahan bangkit dan menyimpan ponsel di saku celananya. Kali ini, dengan semangat dan amarah membara Jiho kembali berlatih, karena dia melakukan latihan dengan amarah, segalanya menjadi kacau.


Bos Alex yang sedari tadi memperhatikan Jiho, kemudian menghampirinya. Bos Alex mencoba memukul Jiho dari belakang. Sang mafia tidak menduga jika Jiho mengetahuinya dan langsung berbalik, dia membalas pukulan bos Alex.


"Bagus juga responmu, lebih bagus lagi jika kau melakukannya dengan tenang. Kekuatan pukulanmu memang sudah lebih dari sebelumnya, tetapi jika cara memukulmu seperti ini, musuh akan sangat mudah membalas pukulanmu," ucap sang mafia.


"Maaf bos! aku sedang marah! Kyara telah disekap oleh Hang Zhi, ayahnya juga telah menjual kekasihku pada binatang itu, bagaimana bisa aku tidak marah bos?" ucap Jiho menggebu-gebu.


"Aku mengerti perasaanmu Jiho, tetapi alangkah baiknya, kau tenangkan dulu hati dan pikiranmu. Buat segalanya menjadi mudah, kau adalah bagian Death Angel, apapun masalahmu, katakan padaku, aku pasti akan membantumu," jawab sang bos mafia.


Jiho menghela nafas panjang, dia mencoba berpikir jernih, pada akhirnya dia menuruti apa yang dikatakan oleh sang bos.


"Maaf bos Alex, aku terbawa perasaan, aku dan Kyara selama berhubungan, tidak pernah sekalipun aku melecehkannya, dia adalah cinta pertamaku dan ciuman pertamaku. Selain itu, aku tidak pernah melakukan apapun padanya karena aku sangat menghormatinya, tetapi saat aku tahu, hal yang sangat aku jaga telah direnggut dengan paksa oleh adikku sendiri, hal itu membuatku marah dan bahkan sangat marah. Aku ingin sekali membunuhnya bos! tapi aku memiliki sifat yang jauh darinya, jika aku mengingat saat kami masih kecil, kami selalu bersama melewati suka dan duka bersama tapi jika nyatanya kita berdua memiliki perbedaan, bahkan dia berani melecehkan kekasihku sendiri, tidak ada ampun untuknya bos," ucap Jiho berkeluh-kesah, dia menceritakan segalanya kepada sang mafia.


"Kita memiliki persamaan nasib, kakakku juga binatang seperti Hang Zhi, dia telah melecehkan istriku. Aku telah membunuh kakak kandungku sendiri, tidak ada sesal didalam hatiku saat melakukannya, karena aku yakin ayah dan ibu pasti bangga padaku. Jika aku membiarkan kakakku hidup, justru kehormatan Blue Sea akan tercoreng. Jiho, jangan pernah merasa sendiri, Death Angel adalah satu kesatuan. Aku tidak pernah membedakan anggota yang satu dengan yang lainnya, semuanya hebat. Aku mempercayai kalian semua, jika kekasihmu meminta pertolonganmu, dalam waktu dekat kita akan segera melakukan penyerangan. Tetapi dengan catatan, kita tidak boleh gegabah, kita lihat situasi dan kondisinya dulu. Willy dan timnya juga akan menyelidiki hal ini, selama Willy dan timnya melakukan penyelidikan, kau dan teman-temanmu berlatih lah lebih keras lagi dari hari ini. Baiklah, kau istirahat saja, aku setelah ini juga akan istirahat. Karena semalaman ini aku yang bertugas menjaga markas," perintah sang mafia.


"Baik bos! terima kasih atas pengertian dan bantuannya," jawab Jiho merasa terharu.


Alex mengangguk, dan berjalan menuju kamarnya.


NB :


Hay gaes, sampai detik ini, gimana ya ceritanya babang Alex? masih seru gak? 🤭


Semoga selalu mampu menghibur, membuat baper, tegang dan lain sebagainya.🤣🤣🤣


Terima kasih masih tetap setia!


Semangat!

__ADS_1


Sehat selalu dan sukses selalu untuk teman-teman!❤️❤️🙏🙏🙏


__ADS_2