Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Sampai di bandara!


__ADS_3

Bandara Internasional Jhon F. Kennedy...


Pesawat baru saja mendarat, dua orang yang sedari awal sangat antusias dengan kota New York tersenyum gembira. Keduanya mengambil koper dan mengantri untuk keluar dari pesawat tersebut.


"Udara New York!" ucap Joan Vin. Dia memejamkan mata saat berjalan menuruni tangga pesawat.


Sang ayah tersenyum melihat putranya yang begitu antusias saat sampai di kota New York. Keduanya berjalan bersama-sama penumpang yang lain menuju pintu keluar bandara.


Setelah berada di luar, keduanya berniat memesan taksi, tetapi seorang pria gagah berjas hitam menepuk pundak Tuan Vin.


"Tuan, mari ikut denganku. Tuan Fudo memintaku untuk mengantarmu menuju apartemen mewah yang sudah tetua siapkan." Seorang anak buah Tuan Fudo ternyata sudah menyiapkan segalanya untuk kedua orang yang masih memiliki kekerabatan dengan sang mafia.


"Baiklah!" ucap Tuan Vin, sembari berjalan menuju mobil yang akan mengantarkan keduanya menuju apartemen mewah.


Namun, saat dia ingin masuk ke dalam mobil, ada hal yang membuat Joan terkejut.

__ADS_1


"Apa itu Rean dan suami barunya?" ucap Joan saat melihat seorang wanita yang mirip sekali dengan mantan istrinya sedang berdiri dengan seorang pria, mereka mesra sekali. Sampai berciuman di tengah hiruk pikuk bandara tersebut.


"Shiit*!" umpat Joan karena kesal harus melihat adegan menyebalkan wanita yang mirip dengan mantan istrinya.


"Jo, ayo masuk! aku sudah lapar!" panggil sang ayah yang perutnya sudah keroncong.


"Oh ya, baik ayah!" Joan menuruti ucapan ayahnya, ia segera masuk ke dalam mobil yang akan mengantarnya menuju apartemen mewah milik yang di khususkan untuk mereka berdua.


Di sepanjang perjalanan, Joan terlihat murung, membuat sang ayah khawatir.


"Jo? sejak tadi kau hanya diam dan wajahmu terlihat murung, apa yang terjadi kepadamu?" tanya sang ayah penuh perhatian.


"Oh itu, biarkan saja. Aku akan meminta Alex untuk mencarikan gadis cantik dan baik untuk segera kau nikahi." Tuan Vin sangat mencintai sang putra, dia tidak rela jika hanya karena Rean, Jo harus patah hati berulang kali.


"Hm, bukan seperti itu ayah, aku hanya kesal dengannya." Masih ada raut kecemburuan di wajah tampan Joan, bagaimanapun juga Joan dan Rean adalah dua insan yang menikah atas nama Tuhan. Tidak mudah baginya untuk melupakan begitu saja wanita yang telah menghiasi harinya beberapa tahun tersebut.

__ADS_1


Apalagi proses perpisahan mereka yang aneh dan terlalu cepat. Jo dan Rean berpisah karena harta, padahal Jo sangat mengenal Rean, wanita itu bukan wanita gila harta seperti yang lain di luar sana.


Jo masih ingin mengungkap alasan di balik keputusan Rean yang meninggalkannya begitu saja hanya karena harta.


"Ayah, apa Alex bisa membantuku mencari tahu tentang Asley Xie?" ucap Joan dengan tiba-tiba. Dia menatap ke arah mata sang ayah yang enggan memberikan jawaban.


"Relakan saja Rean, itu baik bagimu. Soal Asley, darimana kau tahu nama itu aku sama sekali tidak akan bertanya, namun ingat satu hal. Berhati-hati di tempat ini, karena kota ini bukan wilayah kekuasaan Alex. Dia juga dalam bahaya saat memutuskan tinggal di tempat ini, ka paham?" Tuan Vin menyembunyikan banyak hal tentang Asley Xie dari Joan untuk kebaikannya di masa depan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2