Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 45


__ADS_3

Nyonya Fira berhenti sejenak, dia memberikan pertolongan pertama untuk Alex agar pendarahannya berhenti. Dia membuka baju Alex kemudian merobek baju itu menjadi beberapa bagian, dia menutupi luka tembak itu dengan kain tersebut dan melilitkan sisa kain yang lain ke dada bos mafia itu. Untung saja luka tembak yang di alami oleh Alex tidak separah yang di bayangkan oleh nyonya Fira, jadi dengan mudah Ia bisa menghentikan pendarahan itu. Setelah selesai memberikan pertolongan pertama untuk luka Alex, Willy dan Nyonya Laras kembali melanjutkan perjalanan untuk keluar dari hutan itu. Tuan Hans berjalan di belakang mereka, nyonya Fira menegur sang suami yang hanya santai-santai saja sedangkan dirinya bersama Willy memapah tubuh kekar Alex yang lumayan berat itu.


"Suamiku, apa kau tidak memiliki belas kasihan sama sekali?" Tanya Nyonya Fira kesal.


"Apa yang ku lakukan?" Jawab Tuan Hans.


"Kau gantikan aku memapah Tuan Alex, bagaimanapun juga, dia telah menolong kita." Ucap nyonya Laras.


"Cih!!! dia hanya pura-pura terluka. Coba lihat, pendarahannya sudah berhentikan? dia sedang berakting. Seorang mafia seperti dia tidak akan bisa mati jika Tuhan belum menghendakinya. Dia akan baik-baik saja." Ucap Tuan Hans.


"Jaga bicaramu Tuan Hans!!! di sini bukan wilayah kekuasaanmu!!!" Jawab Willy emosi.


"Suamiku, jangan membuat keributan, dari pada kau membuat marah diriku dan temannya Tuan Alex, lebih baik kau gantikan aku memapah tubuh Tuan Alex." Pinta sang istri.


Dengan sangat terpaksa, Tuan Hans menuruti permintaan sang istri. Dia memapah tubuh bos mafia itu hingga keluar dari hutan belantara itu.


"Akhirnya kita keluar dari hutan sialan itu, dimana mobil kalian?" Tanya Tuan Hans.


"Ada di sana." Jawab Willy sambil menunjuk mobil milik Death Angel yang terparkir di seberang Jalan.


Willy dan Tuan Hans memapah Alex hingga masuk ke dalam mobil milik Death Angel. Willy meminta Nyonya Laras untuk duduk di jok belakang menemani bos nya. Sedangkan dirinya akan menyetir di temani oleh Tuan Hans.


"Apa masih sakit Tuan?" Tanya Nyonya Laras.


"Tidak nyonya karena kau telah menyembuhkan lukaku." Jawab Alex sambil meringis menahan rasa sakitnya.


"Kau memang bocah tengik menyebalkan, bisa-bisanya mengorbankan diri demi orang yang membencimu." Ucap nyonya Fira.


"Kalian berdua adalah orang terdekat dari kekasihku, tidak akan aku biarkan siapapun melukai nyonya Fira ataupun Tuan Hans. Aku sudah berjanji kepada Laras untuk membawa kalian kembali dengan selamat." Jawab Alex.


"Kau baik sekali Tuan, tidak salah jika Laras memilihmu menjadi kekasihnya. Benarkan suamiku?" Tanya nyonya Fira.

__ADS_1


"Apanya yang benar?" Jawab Tuan Hans yang pura-pura tidak memahami perkataan dari sang istri.


"Percuma saja bicara denganmu, lebih baik aku bicara dengan calon menantuku saja." Ucap nyonya Fira sambil kembali berbincang-bincang dengan Alex tanpa menghiraukan sang suami.


"Mafia itu sedang terluka, jangan terlalu banyak di ajak bicara, biarkan dia istirahat. Kau lihat saja wajahnya itu, pucat pasi." Celetuk Tuan Hans.


"Wah, kau dengarkan? dengar tidak? ayah mertuamu mengkhawatirkan keadaanmu." Goda nyonya Fira.


Alex tersenyum, dia merasa jika rasa benci Tuan Hans kepadanya sudah mulai mengikis. Dengan berjalannya waktu, Alex yakin akan mampu meluluhkan hati Tuan Hans dan mendapatkan restu darinya.


* * *


"Angela, apakah Tuan Alex akan kembali dengan selamat?" Tanya Laras.


"Iya, dia akan segera kembali kepadamu tanpa kurang suatu apapun." Jawab Angela.


"Bagaimana jika dia tewas?" Ucap Laras.


"Dia bukan orang selemah itu. Dia sudah hampir tiada beberapa kali, tapi nyatanya dia masih hidup hingga sekarang." Jawab Angela.


Seketika air mata Laras kembali mengalir, dia tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya saat melihat sang kekasih terluka dan meregang nyawa berkali-kali. Ingin rasanya dia membawa pergi Alex ke dunia yang tidak ada pertarungan di sana. Dia tidak sanggup melihat sang kekasih menjalani kehidupan yang berat ini. Angela memeluk tubuh mungil Laras, dia mencoba menenangkan kekasih bosnya itu. Tetapi apa yang dia katakan justru membuat air mata Laras semakin deras mengalir.


"Nona, kau percaya saja kepadaku. Bos Alex akan baik-baik saja. Kau berhentilah menangis." Pinta Angela.


Laras tidak menanggapi ucapan Angela, saat dirinya melihat wajah Laras, ternyata gadis itu telah terlelap tidur.


"Cepat sekali dia tidur. Syukurlah, akhirnya dia istirahat juga, sejak awal bos Alex pergi, dia terlihat murung dan sangat sedih." Gumam Angela.


Dia menutup separuh tubuh Laras dengan selimut, setelah itu dia pergi meninggalkan sang gadis. Saat dia keluar dari ruangan bos nya, dia di kejutkan dengan kedatangan Alex. Bos mafia itu mengatakan ingin bertemu dengan kekasihnya.


"Bos? kau baik-baik saja kan? kau terlihat pucat dan di dadamu itu, apa itu luka tembak?" Tanya Angela.

__ADS_1


"Tenang saja, kau tahu aku kan? luka seperti ini masih ringan untukku. Angela, apa Laras sedang tidur?" Jawab Alex.


"Iya, dia baru saja terlelap, sedari tadi dia


terlihat murung dan sangat sedih, dia menangis karena kau belum juga kembali. Lebih baik kau temani nona Laras, bos." Pinta Angela.


"Baiklah, kau temui orang tua Laras, ajak mereka masuk ke dalam." Perintah Alex.


"Kepala polisi yang sangat menginginkan nyawamu itu ada di sini? apa kau hilang akal bos? dia bisa membocorkan markas rahasia kita kepada seluruh anggotanya, aku tidak mau berurusan dengannya lagi." Jawab Angela kesal.


"Tenang saja, pria tua itu tidak akan melakukan apapun. Kau ikuti saja perintahku dan bersikap baiklah kepada mereka." Ucap bos mafia itu.


Angela menganggukkan kepalanya dan bergegas menemui kedua orang tua Laras yang masih berada di luar markas.


Alex masuk ke dalam ruangannya dan mendekati Laras yang telah terlelap di atas ranjangnya. Saat dia hendak merebahkan tubuhnya di samping Laras, gadis itu membuka mata dan menatap wajahnya.


"Kau sudah kembali sayang?" Tanya Laras.


"Iya sayang, aku sudah kembali." Jawab Alex.


Melihat sang kekasih kembali dengan luka di dadanya, Laras menutup kedua wajahnya dan kembali menangis. Alex terkejut melihat reaksi Laras saat melihat dirinya kembali.


"Sayang? apa yang terjadi padamu? kenapa kau tiba-tiba menangis?" Tanya Alex sambil memeluk tubuh sang gadis.


"Aku kira kau tidak akan kembali, sayang. Aku takut sekali. Aku takut kau tiada, aku takut kehilanganmu. Tuan Alex, aku takut sekali."


Laras ingin sekali membalas pelukan Alex, tetapi karena ada luka di dada sang kekasih, dia mengurungkan niatnya.


"Apa ini sakit Tuan?" Ucap Laras menunjuk luka di dada sang kekasih.


"Tidak, semua luka di tubuhku ini, aku tidak merasakan sakit sama sekali. Aku merasa sakit saat melihatmu bersedih apalagi menangis, berjanjilah kepadaku untuk tetap tersenyum saat aku ada ataupun tiada." Jawab Alex.

__ADS_1


"Tutup mulutmu itu Tuan!!!! Aku tidak akan mengizinkankanmu tiada, akan aku tukar nyawamu dengan nyawaku jika itu perlu." Ucap Laras kesal.


Alex tersenyum mendengar ucapan Laras, dia tidak menyangka jika gadis cantik di depannya ini memiliki cinta yang begitu besar kepadanya.


__ADS_2