Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Hajar!


__ADS_3

Alex melepaskan Dio, kali ini dia juga melepaskan ikatan tali Dama.


Kedua orang itu mendapatkan kesempatan untuk menghajar sang mafia. Seketika itu juga, Alex melawan 2 orang sekaligus.


Luka di sekujur tubuhnya tidak akan terasa lagi jika ia mampu mengalahkan 2 orang brengsek yang selalu mengusik kehidupan rumah tangganya.


Bug!


Alex berhasil memukul mundur Dama, dia menendang perut si tua itu dan sang anak tidak terima.


Dio membalas setiap pukulan yang Alex lancarkan, ringkasan manusia benar-benar mengeluarkan timah panas yang langsung meringsek ke dalam lengan keduanya.


DOR!


DOR!


Suara tembakan itu nyaring sekali.


Mereka roboh, kemudian sang mafia kembali menembak kedua kaki Dama dan Dio.


Mereka mengerang kesakitan, tetapi sang mafia tidak perduli.

__ADS_1


"Sialan kau Lex! mana bisa memperlakukan kami seperti ini? kau binatang buas yang tidak tahu diri" ucap Dama sembari menahan kesakitan di kaki dan lengannya.


"Haha, ayah dan anak berisik sekali! bagaimana bisa aku memberikan kesempatan kalian untuk hidup? tunggu 2 jam lagi kalian akan ku bakar hidup-hidup!"


Sang mafia akhirnya meninggalkan kedua orang itu dengan mendengar umpatan yang bertubi-tubi.


"Mengumpatlah! sebelum dewa kematian datang dan membuka mulut kalian berdua!


BRUAK!


Alex menutup pintu ruang peradilan cukup keras, membuat Yovan yang ada di luar terkejut.


"Lex? apa kau baik-baik saja?" tanya Yovan dengan raut wajah yang keheranan.


"Astaga! lukamu terbuka Lex! aku akan mengambil kotak P3K!" jawab Yovan sembari berlari menuju ruangan di mana kotak P3K tersebut ia simpan.


Tidak butuh waktu lama, akhirnya Yovan kembali dengan kotak P3K di tangannya dan langsung mengobati lengan sang mafia.


"Kau harus lebih berhati-hati Lex, jangan meremehkan musuhmu! mereka itu licik, mulut mereka itu berbisa," jelas Yovan memberikan nasehatnya.


Tapi sang mafia tidak gentar, dia memang ingin menyiksa keduanya dengan caranya sendiri. Tidak peduli apakah dia sedang terluka atau pun sehat, Dama dan Dio adalah dua orang yang sudah menginjak-injak harga dirinya sebagai seorang pria di depan anak dan istrinya.

__ADS_1


Tidak mudah baginya untuk melupakan semua penghinaan itu.


Menghajar keduanya dengan cara yang sadis adalah cara terbaik yang bisa ia lakukan untuk menghancurkan anak dan ayah itu secara perlahan.


"Sudah rapi Lex, setelah ini kau akan membunuh mereka? aku akan menebas kepalanya atau bakar hidup-hidup?" Dua opsi yang sama-sama mengerikan, Yovan sebenarnya ingin ikut berkontribusi untuk menyiksa Dama dan Dio, tetapi sang mafia melarangnya.


Alex hanya ingin Yovan menjaga 2 orang yang sombong tetapi lemah itu, dia akan meminta bantuan Yovan saat memenggal kepala MK.


MK, memiliki masalah pribadi dengan Yovan, tetapi Alex tidak terlalu mahami masalah apa itu.


Jika dia menelisik dari masa lalu Yovan, ada cinta segitiga diantara Yovan dan MK di masa lalu.


Meskipun bukan dari geng mafia yang sama dan cenderung berbeda tujuan, Yovan dan MK matanya nyatanya pernah menjadi sahabat baik.


"Astaga! apakah binatang itu juga masih hidup?" tanya Yovan, saat sang mafia membahas MK.


"Ku kira masih, apakah kau masih dendam dengannya? jika iya lampiaskan lah! ayo kita segera habis ini dia!" pinta sang mafia dengan menahan tawa.


"Kalau ingin tertawa, tertawa saja! Theresia suka tidak akan pernah kembali padaku!" Akhirnya, Yovan membuka identitas gadis yang menjadi rebutan antara Yovan dan MK.


"Oh, jadi gadis itu bernama Theresia?" goda sang mafia.

__ADS_1


"Iya," jawab Yovan datar.


....


__ADS_2