Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 165


__ADS_3

Hang Zhi kembali menuju kamarnya, sang istri ternyata sudah bersih karena habis mandi. Tubuhnya yang mulus, ternoda dengan adanya tanda merah di sekitar leher, dada, lengan serta kakinya. Hang Zhi memang luar biasa, dia pandai sekali menyiksa sang istri.


"Apa kau sengaja hanya memakai handuk? jika aku ingin lagi, apa kau mau bertanggung jawab," tanya Hang Zhi yang berbisik di telinga Kyara.


"Aku baru selesai mandi dan ingin ganti baju, jangan menggangguku," ucap Kyara yang menghindari sang suami.


"Ayolah sayang, kita sudah menikah, sampai kapan kau menghindariku?" Hang Zhi mencoba memeluk tubuh sang isteri dari belakang. Tubuh Kyara gemetar, dia merasa ketakutan. Bayangan hitam tentang malam-malam kelamnya kembali bermunculan.


"Kau kenapa? apa kau sakit?" tanya sang suami yang menempelkan punggung tangannya di atas kening sang isteri.


"Apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan? kau iblis Hang Zhi!"


Bruk!


Tubuh Kyara ambruk, Hang Zhi membopong tubuh isterinya dan merebahkannya di atas ranjang.


"Aku tahu jika diriku kejam, tapi jika kau menurut, aku tidak akan melukaimu," Hang Zhi mencium kening sang isteri. Ia menyentuh lengan sang isteri yang lebam karena bekas cambukan.


Hari ini dia akan mendatangi sebuah pertemuan dengan para anggota Mike dan Gerald. Biasanya dia akan mengajak sang isteri, tetapi karena Kyara sedang sakit. Dia akan menghadiri pertemuan itu sendirian.


Hang Zhi meraih ponsel di atas nakas dan segera menelepon seseorang.


"Dok, bisa kau datang ke rumahku?" tanya Hang Zhi.


"Ada apa kau tiba-tiba menghubungiku?" jawab sang dokter yang merasa heran.


"Isteriku sakit, rawat dia, aku akan pergi ke suatu tempat," pinta Hang Zhi.


"Nanti ada orang yang akan ke sana, 10 menit lagi akan datang," ucap sang dokter.


"Baiklah, akan kutunggu," jawab Hang Zhi.


Hang Zhi meletakkan ponsel miliknya kembali di atas nakas dan membelai wajah Kyara.


"Aku bajing*n dan kau wanita keras kepala. Tapi keliaranmu, membuatku candu," Tanpa ia sadari, sang isteri sungguh tersiksa dengan sikap Hang Zhi, menatap wajahnya sama saja menatap Jiho, ini pilihan yang berat untuk Kyara.

__ADS_1


"Jiho! tolong aku, aku ingin pergi! bawa aku Jiho!" Kyara mengigau menyebut nama Jiho.


Wajah Hang Zhi berubah menjadi merah padam. awalnya dia ingin melepaskan Jiho. Tetapi karena sang kakak membuatnya marah, sekarang dia ingin mengincar Jiho lagi.


"Brengsek! mengapa selalu Jiho, dan hanya dia yang mendapatkan cinta dan kasih sayang dari semua orang. Aku adalah pihak yang jahat dan kejam, suatu saat nanti kau akan mati dengan cara yang teramat pedih. Ini janjiku, kakakku tersayang," Janji sang adik yang telah mengakar di hati dan pikirannya.


Beberapa menit kemudian, datanglah seorang dokter perempuan bersama suster. Mereka langsung masuk ke dalam kamar Hang Zhi karena sudah mendapatkan izin darinya.


"Tolong kau periksa dia, tubuhnya gemetar dan setelah itu dia pingsan," ucap Hang Zhi.


Sang dokter mendekat ke arah pasien, dia mulai memeriksanya. Setelah mengetahui hasilnya, dia segera mengatakan kepada Hang Zhi.


"Isterimu hamil, selamat tuan," ucap sang dokter sembari menjabat tangan Hang Zhi.


Hang Zhi tidak percaya jika ia akan memiliki seorang anak karena dia belum siap.


"Bisa kau gugurkan kandungannya?" tanya Hang Zhi.


Sang dokter dan suster terkejut dengan permintaan ayah sang calon bayi. Bagaimana bisa dia mengatakan hal seburuk itu.


"Memangnya kenapa? itu memang anakku, jadi terserah aku apa pun yang aku lakukan bukan urusanmu! kau hanya perlu melaksanakan tugas!" Hang Zhi terlihat sangat kejam, masih banyak keinginan yang belum tercapai. Dia belum ingin memiliki seorang bayi.


"Jika kau ingin menggugurkan kandungan itu, hubungi dokter lain! kau tidak perlu membayar ku, aku akan segera pergi, terima kasih!" Sang dokter dan suster segera pergi dari ruangan itu. tetapi bukan Hang Zhi namanya jika dia tidak melakukan tindakan yang diluar akal sehatnya.


Dia menembak mati kedua orang itu, dokter dan suster menjadi korban kebiadaban Hang Zhi.


Sang pria tampan yang psychopath itu, menghampiri kedua orang yang telah tewas terkapar di lantai.


"Ini adalah kemauan kalian sendiri, bukan salahku jika kalian mati! harusnya kalian berdua mengikuti semua perintahku, inilah hukuman untuk pembangkang," Hang Zhi tertawa, dia merasa puas telah menghabisi kedua orang itu.


Dia segera memanggil anak buahnya untuk membereskan kedua mayat orang tidak berguna itu. Setelah beres, dia segera mencuci tangan. tanpa rasa bersalah, dia tidur di samping sang isteri dan memeluk erat tubuh sang isteri yang hanya berbalut handuk itu.


"Anak ini harus mati, dia tidak boleh ada diantara kita," ucap Hang Zhi sembari mengecup pucuk kepala sang isteri.


...* * *...

__ADS_1


Di markas Death Angel...


Alex telah selesai berbicara dengan sang isteri, meskipun dia masih merindukannya. Tapi apalah daya, dia masih memiliki tanggung jawab yang besar.


Tok...tok...tok...


Pintu kamarnya diketuk, sang mafia segera beranjak dari ranjangnya dan membuka pintu.


"Ada apa?" tanya Alex yang menatap wajah Jiho yang tertunduk di depannya.


"Bos? aku memang naif, tetapi tolong bantu aku menemukan Kyara, aku merindukannya," ucap si bocah kecil.


"Haha, apa yang kau katakan? kau masih bocah! apa yang kau tahu tentang hubungan semacam itu?" Alex heran dengan keberanian Jiho menemuinya yang hanya meminta tolong mencari sang kekasih yang hilang.


"Mari duduklah, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu," Alex mengajak Jiho masuk ke dalam, dia meminta si bocah duduk di kursi yang tersedia di sana.


"Katakanlah keluh kesahmu," pinta sang mafia.


"Bos! aku memiliki seorang teman, dia gadis yang baik dari kalangan yang berada, tetapi ayahnya sangat membenciku, melihatmu begitu mencintai isterimu, aku menjadi bersemangat lagi untuk menemuinya," jelas Jiho.


"Dimana terakhir kali kalian bertemu?"tanya sang mafia.


"Di suatu tempat yang sangat rahasia, hanya aku dan dia yang tahu. Tapi Karena kau adalah bos kepercayaanku, aku akan mengatakannya padamu."


Jiho mendekati tubuh sang mafia, dia membisikkan sesuatu di telinganya. Setelah selesai mengetahui tempat yang di maksud Jiho, Alex berkata," Itu adalah markas geng berbahaya Jiho, apa kau menyukai gadis dari kalangan mereka?"


"Entahlah bos, tapi dia mengaku dari kalangan mereka. Huft! aku sangat ingin sepertimu dan segera membebaskan gadisku," ucap Jiho penuh harap.


"Baiklah nanti malam kita berlatih lagi sampai pagi menjelang," pinta sang mafia.


"Aku menuruti semua perintahmu bos!" jawab Jiho patuh.


"Kau anak yang baik, semoga setelah ini kau akan mendapatkan apa yang kau harapkan," Doa Alex untuk sang anak buah yang masih bocah tapi memiliki jiwa dan tekad yang kuat untuk menjadi hebat.


#Lanjut gak ya? 🤭

__ADS_1


__ADS_2