
Alex masuk ke dalam bangunan megah itu dan segera menuju ke kamar mandi karena ingin membilas tubuhnya yang basah karena air laut.
'Sial, mengapa dia harus memakai bikini se-seksi itu? aku menjadi hilang akal,' batin Alex.
Laras belum puas menggoda sang kekasih, dia masih ingin menguji ketahanan diri bos mafia itu. Sang gadis sengaja tidak mengganti bajunya. Dia ikut masuk ke dalam bangunan itu dan menyalakan televisi, dia duduk di atas sofa sambil menonton televisi dengan tetap mengenakan bikini.
KLEK
Alex membuka pintu kamar dan mendapati ada pemandangan indah di depannya, dia terkejut dan pura-pura tidak melihatnya dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Aku akan menelpon Richi untuk segera datang untuk mempersiapkan pernikahan kita," ucap Alex sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Kita akan menikah di sini?," tanya Laras.
"Iya, apa kau senang?" jawab Alex.
Gadis itu beranjak dari tempat duduknya dan langsung memeluk tubuh kekar Alex yang hanya memakai t-shirt warna putih dan celana boxer warna hitam.
"Aku sangat senang, terima kasih sayang," tukas Laras sambil mempererat pelukannya.
Saat Laras menikmati pelukan itu, dia terkejut karena ada yang mengganjal di perutnya. Alex merasa sangat canggung dengan situasi ini, dia sudah terlanjur mengatakan ingin menahan diri, sang mafia tidak ingin di cap sebagai pria tidak berprinsip. Dia mencoba untuk tetap tenang meski hasrat untuk menerkam Laras begitu kuat.
"Kau sudah berusaha dengan keras sayang, tetapi milikmu tidak bisa di ajak berkerjasama," goda Laras.
"Cih, itu hanya reaksi tubuhku melihatmu yang sedari tadi menyiksa milikku dan itu wajar, kau ganti bajumu sayang, dengan baju tetutup kau lebih cantik," ucap Alex sambil menutupi tubuh Laras dengan handuk yang di bawanya.
Laras memuji pertahan Alex yang luar biasa, sang gadis menuruti permintaan bos mafia itu untuk berganti baju.
Saat sosok Laras sudah menghilang di balik pintu kamar utama, Alex merebahkan tubuhnya di atas sofa. Dia mengatur nafasnya yang tidak beraturan.
"Alex, bersabar! tunggu satu hari ini," ucap Alex pada dirinya sendiri.
Alex teringat akan ucapannya tadi, dia segera menelpon Richi mengunakan ponselnya.
"Halo, ini siapa?" tanya Richi.
"Sial! apa kau lupa dengan bosmu?" ucap Alex.
"Haha, tidak bos, aku hanya bercanda, ada apa?" tanya Richi.
__ADS_1
"Bawa segala yang berhubungan dengan acara pernikahan ke pulauku, besok aku ingin menikahi Laras di sini," jelas Alex.
"Wow!!!! amazing!!! like bos! selain hebat kau juga romantis, aku akan segera melaksanakan perintahmu!" jawab Richi.
"Bagaimana Gerald dan Albram Zein? mereka masih tidak ada pergerakan?" tanya Alex.
"Belum bos! kau tenang saja tentang hal itu, aku akan menyelesaikannya, kau nikmatilah acara liburanmu," jawab Richi.
"Baiklah, tapi kau harus lapor padaku jika ada musuh yang mulai menyerang," pinta bos Alex.
"Siap laksanakan," jawab Richi.
Alex menutup panggilan teleponnya dan beranjak dari tempat duduknya, dia naik ke lantai atas.
"Udara di sini lumayan juga, anginnya sepoi-sepoi berhembus, pemandangannya bagus, aku bisa melihat laut dengan begitu jelas," ucap Alex.
Sang mafia memanfaatkan kesendiriannya untuk berlatih bela diri, sudah lama dia tidak mengasah kemampuannya yang satu ini, banyak jurus dari tuan Fudo yang sudah terlupa.
Untuk waktu yang lama Alex benar-benar menikmatinya, dia menjadi dirinya sendiri saat mengeksplor kemampuan dalam dirinya.
Di saat sang mafia sedang berlatih, Laras muncul dengan membawakan dua gelas air ramuan yang dia buat untuk menambah stamina sang kekasih.
"Istirahat dulu sayang, kau pasti lelah," pinta sang gadis.
Laras menikmati pemandangan yang terpampang nyata di depannya ini, selain hamparan laut, ada pria tampan dengan peluh yang menetes, membuat jantung Laras berdegup kencang.
"Kenapa kau melihatku tanpa berkedip?" tanya Alex yang mengetahui jika sang kekasih menatapnya terlalu berlebihan.
"Karena kau sangat tampan Lex," jawab Laras.
"Cih, apakah aku sedang bermimpi? kau begitu jujur dan jelas mengakuinya," tukas Alex yang mulai berhenti berlatih dan duduk di samping Laras.
Alex melepas bajunya dan meminta Laras mengelap peluh yang menetes di wajahnya. Kini Laras yang merasa gugup, kini dia yang tidak bisa menahan diri untuk menyentuh sang kekasih.
"Sayang, ajari aku bela diri," pinta Laras sambil mengelap peluh di wajah Alex.
"Kau tidak perlu belajar, kau sudah berhasil mengalahkanku dalam segala hal!" jawab Alex dengan senyum manisnya.
"Maksudmu?" tanya Laras.
__ADS_1
"Kau mengalahkan keegoisanku, mengalahkan segalanya ambisiku, kau bahkan membuatku mampu menahan diri, kau hebat! tidak perlu belajar bela diri lagi," jelas bos Alex.
"Bukan masalah itu, tapi agar aku bisa menjaga diriku sendiri saat kau tidak bersamaku," ucap Laras.
"Jika kau mampu melindungi dirimu sendiri, apa gunanya aku ada di dalam hidupmu? sayang, dengarkan aku! aku adalah satu-satunya pelindungmu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku akan menjadi malaikat pelindungmu meski aku tiada, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, sedetikpun," jelas bos Alex sambil menatap wajah Laras dan membelai rambutnya dengan lembut dan penuh perasaan.
"Kau lagi-lagi merayuku," ledek Laras.
"Bukan rayuan, tapi kenyataan," ucap bos Alex.
"Minumlah!" pinta Laras sembari memberikan segelas air ramuan kepada Alex.
"Apa ini?" tanya Laras.
"Ini adalah air ramuan khusus meningkat stamina, ibuku yang mengajariku membuatnya," jawab Laras.
"Wah ini pasti ini air yang membuat ayah mertua begitu beringas dan brutal," terka Alex.
"Haha... bisa jadi, saat aku remaja, ibu mengatakan jika aku sudah memiliki pasangan yang benar-benar aku cintai, dia menyuruhku untuk membuat ramuan ini agar pasanganku staminanya terjaga dan tidak kelelahan," jawab Laras.
"Satu gelas lagi, berikan padaku!" pinta Alex.
"Jangan terlalu banyak sayang, nanti kau menjadi dua kali lebih kuat, dan aku tidak mampu menyanggupimu," canda Laras.
"Oh, aku tahu, sekarang kau yang memancingku untuk melakukannya? baik akan kulakukan,"
Kini Alex yang menggoda Laras, pria itu berpura-pura ingin menerkam sang kekasih. Saat sang kekasih menutup mata karena takut, Alex justru tertawa melihat wajah sang gadis.
"Mengapa kau tertawa? apa aku terlihat seperti lelucon?" tanya Laras.
"Tidak, kau seperti kelinci kecil yang ketakutan," jawab Alex.
"Kau yang membuatku takut," tukas Laras.
"Iya, maaf maaf, aku hanya bercanda," jawab bos Alex.
"Kita besok akan menikah, aku akan menjadi seorang suami," ucap bos Alex.
"Iya, kau benar, aku juga akan menjadi istri mu, menjadi nyonya Fernando," jawab Laras.
__ADS_1
"Kita buat keluarga kecil yang bahagia, kalau kau sudah menjadi isteriku, tinggallah di pulau ini, kau akan aman," pinta bos Alex.
"Baik, aku akan patuh padamu," jawab Laras yakin.