
Alex mulai menelusuri informasi dari pria yang baru saja tertangkap itu lewat ponsel milik pria tersebut. Dia memeriksa dengan detail apapun yang ada di dalam ponsel tersebut, hingga dia menemukan satu video yang bernama "awal kehidupan". Dia mulai membuka video tersebut, di sana nampak wajah seorang bayi perempuan yang baru lahir berada di gendongan ayahnya. Alex mencoba mengamati wajah ayah dari bayi itu.
"Aku seperti pernah melihat pria ini, tapi dimana?" Batin Alex.
Alex mencoba mengingat kembali pemilik wajah tersebut. Hingga dia menemukan nama yang tepat untuk pria yang telah lancang datang tanpa izin ke markas utamanya.
"Wajahnya seperti Erland, tangan kanan Wang Zhie yang lolos dari kematian sepuluh tahun yang lalu." Batin Alex.
Erland adalah anggota tertangguh geng Lucifer, dia termasuk anggota inti yang digadang-gadang menjadi pengganti Wang Zhie. Sepuluh tahun yang lalu, dia menghilang begitu saja tanpa kabar yang jelas. Kepergiannya meninggalkan banyak misteri hingga kini.
Alex menelpon Richi, dia ingin mengetahui kabar terbaru tentang Tuan Xiauling serta menanyakan soal Erland kepadanya.
"Apa yang kau temukan di sana?" Tanya Alex.
"Saat aku masuk bersama Tuan Hans ke dalam pintu rahasia itu, di dalamnya ada banyak barang pusaka seperti pedang kuno, gudang senjata dan sebuah ruangan khusus yang lagi-lagi ada kode sandinya." Ucap Richi melapor.
"Coba kau pakai kode 8820 atau 8821." Pinta Alex.
"Nanti saja Richi, di sini Tuan Hans yang berkuasa, aku tidak bisa berkutik. Calon mertuamu ini sangat menyebalkan." Jawab Richi berbisik.
"Kau hanya berhadapan dengan pria menyebalkan itu satu hari saja sudah kesal, apalagi aku yang akan menjadi menantunya?" Ucap Alex.
"Hahaha, kau bersabarlah. Nona Laras dan ibunya akan menjadi pendukungmu. Kau tidak perlu khawatir." Jawab Richi.
"Ya, kau benar juga, mereka akan menjadi orang yang terdepan membelaku." Ucap Alex.
"Kau tahu itu kan? tenanglah, bagaimanapun nona Laras adalah anak dari Tuan Hans. Kau tidak bisa mengubahnya." Jelas Richi.
__ADS_1
"Iya Richi, aku tahu. Richi, sebenarnya ada hal yang harus aku sampaikan kepadamu." Ucap Alex.
"Apa itu, Lex?" Tanya Richi penasaran.
"Kau masih ingat dengan Erland?" Tanya Alex.
"Anggota Lucifer yang hilang itu?" Ucap Richi.
"Iya, tolong kau cari informasi tentang dirinya." Pinta Alex.
Beberapa menit kemudian, Richi memberikan informasi yang menyedihkan, pasalnya Erland memang sudah tewas karena Wang Zhie langsung mengeksekusinya sepuluh tahun yang lalu. Namun Richi merasa ada yang ganjil dengan informasi yang di dapatkannya.
"Saat Erland kabur, dia tertangkap oleh anggota Lucifer dan akhirnya dia adili dan tiada. Tapi, aku heran, mengapa dari informasi yang aku dapatkan, jasadnya tidak di temukan. Ini aneh Lex, aku rasa ada yang di sembunyikan oleh Lucifer, mungkin saja Erland masih hidup dan kejadian sebenarnya bukan seperti informasi yang ku dapatkan. Coba kau cari petunjuk lain yang melekat di tubuh pria itu yang menunjukkan jika pria yang tertangkap olehmu adalah Erland. Biasanya seorang anggota Lucifer akan memiliki tato di lengan kanannya, tato itu bergambar kepala naga. Tanda itu tidak akan pernah hilang, konon legenda tentang tato yang Lucifer buat itu berasal dari perjanjian dengan iblis. Semua anggota Lucifer memang tak terkalahkan, namun dua tahun terakhir ini banyak anggota inti dari Lucifer yang tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak, tapi jasadnya selalu tidak bisa di deteksi keberadaannya, jika pun mereka tewas, hanya akan ada kabar kematiannya tanpa jasad yang menyertainya." Jelas Richi.
"Kau benar, dua tahun yang lalu kita juga tidak sengaja berurusan dengan salah satu anggota Lucifer. Pria yang mengaku anak buah dari Wang Zhie itu tiba-tiba saja mencari masalah dengan menghajar salah satu anggotaku, saat itu Franklin yang menjadi korbannya." Ucap Alex
Flashback : on
Flashback : off
"Iya, sudah berlangsung dua tahun, waktu itu aku masih mengandalkan emosi saat bertindak." Ucap Alex.
"Kau ingat, dulu kau begitu kejam, Lex. Tapi sekarang kemana keganasan dan kekejamanmu itu? kau menjadi lebih berperikemanusiaan setelah bertemu dengan nona Laras." Goda Richi.
"Omong kosong apa ini? diam dan lakukan tugasmu dengan baik. Kau bantu aku menyelidiki tentang Erland, dan kau pantau kepala polisi Hans, jangan sampai dia terluka. Jika ada informasi penting mengenai keberadaan Tuan Xiauling, kau cepat beritahu aku." Perintah Alex.
"Hahaha... kau juga menjadi lebih sensitif, apa lagi berhubungan dengan nona Laras dan keluarganya. Dan sekarang, Kau bahkan mengkhawatirkan Tuan Hans. Hey asal kau tahu, harusnya aku yang pantas kau khawatirkan, Tuan Hans yang menyebalkan itu selalu menguasai keadaan. Kau suruh Willy kemari, aku yang akan gantikan dia berjaga di markas utama." Gerutu Richi.
__ADS_1
"Hey kawan, terima saja nasipmu, itu sebagai hukuman karena kau mengejekku tadi." Celetuk Alex.
"Sial!!! kau tega sekali padaku!!!" Umpat Richi.
"Kau lakukan tugasmu, jangan terlalu banyak mengeluh." Jelas Alex.
Alex langsung menutup panggilan teleponnya karena memang sengaja ingin membuat Richi semakin kesal.
"Pasti Richi akan beranggapan aku dan Tuan Hans bekerja sama untuk mengerjainya. Biarkan saja, dia yang mulai terlebih dahulu." Batin Alex di iringi senyum yang mengembang di bibirnya.
Setelah selesai menelpon Richi, Alex bergegas menuju ruang peradilan. Di dalam sana, dia langsung mengintrogasi pria yang di duga Erland tersebut.
Alex menghampiri pria yang sedang merintih kesakitan karena kakinya terluka, di tambah dengan seluruh badannya di ikat. Rasa remuk seluruh badan, dia rasakan sekaligus.
"Jika kau ingin selamat, jawab semua pertanyaanku dengan jujur." Perintah Alex.
Pria itu mengangguk, wajahnya masih tetap menunduk, seperti enggan menatap mata Alex yang penuh amarah itu.
"Apa kau Erland?" Tanya Alex.
"Bukan, aku Mateo." Jawab pria itu.
Tanpa basa-basi Alex langsung menyobek lengan baju pria yang bernama Mateo itu dan menemukan tato kepala naga di sana.
"Kau bisa jelaskan tentang tato ini?" Ucap Alex.
"Jika kau sudah mengetahui siapa aku, harusnya kau lenyapkan saja aku, Lex."
__ADS_1
Alex terkejut dengan suara pria itu yang tiba-tiba saja berubah menjadi lebih tegas dan berwibawa. Dia semakin yakin jika pria di depannya ini adalah...
"ERLAND"