
Setelah panggilan telepon dari nomor sang ayah mertua, sang mafia dan Laras kembali terlibat pembicaraan yang serius.
"Sayang, aku ingin pergi ke Italia, apa kau mau ikut bersamaku?" tanya sang mafia sembari menatap wajah sang istri.
"Mau apa ke negera itu? kau baru saja kembali dari pengobatan, harusnya banyak istirahat," jawab Laras yang selalu pening dengan tingkah sang suami, apalagi tubuhnya belum sehat secara sempurna.
"Honeymoon sayang, mau ya?" Dengan nada memaksa, Alex meminta sang istri setuju dengan idenya.
"Sayang, kau sedang dalam masa pemulihan? untuk apa kita pergi ke Italia? honeymoon di sekitar kota New York saja, aku tidak mau di sana kita harus menemui banyak musuh!" ucap Laras kesal dengan sikap sang suami yang selalu ngeyel.
"Tidak ada musuh di sana, Guru Fu menyarankan aku untuk memiliki waktu berdua denganmu jika ingin bayi perempuan." Sang mafia mengeluarkan jurus mautnya, Guru Fu juga menjadi acuan dirinya agar Laras setuju dengan idenya.
"Benarkah?" Laras terlihat ragu dengan apa yang di sampaikan oleh Alex. Biasanya mafia satu ini selalu licik, dia belum percaya sepenuhnya.
"Guru Fu mengatakan kepadaku agar lebih banyak waktu berdua, salah satunya adalah honeymoon. Kau tanya saja kepadanya, aku tidak berbohong," ucap sang mafia berusaha meyakinkan istrinya agar setuju dengan kata-katanya yang memang murni saran dari Guru Fu.
"Bisa di pertimbangkan, Ehm berapa hari kita akan pergi? anak-anak bagaimana?" Laras khawatir dengan rencana ini, Alex pasti akan mengarang hal aneh lagi agar membuat anak-anaknya percaya dengan ucapannya.
"Anak-anak di rumah saja, ini waktu kita berdua, aku akan membicarakan semuanya dengan ayah dan ibu mertua, mereka akan paham. Soal anak-anak, aku tidak berbohong, kita melakukan semua ini karena ingin menghadirkan adik perempuan untuk para jagoan, kau setuju ya?" Alex berharap istrinya mau menuruti apa keinginannya.
"Besok saja ya memikirkannya? aku mengantuk, ingin sekali tidur di pelukanmu." Laras mendekat ke arah sang suami dan mendekap tubuh kekarnya. Tidak ada yang bisa sang pria lakukan, dia hanya bisa menelan salivanya sebab tidak mampu melakukan apapun kepada tubuh sang istri yang kini benar-benar menempel di dada bidangnya.
"Kau sedang mengujiku?" Alex tersenyum sembari mencium kening sang istri. Di balik selimut yang tebal dan hangat, keduanya memejamkan mata dengan hati yang tenang dan bahagia. Babak pamungkas ronde permainan mereka hangus karena ulah si Alexis yang terlalu bersemangat ingin bertemu dengan calon adik perempuannya.
...* * *...
__ADS_1
Pagi harinya...
Sang mafia masih memejamkan mata setelah semalaman menikmati pelukan hangat sang istri. pagi ini dia bangun lebih dulu, melihat Laras masih tertidur lelap, membuat Alex tak tega untuk membangun sang istri.
Perlahan, dia meletakkan kepala sang istri yang menindih lengannya dengan perlahan. Dia tidak ingin sang istri terbangun hanya karena gerakan tubuhnya.
Setelah selesai dengan Laras, dia segera menuju kamar mandi dengan berselimut tebal menutupi separuh tubuhnya, tak lupa dia menyelimuti tubuh polos sang istri menggunakan selimut yang lain. Kemudian dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk melakukan pembersihan diri.
Setelah sampai di dalam kamar mandi, dia membuang begitu saja selimut itu di keranjang pakaian kotor.
Di bawah air shower, sang mafia memejamkan matanya dan teringat akan kejadian saat dirinya harus takhluk di depan Asley Xie.
"Sial! pria itu telah membuat tubuhku terluka, bahkan menyisakan rasa nyeri di sekujur tubuhku." ucap sang mafia sembari menghantam tembok dengan tangan kanannya hingga punggung tangannya memerah.
Dia merasa tidak berdaya saat itu, sang mafia berinisiatif untuk melibas semua hal yang berhubungan dengan Asley Xie sampai akar-akarnya.
Saat dia sedang melakukan pembersihan diri, terdengar suara ketukan pintu. Sang mafia segera mempercepat ritualnya, setelah itu meraih handuk dan melilitkannya di pinggangnya.
Perlahan sang mafia berjalan menuju pintu dan membukanya.
KLEK!
Saat membuka pintu tersebut, dia melihat pemandangan luar biasa di depannya. Sang istri telah berdiri di depannya.
"Wanitaku, kau juga ingin mandi?" tanya sang mafia yang melihat wajah cantik sang istri berdiri tepat di depan matanya.
__ADS_1
"Meneruskan ronde dan mandi!"
Sang istri bertindak agresif, dia segera mencium bibir suaminya dengan ganas, setelah itu terjadi kembali pergulatan luar biasa di dalam kamar mandi tersebut.
.
.
.
Bersambung...
NB :
Sembari menunggu updated chapter terbaru bang Alex, yuk aku rekomendasikan Novel yang tidak kalah keren! punya temenku nih!😘😘😘
kepoin!
Kuy!
Jangan lupa like, komen, favorit.
Happy Reading!
__ADS_1
Love you All
❤️❤️❤️