Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Penghinaan


__ADS_3

"Ternyata apa yang mereka bilang, memang benar! kau bos sombong dan arogan! semua telah aku lakukan untukmu. Tetapi kau? memang pria tidak tahu diri!" Pria tua marah kepada Alex, dia menunjuk-nunjuk wajah sang mafia.


Alex melipatkan tangan di dada, masih dengan gaya khasnya, cuek dan masa bodoh.


"Jika tidak terima? harusnya berpikir ulang jika ingin menemuiku. Kau sudah tahu kan jika aku seperti itu? mengapa masih nekat? Oh ya, bawa sampahmu ini, pakai bajumu dengan benar nona. Aku malas meladeni tikus got dan sampah yang menyertainya." Alex tersenyum sarkas saat melihat pria tua menatap kesal ke arahnya.


Si pria tua mendekat ke arah tubuh sang mafia dan berkata,"Kau akan membayar penghinaan ini Tuan Alex Fernando! jangan pernah lupakan wajahku, aku akan menghancurkan hidupmu, serta isteri dan anak-anakmu!"


"Atur dulu nafasmu itu Tuan! bernafas saja sulit, bagaimana bisa mengancam aku?" Alex menempatkan satu tangannya di telinga sang pria tua, dia berbicara sambari berbisik.


"Tunggu saja! kau akan menyesal telah menolak kerjasama ini." Pria tua bergegas pergi meninggalkan ruangan CEO Dounghun Farmasi bersama wanita sexy yang tak melepaskan pandangannya kepada sang mafia yang terlampau mempesona itu.


Setelah pria tua dan wanita jala*ng itu enyah dari ruangannya, Alex duduk kursi kerjanya yang empuk itu. Dia meraih ganggang telepon di meja kerjanya. Sang mafia terlihat sedang menghubungi seseorang.


"Wil, cari tahu tentang Perusahaan X-Ride dan T-Blum. Apa memang ada Perusahaan Farmasi dengan nama itu? aku curiga ini ada hubungannya dengan Dio!" Sang mafia membahas tentang pria tua yang baru saja menemuinya.


"Nanti akan ku check bos, maaf aku sedang mengendong anakku, jadi lama menjawab telepon darimu." Willy, pria yang kini juga tengah menjadi hot daddy. Dua tahun lalu, Willy menikahi Jeni. Tepat satu tahun pernikahan mereka, Jeni mendapatkan berkah anak pertama. Sembilan bulan kemudian Jeni melahirkan seorang bayi perempuan, kelahiran anak pertama Willy dan Jeni di sambut gembira anggota Death Angel.


Willy dan Richi mengungsikan anak dan isteri mereka di pulau pribadi Alex Fernando atas izin sang mafia.


"Haha, apa kau sedang mengunjungi anak dan isterimu?" tanya sang mafia yang sangat memahami Willy, anak buahnya itu bertemu anak dan isterinya sebulan 4 kali, beda dengan Richi yang hanya sebulan sekali. Resiko menjadi seorang mafia dengan banyak pekerjaan.


"Ya begitulah bos, maaf bos nanti aku telepon lagi, isteriku sedang memasak bersama Angela, aku harus membuat susu untuk baby ku." pamit Willy.


"Baik Wil, kau urus anakmu dengan baik," jawab sang mafia.


"Oke bos."


Panggilan telepon itupun berakhir.


Alex menjadi rindu dengan anak dan isterinya, tetapi karena pekerjaannya sangat banyak hari ini, dia menahan perasaan itu.


Sang mafia teringat akan file milik pria tua yang masih berada di ruangannya. Alex bangkit dari tempat duduknya dan segera mengambil file tersebut.

__ADS_1


"Perusahaan tidak jelas," ucap sang mafia. Dia duduk di sofa sembari membuka lembar demi lembar file milik si pria tua.


Saat membuka lembar ke lima, dia terkejut saat melihat alamat dari perusahaan tersebut.


"Perusahaan ini berpusat di markas Tuan Xiauling. Apa hubungannya dia dan markas Toxic di masa lalu? semakin aneh saja. Aku curiga jika pria tua itu ada misi tersembunyi. Apa dia sengaja membuatku marah?" Alex berspekulasi dengan banyak hal tentang kedatangan si pria tua.


Sang mafia menyimpan file itu, dia akan menyelidiki lebih jauh masalah yang berhubungan dengan masa lalunya ini.


"Harusnya ada banyak dokumen yang harus aku tanda tangani hari ini, tapi aku sangat merindukan Laras." Alex meninggalkan ponselnya di dalam mobil, jadi dia memanfaatkan telepon kantor untuk berbicara dengan pujaan hatinya.


"Sayang? aku rindu." Alex berkata manja kepada sang isteri, berharap jika Laras akan mengerti maksud hatinya..


"Lex, maaf aku sedang..."


Terdengar suara Laras sedang berbicara dengan anak-anaknya yang merebut ponselnya.


"Putera daddy yang baik, siapa ini? Aarav atau Lexis?" Dengan lembut sang mafia membujuk si kembar yang sedang memainkan ponsel milik mommynya.


"Aku Lexis dad. Kapan pulang? daddy harus segera pulang membawa mainan, jika tidak, jangan harap bisa bicara dengan mommy."


Lexis mengakhiri panggilan telepon dari sang daddy mafia.


"Lexis, rasa cemburunya sama denganku, rasa memiliki mommynya juga sama." Alex tersenyum, dia meletakkan kembali gagang teleponnya.


Dia kembali fokus dengan dokumen yang harus di tanda tangani. Tapi baru saja dia membuka lembar pertama, telepon kantor berbunyi.


Alex menempatkan gagang telepon itu di telinga. Terdengar suara yang tak asing balik panggilan telepon tersebut.


"Lex? apa kau masih mengenali suaraku?"


Suara yang sangat familiar bagi sang mafia. Daddy Alex mencoba menerka siapa sang pemilik suara


"Apa kau Guru Fu Renzo?" terka sang mafia, hanya nama itu yang ada di benaknya saat mendengar si penelepon berbicara.

__ADS_1


"Haha...tepat sekali! awalnya aku ingin mengerjaimu, tetapi karena kau mampu menebak dengan benar, jadi aku urungkan niat itu," ucap Guru Fu Renzo yang tiba-tiba saja menelepon sang mafia setelah sekian lama tidak bersua.


"Haish! setelah sekian lama, kau baru sekali menghubungiku? jika ayah tahu, kau akan di makan olehnya," jawab sang mafia yang mengetahui sifat Tuan Fernando. Sang ayah akan sangat marah jika ada salah satu anggota Blue Sea sekelas Guru Fu tak memberikan kabar apapun setelah sekian lama.


"Haha, dia memang suka memakan daging manusia. Biarkan saja, dia sudah tiada kan? dia tidak akan memakanku. Kali ini aku aman." Apa yang di katakan oleh Guru Fu memang benar, tapi membuat Alex terdiam sesaat. Dia seperti memikirkan sesuatu.


"Lex? apa kau baik-baik saja? Lex?" Guru Fu khawatir jika Alex akan marah kepadanya. Secara, Alex dan Tuan Fernando adalah duo terbaik di zamannya. Saat dia membuka kenangan masa lalu antara sang mafia dan ayahnya, yang nampak hanya kepedihan.


Satu menit berlalu, suara sang mafia kembali terdengar.


"Aku rindu ayahku, jika dia masih hidup, pasti dia akan bahagia karena memiliki lima cucu kembar yang cerdas." Alex patut berbangga diri karena bibitnya sangat unggul, apalagi anak-anak Alex semua berparas rupawan, perpaduan antara Laras yang cantik dan Alex yang tampan.


"Kau sudah berkeluarga? sudah memiliki anak?" Guru Fu terkejut mendengar kabar ini.


"Kenapa Guru Fu? sepertinya kau meragukanku?" tanya sang mafia heran.


"Aku kira kau akan menjadi bujang lapuk seperti Fudo," ejek Guru Fu.


"Haha, tidak akan. Aku tergila-gila dengan gadisku, jika tidak segera menikahinya, ayah gadisku akan membakarku hidup-hidup." Sang mafia merasa Guru Fu juga sudah memiliki tambatan hati, dia mencoba untuk menanyakannya.


"Guru Fu, apakah kau sudah menikah?" tanya sang mafia.


"Sudah, mari bertemu! aku akan mengenalkannya padamu," jawab Guru Fu.


"Baiklah!" Sang mafia ikut merasa bahagia karena Guru Fu memilih jalan yang benar, tidak seperti Tuan Fudo yang akan melajang sampai tiada.


NB:


Hay..Hay.. pembaca setia cinta satu malam bos mafia...


Maaf ya baru up, soalnya sibuk di Real Life..


Yuk mari merapat, author dah up ini...🙏🙏

__ADS_1


Love you All


❤️❤️❤️


__ADS_2