
Dua jam kemudian, berisi 5 botol minuman bir segar yang dipesan oleh sang teman, mereka bertemu di depan sebuah rumah yang sudah disetujui menjadi milik sang kakek dan nenek.
Keduanya bersama di sana sembari menenggak bir yang dibeli oleh Han Bin.
"Kau masih memikirkan Alex Fernando?" tanya si teman yang bernama Tan Zhi.
"Iya, aku masih memikirkan orang itu, tetapi belum sempat berjumpa dengannya," jawab Han Bin yang merasa gagal dalam menemukan sosok hebat itu.
"Aku rasa harus pergi ke New York bertemu dengannya, daripada kau di Macau tidak mendapatkan apapun," ujar Tan Zhi.
"Memangnya kau pernah mengetahui jika pria itu ada di NY?" tanya Han Bin kembali.
"Iya, ayahku bekerjasama dengan Alex Fernando di bidang farmasi, tetapi jarang sekali bertemu dengan orang tersebut karena sekretarisnya bilang Alex selalu sibuk dan jarang pergi ke kantor, aku baru saja mendapatkan berita ini karena Ayah membicarakan tentang penjahat yang pernah menguasai Macau beberapa tahun yang lalu." Ternyata Tan Zhi juga mengetahui bahwa Alex adalah pria yang hebat, dia mengagumi sosok itu tetapi tak bisa bertemu, sama seperti Han Bin.
"Aku sudah memesan tiket ke New York, pergilah! aku yang akan menjaga kakek dan nenek." Tan Zhi teman terbaik yang dimiliki oleh Han Bin, tanpa dia, Han Bin tak mampu melakukan apapun meskipun bayarannya 5 botol bir setiap minggunya.
Tan Zhi selembar tiket itu kepada sang teman, kemudian memintanya segera pergi.
__ADS_1
Han Bin mengangguk, kemudiaan menitipkan kakek dan neneknya kepada Tan Zhi.
Sungguh sahabatan yang luar biasa di antara keduanya.
....
Han Bin bergegas menuju bandara untuk perjalanannya ke New York, jarak bandara cukup jauh, dia harus menempuh perjalanan 1 jam melewati pegunungan yang berliku, mengendarai sebuah bus yang tadi mengantarnya.
Han bin menunggu bus itu di halte, selanjutnya, dia menelepon seseorang yang bekerja di bandara untuk membantunya mencari penginapan di New York.
Dia memiliki koneksi yang cukup banyak dan semuanya adalah para manusia yang profesional di bidangnya.
Dia duduk di kursi paling depan bersama Pak sopir.
"Ke bandara pak," pinta Han Bin.
"Oke, Pak hari ini penumpangnya sangat sedikit," ujar Han Bin.
__ADS_1
"Iya, ada sebuah penyerangan habis-habisan di kota Macau, mereka menutup akses jalan raya, hanya biskuit yang boleh beroperasi karena tidak dicurigai mengangkut seorang pria bernama Han Bin.
"Oh," jawab Han Bin.
Ternyata MK sudah ah mau carinya di seluruh kota, dan tidak menemukan keberadaannya.
MK pria pengecut yang hanya menggunakan kekuasaannya untuk mencariku, awas aja dia jika bertemu denganku akan ku hajar!
Han Bin menikmati perjalanan menuju bandara dengan mendengarkan sebuah lagu yang biasa iya dengarkan saat hatinya sedang galau.
Selain memikirkan kakek dan neneknya, dia juga memikirkan seorang gadis bernama Tzuyu, gadis yang sangat ia cintai kini berada di genggaman pria lain yang termasuk anak buah MK.
Han Bin memang sengaja membuat kerusuhan di MK agar si anak buah keluar dari kandangnya dan membiarkan Tzuyu keluar dari masalah.
Dia terjerat hutang karena meminjam uang kepada MK yang seorang rentenir juga.
"Tzuyu, tunggulah! akua akan menyelamatkanmu setelah ini!"
__ADS_1
Itu janjinya terhadap sang kekasih.