Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Selamat dari maut


__ADS_3

Alex dan Frank mengikuti apa yang gadis itu sampaikan, pada akhirnya jalan yang di tempuh tidak terlalu banyak rintangan.


Semuanya berjalan baik sampai ketiga berada di pinggir sebuah jalan raya.


Franklin menurunkan sang gadis dan mencoba nomor telepon seseorang, tetapi ponselnya tidak bisa digunakan.


Pada akhirnya, Alex harus menghentikan salah satu mobil untuk meminta pertolongan.


Setengah jam sudah ke-tiga orang itu berjuang untuk mendapatkan mobil agar bisa sampai ke kota, tapi nasib baik tak kunjung menghampiri.


Hingga 15 menit setelahnya ada sebuah mobil truk yang mau membawa mereka menuju kota.


Ketiga orang itu masuk ke dalam mobil truk yang berisi jerami. Alex seperti orang tidak berguna saat menyaksikan kedua orang di sampingnya begitu romantis saat berpelukan.


Dia tidak masalah sendiri, pada intinya dia masih setia dengan istrinya.

__ADS_1


"Bos kau jangan iri," ucap Frank.


"Lakukan apapun semaumu sebelum sampai kota, karena saat di sana kita akan melakukan penyerangan terhadap markas MK dan Aldren, kita susun rencana untuk segera menghabisi orang yang melawan dan ingin menghapuskan geng kita." Sang mafia mengingatkan tugas ketuanya yang sebenarnya.


Bertarung untuk menyadarkan banyak orang agar tidak terlalu banyak sombong, terutama untuk Aldren. Pria yang baru saja keluar dari sarangnya kemudian banyak bicara tentang kekuasaan.


Ya bos, aku memahami apa yang ada di hatimu, pada intinya aku sudah menjadi pria yang lebih baik. Aku dan Angela sangat dekat, aku tidak tahu mengapa muncul rasa ingin melindungi.


Franklin membatin sesuatu yang aneh, Angela Liu belum tentu mencintainya padahal.


Akan tetapi gadis itu memperlihatkan kekaguman yang berbeda. Pada intinya, kedua orang itu memiliki rasa yang terpendam satu sama lain.


Angela menatap wajah Franklin, dia tersenyum bahagia meskipun rasanya sakit sekali di hati.


"Terimakasih Tuan, saudara bersedia menggendongku dari penjara bawah tanah itu sampai di atas truk jerami ini." Si gadis menahan tawanya saat menyebut kata jerami.

__ADS_1


"Haha, kau ini sangat lucu, baiklah hapus kata jerami dari perbincangan kita, karena aku akan tertawa terbahak-bahak jika jerami masih saja menjadi fokus pembicaraan kita." Franklin mencoba mengimbangi pembicaraan, dia mulai membuka diri.


Alex hanya melihat dua orang sedang kasmaran hanya bisa diam di pojokan.


"Aku sudah punya istri, terlalu sering aku melakukan hal itu. Lakukan saja, jangan hiraukan aku. Aku hanya bos saat berada di markas saja." Sang mafia tidak ingin keberadaan yang mengganggu dua orang yang sedang ber-romantis ria itu.


Tapi sejatinya Frank memahami jika Alex sangat mendukung hubungannya dengan Angela yang lain, lebih cantik dan semok.


Perjalanan yang cukup panjang sudah mereka tempuh, akhirnya truk itu turun di sebuah jalan perbatasan yang cukup ektrim tempatnya, sang sopir meminta penumpang untuk turun karena dia sudah menghubungi temannya agar mengantar ke kota.


"Maaf, saya tidak bisa mengantar anda semua sampai di kota karena medannya tidak memungkinkan untuk truk jerami saya, tetapi saya sudah menelpon seseorang untuk mengantar kalian semua menuju tempat yang diinginkan di daerah kota." Sang sopir cukup baik hati untuk seorang pria yang baru saja dikenal.


"Oke, udah makasih pak sopir kau sangat baik." Sang mafia mengucapkan terima kasih kepada Pak sopir, berjabat tangan dengannya.


"Ya Tuan, sama-sama. Semoga kalian bertiga bisa sampai di tujuan dengan baik-baik saja dan lancar."

__ADS_1


....


__ADS_2