Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Di apartmen Tuan Win


__ADS_3

Dengan tergesa-gesa, sang bocah meminta Richi untuk mengantarnya ke apartemen tersebut karena dia merasa gadis berwajah oriental itu adalah kekasihnya, Han Bin ingin menanyakan sesuatu yang penting kepada gadis tersebut karena itu adalah hal yang sangat utama baginya.


Richi meminta Willy yang mengantarkan Han Bin menuju apartemen milik Tuan Win, karena dia sedang mendapatkan tugas menjadi pemimpin penyerangan.


Willy setuju, dia dan si bocah pergi dari para itu menuju apartemen milik Tuan Win yang letaknya tidak jauh dari miliknya.


Willy dan Han Bin menaiki mobil jemputan khusus yang disiapkan untuk semua anggota yang berada di Macau.


Setelah itu, keduanya masuk ke dalam mobil, dengan Willy yang menjadi sopir untuk si bocah.


Beberapa menit kemudian sampailah mereka berdua di apartemen yang dimaksud.


Han Bin sangat tergesa-gesa sehingga salah mengambil tindakan, dia membuka seluruh kamar yang ada di lantai bawah hingga membuat kegaduhan.


"Hey bocah! apa yang kau lakukan di sini cepat pergi!" ucap salah satu penghuni kamar.


Hampir lima Mama sudah ia buka dengan paksa hingga penghuninya marah-marah.


Willy segera mencegah kegilaan si bocah.


Dia kembali menggendong tubuh Han Bin dan membawanya masuk ke dalam lift untuk menuju lantai. Di dalam lift, si bocah masih saja banyak tingkah dan selalu mengumpat membuat kesal.

__ADS_1


"Diamlah!" pinta Willy.


"Aku harus menemui gadisku apakah dia masih menjaga keperawanannya untukku atau sudah hilang karena MK, perlawanan bagiku sangatlah penting jika dia sudah tidak gadis lagi pantang untuk menjadi kekasihnya!" ucap Han Bin.


Willy kemudian memukul tengkuk si bocah agar dia diam untuk sejenak.


"Akhirnya, tidak bisa dikendalikan juga," ucap Willy merasa lega.


Pintu lift telah terbuka, kini giliran dirinya menuju kamar apartemen nomor 15 milik Tuan Win.


Dia berjalan lurus menuju kamar tersebut dan setelah berada di depan pintu no 15, berhenti kemudian mengetuk pintu.


Seorang gadis membuka pintu untuk Willy.


"Apa kau Sia?" tanya Willy yang sekilas melihat Theresia, orang yang menjadi nomor satu di hati Yovan.


"Iya, apakah kau Willy? suami Kak jenny?" jawab Sia kemudian.


"Kau menjadi tawanan MK dan membuat Yovan mengkhianati kami! bagus sekali!" Willy sangat kesal dengan apa yang dilakukan oleh Sia.


"Maaf Wil, tapi aku ...." Belum sempat Sia mengejutkan kata-katanya, Willy sudah masuk ke dalam kamar tersebut dengan menyingkirkan tubuh si gadis.

__ADS_1


"Dimana Yo?" tanya Willy lagi.


"Ada di kamar," jawab Sia singkat.


Willy masuk ke dalam kamar yang ada Yovan di sana.


"Astaga! pria ini kenapa lagi! dia menjadi pengkhianat tetapi tubuhnya babak belur, bodohnya!" ucap Willy sembari meletakkan tubuh Han Bin di sofa yang tak jauh dari ranjang 4 yufan berbaring.


"Yo? bangunlah!" imbuh Willy berada di samping ranjang Yovan, menepuk pipi kanan dan kiri sang teman.


Tak berapa lama kemudian, dia membuka kedua matanya dengan perlahan.


"Kau Willy?" tanya Yovan saat matanya terbuka sempurna.


"Iya, kau kira siapa lagi? aku bukan gadis penari erotis yang biasa aku lihat setiap baris saat kita minum dulu!" jawab Willy dengan nada bercanda.


"Sialan! aku sedang sakit dan kau malah mengajakku bercanda, Setelah sembuh mari kita berduel saja Willy!" tukas Yovan, tubuh yang sangat sakit dan banyak lebam di sana-sini.


"Ahahah ... oke!"


....

__ADS_1


__ADS_2