
Jiho menatap wajah Alex, dia berkata," Apa rencanamu? mari kita bicara! aku belum setuju untuk berdamai dengan Hang Zhi, tetapi saat kau memberikan rencana yang bagus, mungkin saja aku mau berdamai dengannya," jelas Jiho tegas.
"Bagus! kau memang pemuda yang cerdas, tidak salah jika aku menargetkanmu terlebih dahulu," ucap sang mafia sembari mengacak rambut Jiho kasar.
"Sial! aku bukan anak kecil lagi tuan," celetuk Jiho.
Suasana menjadi semakin kondusif, Jiho memerintahkan anak buahnya untuk mengubur bos bandit di makam khusus para anggota yang tewas akibat pertempuran. Setelahnya, dia mengajak para anggota, Alex, Richi dan tuan Ramos ke dalam ruangan yang biasanya di gunakan untuk berdiskusi antar anggota. Semua orang sudah berkumpul, mereka duduk di kursi masing-masing dengan di hadapannya bentuk meja yang memanjang.
Jiho duduk di singgasananya sedangkan Alex, Richi dan tuan Ramos berdiri di sampingnya.
"Silakan kau ceritakan maksud kedatanganmu kemari," pinta Jiho mempersilakan Alex untuk bicara.
"Sebelumnya aku minta maaf, bukannya aku ingin mencampuri urusan geng kalian. Tetapi karena ini adalah titah dari tuan Fudo, jadi aku harus segera melaksanakannya. Aku datang kemari, ada misi untuk mendamaikanmu dengan Hang Zhi," jelas sang mafia menyampaikan tujuan kedatangannya.
"Bagaimana cara yang akan kau tempuh untuk mendamaikan antara aku dan Hang Zhi?" tanya Jiho ingin mengetahui apa rencana Alex.
__ADS_1
"Coba kau ceritakan informasi yang kau ketahui tentang kematian ibumu," pinta sang mafia meminta kejelasan.
"Tuan Alex, aku minta maaf bukannya aku menyela pembicaraan antara kau dan tuan muda Jiho, tetapi tuan muda masih trauma dengan peristiwa kematian ibunya. Aku mohon kau tidak membahas tentang hal itu lagi," ucap seorang anggota menyampaikan pendapatnya.
Jiho bangkit dari singgasananya, dia mencoba berdiri tegak dengan kedua kakinya, Jiho mencoba membuka mulutnya dan menceritakan segala uneg-uneg yang selama ini dia pendam tentang kematian sang ibu.
"Waktu itu, aku dan Hang Zhi menemukan ibu di bunuh oleh seorang pria bertopeng," ucap Jiho sembari menghela nafas.
"Tuan muda, jangan teruskan jika kau tidak mampu mengatakannya," Seorang anggota mencegah Jiho untuk mengatakan segalanya tentang peristiwa pembunuhan 3 tahun yang lalu itu.
"Maaf tuan Alex, anak buahku hanya khawatir jika aku kembali trauma saat mengingat kejadian itu. Setelah 3 tahun permusuhan dengan adikku sendiri aku merasa menjadi kakak yang tidak bertanggung jawab. Kehadiran Tuan Alex kemari membuatku memiliki keberanian yang lebih besar dari sebelumnya. Aku akan mencoba memahami dan mengerti jika aku dan Hang Zhi bukanlah anak kandung dari ayah kami. Ya pada akhirnya aku juga yang harus mengatakan kebenaran tentang status kami berdua. Pembunuh bertopeng itu adalah ayah kandung kami. Dia membawa bukti tes DNA dan mengatakan ibu telah berselingkuh dengan pria bertopeng itu. Sang pembunuh adalah kekasih gelap ibuku. Dia ingin membawa kami pergi, tetapi ibu melarangnya. Kami juga tidak mengetahui bagaimana bisa pria bertopeng itu datang ke rumah dan masuk ke dalam kamar ibu. Aku merasa kasihan dengan ayah, tetapi Hang Zhi justru sebaliknya. Hang Zhi merasa jika ayah tidak bisa membahagiakan ibu sehingga harus mencari kesenangan di luar rumah bersama pria lain. Sejak saat itu kami berdua bermusuhan. Aku enggan bertatap muka dengannya. Dia menjadi sosok yang angkuh dan sombong. Apalagi saat dia bergabung dengan geng Shadow pimpinan bos Helian, kesombongannya semakin besar," jelas Jiho. Dia kembali duduk di singgasananya. Bos Alex menepuk pundak Jiho lembut. Dia mengerti perasaan pemuda itu.
"Jika memang seperti itu kejadiannya, Kau tidak perlu khawatir. Shadow adalah masalah kecil bagiku, yang terpenting adalah kita harus menyadarkan Hang Zhi agar dia tidak terjerumus menjadi pemuda ricuh yang hanya mengedepankan emosi sesaat. Dengan sifatnya yang menyebalkan itu, pasti sangat sulit untuk mempengaruhinya. Apakah kau tahu kelemahan dari Hang Zhi?" Alex mencoba menelisik lebih dalam tentang kembaran Jiho.
"Dia adalah petarung yang hebat, tiga kali lebih hebat dariku. Sebenarnya aku bukan pria yang kejam, hanya saja sikap adikku yang selalu menyalahkan ayah, membuatku kesal. Padahal di situasi ini ayah adalah korban, ayah pria malang yang hanya mampu bekerja keras mengurus bisnis dan kelompoknya. Ayahku adalah pria yang sangat baik, oleh sebab itu aku sangat menyayanginya. Sifat ayah menurun kepadaku. Aku dan dia adalah satu orang yang sama. Meskipun aku dan ayah tidak memiliki hubungan darah, aku merasa tuan Zhev adalah ayah kandungku. Sejak kecil aku dan Hang Zhi diperlakukan berbeda oleh ayah. Sifatku yang penurut kepada ayah membuat Hang Zhi marah. Dia selalu iri saat melihat ayah terlalu memanjakanku. Padahal menurutku, Hang Zhi justru anak yang paling dimanjakan. Mungkin karena aku kakaknya jadi di ayah lebih sering berbagi denganku," Jiho membuka kembali luka lamanya namun kali ini dia merasa sangat lega.
__ADS_1
"Jiho, kau memiliki nasib yang baik. Bos Alex akan membantumu mengungkap kebenaran kematian ibumu," Richi juga mencoba menenangkan jiwa Jiho yang mulai emosional itu.
"Ya tuan, terima kasih atas bantuan kalian semua. Aku ingin sekali bertemu dengan ayah dan menceritakan segalanya padanya," ucap Jiho yang ingin berterus terang kepada sang ayah.
"Lebih baik kau simpan dulu rahasia ini. Ayahmu akan sangat terluka jika mengetahui ibumu memiliki dua anak kembar di luar pernikahannya. Tapi aku curiga jika pembunuh bertopeng itu merekayasa fakta tentang perselingkuhan ibumu dengannya untuk kepentingan pribadinya," Alex mencoba mengupas sisi lain dari kasus keluarga Jiho.
"Iya tuan, awalnya aku juga berpikiran seperti itu, tetapi setelah sekian lama aku berpisah dari ayahku, aku merasa sangat sedih. Aku dan ayah adalah pasangan ayah dan anak yang sangat kompak di manapun kami berada, tetapi hal itu justru membuat Hang Zhi semakin tidak menyukaiku, Aku masih penasaran dengan pria bertopeng yang mengaku kekasih ibuku," ucap Jiho yang kini mampu mengendalikan diri dan emosinya agar tidak meluap-luap saat mengulang memori masa lalunya itu.
"Aku akan membantumu mencari pria bertopeng itu. Setelah semuanya membaik, aku akan mempertemukan kalian berdua. Jiho, apakah kau bisa menceritakan tentang ciri-ciri pria bertopeng tersebut?" tanya sang mafia.
"Tubuhnya tinggi besar, memiliki luka sayatan di telapak tangan sebelah kiri. Ada tatto di bagian leher kanannya. Aku memang sengaja mencari tanda agar mampu menemukan pria bertopeng itu karena aku merasa ada yang Janggal dari kematian ibuku," jelas Jiho memberikan keterangannya.
"Tuan Alex, aku mendengar jika bos Shadow telah di ganti oleh Gerald karena pria itu akan segera menikah dengan Livy alias Li Wei, anak gadis satu-satunya tuan Yin Wei, tetua geng Shadow," celetuk salah satu anggota bandit.
"Iya, aku tahu itu. Tidak masalah siapapun pemimpin Shadow, yang paling utama adalah menemukan pria bertopeng itu dengan segera," ucap sang mafia.
__ADS_1
Bersambung...