
Di perbatasan kota selatan...
Dua orang anak buah bos Alex terlibat perbincangan yang mengarah kepada pengkhianatan terhadap sang bos. Mereka ingin keluar dari Death Angel karena ketidakpuasan akan kinerja bosnya yang lebih mementingkan Richi, Willy, Zicko, Erland, Morgan dan Angela. Padahal mereka berdua justru lebih unggul.
"Kau tahu? lebih baik kita membuat geng baru, kita lawan bos Alex," ucap Key, salah satu anggota bos Alex yang dulu berkawan baik dengan Justin.
"Tapi? apa kau sanggup melawan si pembunuh berdarah dingin itu? kau akan menjadi mayat setelah bos tahu rencanamu ini," jawab Peter ragu.
"Kau diamlah! jika setuju dengan rencanaku, mari ajak para anggota yang lain untuk ikut bergabung," jelas Key sembari beranjak dari pos penjagaan di perbatasan kota selatan.
"Kau mau kemana?" tanya Peter.
"Mencari orang untuk bergabung bersamaku," tukas Key. Pria itu keluar dari pos kemudian berjalan ke arah para anggota Death Angel yang sedang berkumpul.
"Apa aku bisa bicara sebentar?" tanya Key.
Para anggota Death Angel menatap Key dengan tatapan bingung. "Apa yang kau inginkan? kau jaga saja di pos, aku sedang membicarakan hal penting dengan yang lain," ucap salah satu anggota.
"Ikut aku jika kalian tidak menyukai kinerja bos Alex," Seketika semua anggota Death Angel yang berkumpul tadi semakin bingung dengan ucapan Key. Seorang anggota Death Angel mendekati Key dan membisikkan sesuatu padanya, "jika kau ingin melawan bos Alex, silahkan saja! kami tidak akan ikut,"
Key terdiam, sorot matanya begitu tajam. Dia kembali lagi ke pos penjagaan. Saat duduk di sebelah Peter, sang rekan tertawa akan tingkah Key yang sangat tidak masuk akal.
"Apa kau sudah gila? mereka itu para anggota setia bos Alex, kau ini siapa? bukan apapun untuk mereka," Peter terus saja tertawa melihat sang rekan yang konyol itu.
"Suatu saat nanti, aku akan jadi bos besar dan melawannya!" ucap Key.
Peter semakin tertawa terbahak-bahak sampai menangis. Dia tidak habis pikir dengan pemikiran Key yang cari mati dengan sang bos.
Tanpa di ketahui oleh Peter, dia mengirim pesan singkat kepada Liu Earl.
'Kak Liu, apa kau ada waktu? aku ingin bertemu denganmu,' Isi pesan Key.
Beberapa menit kemudian, pesan itu di balas.
'Datanglah, aku ada di tempat biasa kita bertemu,' balasan pesan dari Liu Earl.
"Aku pinjam motormu!" ucap Key.
"Ya, ini kuncinya. Kau mau kemana?" tanya Peter heran.
"Aku ingin menemui seseorang, kau yang jaga pos," tukas Key.
__ADS_1
Pria itu keluar dari pos penjagaan dengan tergesa-gesa membuat Peter curiga.
"Dia mau apa lagi? jangan sampai dia membuat ulah!" ucap Peter.
...* * *...
Secepat kilat Key mengendarai motornya, kini dia telah sampai di sebuah bar di kota selatan. Dia memarkirkan motornya, setelah itu masuk ke dalam bar. Dia mulai mencari pria yang sangat ingin di temuinya, saat dia menoleh ternyata Liu sudah berdiri di sampingnya.
"Kak, kapan kau datang?" tanya Key terkejut.
"Sejak tadi, tapi kau melewatiku," jawab Liu yang langsung mengajaknya duduk bersama.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Liu.
"Aku ingin menghancurkan bos Alex!" Key sangat yakin dengan apa yang terucap dari bibirnya itu.
"Kau ingin menghancurkan bos mu sendiri? Alex Fernando? apa kau bermimpi?" Liu heran dengan ucapan Key yang sangat tidak masuk akal itu.
"Jika kau ingin menghancurkannya, silahkan saja! aku tidak mau," ucap Liu.
"Apa kau takut?" tanya Key.
"Kau mau apa setelah Alex hancur?" tukas Liu.
"Hahaha! konyol sekali!" Liu tak mampu menahan tawanya.
"Jika kak Liu tidak bisa membantuku tak apa, aku akan mencari orang yang bisa di ajak kerjasama," ucap Key.
"Kau hubungi nomor ini, semoga dia mampu membantumu, aku dan Alex selama ini aman saja, aku tidak ingin mencari masalah," jawab Liu.
Key menerima kartu nama yang di berikan oleh Liu, di sana tertera nama Davis Lee, sebelumnya belum pernah ia mengetahui orang ini. Namun dia ingin mencoba menghubunginya.
"Siapa ini?" tanya Davis Lee.
"Aku Key, anak buah bos Alex," jawab Key.
"Oh, ada apa?" tanya Davis Lee.
"Bantu aku mencari orang untuk menghabisi bos Alex," pinta Key.
"Kau anak buahnya dan ingin menghabisinya? kau sudah kehilangan akalmu?" ucap Davis Lee.
__ADS_1
"Apa kau mau membantuku?" tanya Key.
"Aku butuh uang satu triliun untuk membuat bisnisku semakin berkembang, kirim uang itu segera, aku akan membantumu," jawab Davis Lee.
"Tidak masalah!" ucap Key penuh percaya diri.
"Kau lumayan juga, setelah kau kirim uang itu, akan ku beri dua ratus anggota yang akan setia padamu, hancurkan Alex!" jawab Davis Lee.
Key tersenyum sumringah, dengan mudah ia akan mendapatkan banyak anggota setia. Uang 1 triliun cukup membuatnya menjadi bos besar.
"Bagaimana? dia bisa kan membantumu?" tanya Liu.
"Siapa dia kak? apa dia musuh bos Alex yang patah kaki akibat di hajar bos Alex itu? Davis Lee pemimpin geng mafia misterius yang menghilang setelah kalah dalam pertarungan beberapa tahun lalu?" tanya Key yang merasa pernah mengetahui tentang Davis Lee.
"Tepat! memang dia orangnya," jawab Liu.
Liu Earl mengatakan jika dia masih banyak urusan, jadi tidak bisa menemaninya. Key tersenyum, dia merasa sudah mendapatkan angin segar, sebentar lagi keinginannya untuk menjadi penguasa akan terwujud. Tapi uang itu darimana dia akan mendapatkannya? dia berpikir hanya Peter yang mampu membantunya.
"Peter adalah pemegang kunci brangkas penyimpanan uang bos Alex, aku bisa mengambil uang dari brangkas itu," ucap Key yang sama sekali hilang rasa takutnya akan kemarahan bos mafia.
Dia beranjak dari tempat duduknya dan segera keluar dari bar, ia bergegas pergi menaiki motor milik Peter menuju pos di perbatasan kota selatan.
Sesampainya di sana, dia menghampiri Peter, dia mengecoh sang kawan. Kunci yang ia inginkan sudah ada di genggaman. Malam nanti dia siap mengeksekusinya.
'Maaf bos! tapi uangmu juga milik kami, kami yang bekerja keras untukmu!' batin Key.
Key sudah memiliki rencana, dia yakin tidak akan gagal karena yang akan di tuduh mengambil uang itu adalah Peter, bukan dirinya.
Gelagat aneh sempat Peter baca dari tingkah laku Key yang menjadi baik padanya, dia selalu waspada, jangan sampai dia terkena masalah karena ulah Key yang berupaya menggulingkan bos Alex dari tahtanya.
"Apa kau ingin makan?" tanya Key.
"Apa maumu?" ucap Peter curiga.
"Tidak ada, aku hanya ingin baik padamu itu saja, bukannya kita rekan kerja," jawab Key beralasan.
"Mana mungkin?" tukas Peter
"Haha, apa kau mencurigaiku? aku hanya anggota rendahan, tidak berguna," jawab Key.
"Kau mulai lagi, ayo kita makan, Brian sepertinya memasak sesuatu yang enak, aromanya menyeruak di hidungku sedari tadi," ucap Peter.
__ADS_1
"Kau duduk di sini, akan ku ambilkan," pinta Key yang memiliki maksud terselubung di balik kebaikannya.