
Di sarankan baca bab sebelumnya ya say, biar nyambung, soalnya bab promo sudah aku hapus dan edit dengan bab baru 🤟🤟
*********
Terjadi kegaduhan di bar, membuat Tuan Zash dan Tuan Win yang berada di ruangan langsung berlari menuju pusat kegaduhan.
"Ada apa ini?" tanya Tuan Win. Dia terkejut saat melihat salah satu pengunjung terluka parah dengan perut yang tertusuk.
"Ada orang yang tiba-tiba menabrakku kemudian menusukku dengan pisau, entah siapa dia, sepertinya memakai baju milik Tuan Zash," ucap salah satu pengunjung yang menjadi saksi mata kejadian tersebut.
"Tidak salah lagi, pasti orang itu adalah Aldren!" ucap Tuan Win yakin.
"Dia pasti belum jauh dari bar ini, telepon Alex! minta anak buahnya untuk mencari bocah gila itu," pinta Tuan Zash.
"Ya."
Tuan Win menelpon sang bos, tetapi tak kunjung mendapatkan jawaban. Dia kemudian menelepon Franklin, dia juga tidak tahu di mana sang bos ada dimana.
"Aku akan menyuruh orang-orang untuk mencarinya," ucap Tuan Win yang menelepon orang-orang kepercayaannya untuk mencari Aldren ke seluruh penjuru kota, Aldren sudah keluar dari sarangnya dengan keadaan mabuk, ini sangat bagus apalagi dia baru saja melakukan penusukan terhadap salah satu pengunjung nya, ini akan menjadi berita yang sangat luar biasa.
********
Di tempat barang-barang bekas seperti ban dan alat-alat elektronik yang sudah tidak terpakai, seorang pria sedang duduk bersandar di antara sampah-sampah itu, orang tersebut adalah Aldren.
"Sial! mengapa aku harus kabur! aku bisa berpura-pura hilang ingatan ataupun ... ah! bodohnya aku!"
Aldren merutuki nasibnya yang sial karena bertindak gegabah.
Di saat yang sama, Tuan Win dan Tuan Zash ikut dalam misi pencarian Al, mereka berdua melewati tempat pembuangan barang-barang bekas itu.
"Turun di sini, siapa tahu dia bersembunyi di tempat ini," ucap Tuan Win, dia menghentikan mobilnya di depan pembuangan sampah itu dan turun bersama sang saudara.
Saat keduanya turun, tiba-tiba saja ada sesuatu yang bergerak di antara ban bekas.
Tuan Zash pergi mengeceknya, saat dia mendekati ban bekas itu, ternyata hanya ada seekor kucing.
__ADS_1
Dia sempat terkecoh tetapi ada noda darah di sekitar tempat, yang meyakini bahwa ada seseorang sebelum mereka datang.
"Kita cari di tempat ini, aku merasa Al masih ada di sekitar sini."
Kedua saudara itu berpencar mencari Aldren, tetapi tak kunjung menemukannya.
Hingga 1 jam pencarian, Tuan Zash dan Tuan Win tak menemukan target yang dimaksud.
Mereka memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut.
********
Setelah kepergian kedua saudara itu, Al yang masih tersembunyi di bawah mobil bekas, tinggal dia terluka di bagian punggung nya mencoba untuk melepaskan diri dari sela-sela mobil bekas itu.
"Sial! mengapa aku harus menderita seperti, Aw! punggung juga sakit, ini tidak bisa dibiarkan! nama baik ku akan tercoreng setelah ini," ucap Aldren, pria itu segera menghubungi MK dan mengatakan bahwa, membutuhkan bantuan.
Akan tetapi alangkah terkejutnya dia saat MK dengan tegas menolak untuk membantu.
"Apa? kau tidak ingin membantuku? bagaimana bisa?"
Tut ... tut ... tut ...
Seketika itu juga Aldren melempar ponselnya ke arah ban bekas, dia berteriak sekencang mungkin mengumpat apa yang terjadi pada dirinya.
"MK berengsek!!! Kau telah mempermainkan Aldren! tidak ada maaf untuk dirimu!"
Dia tidak menyangka bahwa rumor MK adalah rekan yang tidak tahu diri dan seorang penghianat, memang nyata adanya!
Aldren bersimpuh, apa yang dia miliki telah hilang!
Bahkan semua anggotanya telah menjadi penghianat secara bersamaan.
Dia benar-benar terluka dan memiliki dendam kesumat terhadap MK.
"Cih!! aku tidak sudi memohon sampai seperti itu! aku akan memastikan kepala MK akan ku penggal dengan katana milikku!" Sumpah Aldren begitu membara di dadanya, dia merasa semua yang terjadi padanya adalah salah Alex Fernando.
__ADS_1
Jika dia menjadi anak Tuan Fernando, pasti dia sudah ah memiliki tahta Death Angel dan berjaya di dunia.
Akan tetapi semuanya telah terlambat, dia bukan pria yang beruntung, selain penyesalan hanya balas dendam yang ada di dalam hati dan pikirannya.
Dia orang yang ingin memakan apa yang ada di depannya, terutama MK.
Entah apa yang dia rasakan tetapi langkahnya yang yakin meskipun Al mabuk, memperlihatkan betapa kuat hati dan instingnya untuk segera mengakhiri penderitaannya.
*********
Aldren mendekati seorang pria yang baru saja turun dari mobilnya, dia berpura-pura bertanya alamat, tetapi pada akhirnya dia menghajar pria itu tinggal terluka dan mengambil mobil serta ponsel yang ia miliki.
Sang pria yang menjadi korban penganiayaan tidak bisa melakukan apapun, dia pasrah mobil serta ponselnya dibawa oleh Aldren.
Kini dia benar-benar menjadi seorang kriminal, dia telah merampas benda milik orang lain dan lakukan penganiayaan juga.
Sungguh gila, Al bahkan tidak mempedulikan hal lain, selain balas dendam.
"Aku akan pergi ke markas MK dan menghajar semua orang yang ada di sana!"
Pria itu semakin dekat dan membabi buta, tidak ada rasa takut di dalam dadanya.
Akan tetapi semua itu berakhir nahas, saat dia melewati sebuah jalan yang berliku dengan jurang di kanan kirinya, sebuah mobil tiba-tiba menabrak dari arah berlawanan, seketika itu dia oleng dan menabrak pembatas jalan. Dia terpental jauh masuk ke dalam jurang.
********
Pencarian Aldren berlanjut, ada yang mengatakan melihat pria itu merampas mobil orang lain kemudian pergi jauh melewati pegunungan, tetapi setelah itu mereka tidak mengetahui apapun lagi.
"Dia sepertinya ingin pergi ke markas MK yang berada di pegunungan, sial! pria itu memang punya 1000 cara untuk kabur!" ucap Tuan Win memberikan informasi
"Kita kejar saja," pinta Zash.
"Orang-orang kepercayaanku sudah mengerti mobil curian yang ia kendarai, kita tunggu saja kabar dari mereka."
"Ok."
__ADS_1
********