
Alex memberikan perintah kepada para anggotanya agar senantiasa waspada karena musuh yang akan dihadapi bukan sekedar mafia dari kalangan mereka tetapi anggota kepolisian. Salah sedikit saja akan menjadi bumerang bagi Death Angel karena ada Tuan Hans di pihaknya yang juga anggota kepolisian.
Para anggota sudah mengetahui apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Bos mafia tidak melakukan hal itu karena para anggotanya telah dibekali banyak banyak hal untuk menghalau setiap musuh yang meresahkan.
"Kalian harus menjaga rumah ini dengan benar, ada seorang pria yang sangat menyukai istriku. Bahkan dia tergila-gila padanya, Ayah mertuaku mengatakan jika pria tersebut adalah seorang anggota kepolisian. Aku menduga pria bernama Rafles itu sudah merencanakan sesuatu untuk membunuhku. Tidak ada obat jatuh cinta selain memiliki seutuhnya, itulah hal yang aku percayai. Sebelum aku tewas pria itu tidak akan pernah berhenti mengganggu kehidupan Rumah tanggaku, Laras adalah wanita yang sangat aku cintai sejak awal kami bertemu. Kalian jika mengetahui hal itu, jika ada seorang pria ya tiba-tiba datang di dalam kehidupan kami dan ingin merebut segalanya, maka hanya satu jawaban untuknya. Kematian yang luar biasa pedih karena aku tidak pernah memberikan ampun kepada orang seperti itu," ucap sang mafia dengan berapi-api, terlihat jelas kecemburuan yang nyata dari kedua matanya.
Semua anggota Death Angel sudah memahami hal ini. Tidak ada perdebatan tentang perasaan sang mafia kepada wanita tercintanya, karena memang Alex hanya mencintai satu wanita dan itu adalah Laras Nugraheni.
"Bos? apakah kau akan ikut memburu pria brengsek itu?" Salah satu anggota menanyakannya dengan hati-hati.
"Untuk 2 hari kedepan aku ingin menghabiskan waktu bersama istriku, kami akan honeymoon ke negara Italia. kami berdua sebagai orangtua lima jagoan memiliki janji yang harus dituntaskan," jawab sang mafia dengan malas karena dia sedang tidak ingin membunuh orang ataupun bertarung, ya udah di pikirannya hanya Laras dan Laras.
"Ehm, aku paham bos! bersenang-senanglah dengan istrimu, kau pergi berobat selama dua minggu dan kembali setelahnya, aku sebagai seorang suami juga akan merencanakan hal yang sama denganmu, tambah 5 lagi ya bos?" ledek sang anak buah yang jika memiliki keluarga dengan bayi kembar lima.
"Hah! kau itu ingin menghancurkan hidupku ya? 5 saja sudah membuatku pening, kesempatan untuk bermesraan dengan istri tidak ada sama sekali meskipun mereka sudah beranjak dewasa. Kau juga mengerti kan maksudku? coba aku tanya apa setelah istri melahirkan dan anak-anakmu beranjak dewasa kau mampu meluangkan waktu bersama istrimu hanya untuk sekedar minum kopi?" Sang bos sangat merakyat kepada anggotanya, dia tidak sungkan untuk bercanda ataupun mencurahkan isi hati kepada para anggotanya, Karena sejatinya semua anggota Death Angel mengetahui sifat asli dari sang mafia. Selain berjuluk malaikat maut, Alex adalah seorang pemimpin yang humoris dan penyayang apalagi terhadap anak dan istrinya.
"Hahahaha," ucapan sang mafia seketika membuat para anggotanya tertawa, mereka semua mengetahui jika salah satu anggota ada yang memiliki anak kembar 5 seperti sang bos, dan anggota tersebut sangat tersiksa. Kali ini dia seperti mengejek bos mafia, tetapi melupakan statusnya sendiri yang sama mengenaskan seperti sang bos.
"Diam! kalian menertawakannya sama seperti kalian menertawakan aku juga! aku akan menghukum kalian semua, selama 2 minggu tidak boleh bertemu dengan anak istri!" Sang mafia sangatlah sensitif akhir-akhir ini, selain Willy ternyata anggota lain juga terkena imbasnya.
"Tapi bos? kami kan tidak sengaja, ini juga karena ulah si Rivano, berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu!" Salah satu anggota sang mafia protes, dia sudah lama tidak bertemu sang istri, kurang lebih 1 tahun lamanya. Jika sang mafia menambah hukuman 2 minggu, dia akan tersiksa, rasanya seperti 5 tahun berturut-turut tidak bertemu dengan sang istri.
Memahami kondisi para suami yang menyedihkan, Alex berpikir ulang untuk menghukum mereka.
"Ya aku akan memberikan diskon hukuman untuk kalian semua, satu minggu adalah waktu yang pas. Khusus untuk kalian semua satu minggu full tidak boleh ke mana pun, kalian harus menjaga rumahku. Tidak ada penolakan ataupun tawar-menawar lagi! katakan apapun kepadaku ataupun ayah mertuaku jika kalian membutuhkan sesuatu, tidurlah di apartemen mewah yang berada di sekitar kompleks perumahan ku semuanya gratis, tetapi kalian ingat satu minggu full harus bergantian menjaga rumahku, apa kalian mengerti?" Sang mafia memang tak punya hati, dia memberikan hukuman 1 minggu untuk para suami agar tidak bertemu dengan istri masing-masing. Meskipun hukuman itu sudah diskon, tetap saja tidak bertemu dengan anggota keluarga adalah sesuatu yang menyakitkan.
Semua anggota Death Angel yang memiliki istri kesal terhadap Rivano, namun tidak bisa melakukan. Apa yang dikatakan sama via adalah sebuah keharusan, jika mereka menolaknya, hukuman berat yang lain sudah menanti.
Sang mafia yang mendengar para anggota menyalahkan Rivano hanya bisa menahan tawa, dia mengompori semua anggotanya untuk menghukum pria itu seberat-beratnya.
"Salahkan saja dia, jika dia tidak mengejek ku pasti kalian tidak akan kena imbasnya!" Sang mafia memang senang membuat orang lain kesusahan, seperti diperintah, semua anggota membawa Rivano masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil tersebut salah satu anggota Death Angel yang sering mengerjai Rivano, langsung mengeluarkan jurusnya, dia mengambil satu kotak berisi 10 biji kecoa yang sengaja ia kumpulkan untuk mengerjai Rivano.
Dia memasukkan beberapa kecoa di dalamnya, Rivano yang phobia kecoa, hanya bisa berteriak seperti seorang wanita yang ketakutan.
"Hahahaha!"
__ADS_1
Semua kembali tertawa karena teriakan Rivano yang menggelikan.
Sepuluh menit sudah mereka semua mengerjai Rivano, sang mafia memerintahkan untuk menghentikan hukuman tersebut.
Rivano terlihat sangat lemas saat keluar dari mobil tersebut, "Ampun bos! ini yang terakhir kalinya, aku tidak akan mengejekmu lagi, ampun!"
Rivano mengibarkan bendera putih, sang mafia yang hanya bercanda, pada akhirnya meminta maaf kepada Rivano.
"Aku minta maaf karena telah membuatmu tersiksa, lain kali jika ingin berbicara, pikir dulu ya? Haha, aku kasihan kepadamu, tubuhmu lemas sekali karena beberapa kecoa. Ehm, baiklah! aku memutuskan jika semua hukuman aku batalkan! kalian boleh menemui istri kalian di rumah masing-masing!"
Sorak sorai para anggota Death Angel terdengar menggema, Mereka semua ingin memeluk sang mafia, tetapi hanya beberapa saja yang bisa melakukannya.
"Hey! apa yang kalian lakukan! aku masih normal, pergi kalian semua!" Sang mafia meminta para anggotanya untuk melepaskan pelukan yang membuatnya risih itu. Namun tak kunjung mendapatkan respon, pada akhirnya sang mafia harus kabur dari pelukan pria kekar anggota Death Angel.
Dia berlari menghindari pelukan para anggotanya yang sengaja melakukannya sebagai balas dendam karena Alex juga mengerjainya sedari tadi.
"Sayang? apa yang kau lakukan diluar??" Laras bertanya-tanya saat sang suami duduk di sofa ruang tamu dengan nafas yang terengah-engah.
"Aku menemani mereka mengobrol sesuatu, tapi justru aku yang mendapatkan kesialan!" jawab sang mafia sembari menelisik ke segala arah, matanya tidak menemukan satu orang pun di ruang tamu tersebut.
"Jika mencari ayah dan ibuku, mereka sedang berada di kamarnya bersama anak-anak." Jawaban sang istri membuatnya senang, dia merasa sudah saatnya untuk bersenang-senang kembali.
"Yes! ayo kita lakukan! aku sudah tidak sabar sayang!" Sang mafia dengan mata kucingnya, mohon dengan sangat agar istri mau menuruti kemauannya.
Rasa lelahnya tidak ia hiraukan, segera saja ia bangkit dari tempat duduknya dan menggendong tubuh sang istri.
"Turunkan aku! hei? apa ini?" ucap Laras merasa terkejut saat tubuhnya berada di gendongan sang suami.
"Hah! kau sudah menikah denganku lebih dari 5 tahun tetapi kau masih saja bertanya, selain bersenang-senang memangnya aku ingin melakukan apa? ranjang kamar utama sudah lama tidak tersentuh, bisalah kita bermain di sana!" Sang mafia memang pandai berkata-kata membuat sang istri tergila-gila padanya, namun saat ini dia sedang tidak ingin melakukannya.
Dia merasa pening, karena saat di dalam mobil seharusnya dia bisa tidur lebih lama tapi karena suara tertawa sang ayah dia terpaksa membuka matanya dan hal itu membuat kepalanya sakit.
"Kita bersenang-senang tujuannya kan untuk menghilangkan rasa pening, menurutlah padaku! semuanya akan baik-baik saja!" Alex masih terus melancarkan rayuan mautnya agar Laras mau mengikuti segala perintahnya.
"Ehm, lebih baik kita mengobrol sesuatu!" Laras ingin menanyakan sesuatu kepada Alex, dan ini sangat penting.
__ADS_1
"Aarav mengatakan jika kau membuang ponselku karena ada seorang pria bernama Raf meneleponku, apakah itu benar?" Laras menatap wajah sang mafia yang terlihat marah.
"Oh itu," ucap Alex yang sebenarnya tidak ingin membicarakan hal tersebut, dia menurunkan tubuh sang istri dan mengajaknya duduk kembali di atas sofa.
"Ada seorang pria yang meneleponmu, dia sepertinya sangat mencintaimu. Dia ingin bertemu denganmu karena posisinya juga sedang berada di New York!" Alex memalingkan wajahnya ke arah lain, dia terlihat sangat cemburu.
Laras memahami hal ini, dia segera melingkarkan kedua tangannya di lengan kekar sang suami dan berkata, "Lex, apakah kau tahu? siapa yang selalu dihatiku selama ini?"
"Pasti anak-anak! iya kan?" Alex tetap memalingkan wajahnya, ia sudah bisa menduga nya.
"Bukan! orang itu adalah dirimu! Lex, tatap mataku! apakah ada kebohongan di sana? anak adalah yang paling utama, tetapi yang teristimewa hanyalah dirimu!" Laras kau mampu merayu sang suami agar tidak marah padanya.
Saat sang mafia menoleh ke arah sang istri...
Cup!
Laras memberikan ciuman pertamanya setelah dua minggu tidak berjumpa dengan sang suami.
Ciuman yang awalnya hanya sekedar kecupan, semakin lama semakin dalam dan menuntut.
"I love you Lex!"
"I love you too!"
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1