
Joan langsung masuk ke dalam lift itu agar tidak ketinggalan sampai di lantai atas tempat unit apartemen Dimitri berada.
Beberapa menit kemudian ...
Ting!
Pintu lift telah terbuka, ke empat orang itu melangkahkan kakinya keluar dari lift.
"Mana kamar milikmu?" tanya sang mafia.
"No 23, ayo kita kesana. Aku sudah tidak sabar bagaimana reaksimu saat bertemu dengannya," jawab Dimitri.
"Hahaha ... memangnya orangnya seperti itu ya?" Alex tidak terlihat edited, dia hanya tertawa saat kata-kata D berlebihan.
Ke empat orang itu kembali berjalan menuju kamar Dimitri.
....
__ADS_1
Setelah sampai di depan pintu kamarnya, D segera membuka pintu itu menggunakan kunci kartu yang ia miliki.
Setelah kode berhasil ia masukkan, akhirnya pintu pun terbuka.
Alex heran ada orang yang duduk di ruang tamu, wajahnya sangat asing.
"Lex, perkenalkan, dia adalah Dafa, wartawan berita kriminal." Joan langsung memperkenalkan pria yang sedang duduk dan bermain ponsel itu.
"Oh, kau seorang wartawan? ingin mencari berita tentang apa? tentang aku?" Sang mafia langsung pada intinya.
"Jika anda adalah Alex Fernando, iya," tukas Dafa.
"Kita bicara dari hati ke hati. duduklah," pinta Dafa.
Sang mafia dan Dafa duduk bersama, keduanya lihat sangat tegang.
Dimitri, Joan dan satu anak buah Alex hanya bisa melihatnya dengan was-was.
__ADS_1
"Katakan tujuanmu," pinta sang mafia.
"Aku mencari berita tentang dirimu yang sedang menjadi buronan polisi, apakah kau benar melakukan hal tersebut?" Pertanyaan sang wartawan sangat membuat emosi Alex, tapi dia berusaha tetap tenang.
"Tidak, saat kejadian berlangsung, aku tidak ada di tempat itu." Sang mafia selalu keren dalam menyampaikan pendapatnya.
"Tapi bagaimana bisa polisi mencarimu dan mendakwa mu sebagai tersangka penembakan itu? berita ini tidak hanya terdapat di Macau, tetapi juga di luar negeri, apakah ada pihak yang terkait?" tanya sang wartawan, dia bertanya lebih dalam lagi.
"Ada yang tidak suka denganku, dia ingin aku menjadi buronan polisi dan dia menjadi malaikat penolong, jika kau bertanya dia siapa, aku tidak ingin terlalu banyak bicara karena belum ada buktinya," jawab sang mafia yang tetap saja sok keren meskipun di dalam hatinya emosi tingkat dewa, bagaimana bisa dia yang tidak tahu apa-apa langsung dicatat sebagai seorang tersangka penembakan. Apalagi, nama baiknya dipertaruhkan di seluruh dunia internasional, gengnya juga akan terseret, Death Angel yang semula adalah organisasi tersembunyi akan menjadi geng terburuk di masa kini.
"Apa ini permainan media massa saja? jika itu yang terjadi aku akan membantumu mencari pelaku yang sesungguhnya, Kau tidak perlu risau, aku ini orangnya totalitas dalam bekerja, tidak akan pernah berkhianat! kau tetaplah percaya padaku!" Dafa mencoba membangun rasa percaya Alex kepadanya yang mungkin saja tidak sebesar Joan.
Alex menatap tajam kearah Dafa, dia tidak ingin salah langkah mempercayai seorang wartawan.
Akan tetapi pada akhirnya dia harus mengambil keputusan," Oke, deal! aku percayakan kasus ini kepadamu, meskipun kau bukan seorang pengacara tetapi aku ingin kau membersihkan nama baikku."
"Siap bos, kau tunggu saja, semuanya pasti akan membaik setelah ini." Dafa mengulurkan tangannya ke arah sang mafia, dengan sikap Alex menjabat tangan itu keduanya berpelukan.
__ADS_1
Ketegangan mulai mencair, semua orang yang ada di apartemen itu merasa lega.