
Setelah beberapa menit berlalu, candaan itu berubah menjadi kata-kata yang serius.
Alex menemukan sebuah kertas semacam peta yang ada di dalam dinding tanah itu.
Frank mencoba membaca peta tersebut yang terlihat sangat rumit, Alex mengatakan jika itu bahasa dari geng Blue Sea di masa lalu, hanya ayah dan dua istrinya yang mengetahui hal ini, jika Aldren bisa membacanya ataupun menulis kode tersebut, berarti dia mengetahui sesuatu tentang rahasia yang Tuan Fernando pegang saat ini.
Frank menyerah dalam memecahkan bahasa dalam peta yang penuh dengan kode rahasia.
Alex pun tak memahami apa artinya, dia mencoba menerka apa isi dari peta tersebut.
"Kalau dulu, Ayah pernah mengatakan jika ada abjad khusus untuk kode ini. Aku lupa bagaimana bentuknya tetapi jika melihat kembali aku mungkin bisa mengingatnya," ucap sang mafia sembari melihat dengan jeli apa yang ada di depannya, dengan bantuan senter dari ponsel Frank, dia mencoba membuka tabir rahasia yang ada di dalam peta tersebut.
"Sial! aku tidak bisa membacanya! bawa saja peta ini bersamamu, kita akan membacakannya setelah keluar dari sini." Alex menyerahkan peta itu kepada Frank, dia kembali mencungkil tanah satu demi satu agar mendapatkan rahasia lain yang masih terkubur.
Tapi sepertinya dugaannya salah, tidak ada hal lain selain tanah yang ia cungkil dengan pisaunya. Akan tetapi, Alex menemukan sebuah benda aneh yang yang berbentuk seperti lingkaran yang terbuat dari besi.
__ADS_1
Alex mencoba memutar benda itu, alangkah terkejutnya sang mafia saat mendapati tanah yang semula diam bisa membuka sendiri.
"Astaga! apalagi ini? apakah di dalam sana ada monster?" terka Frank dengan kata-kata yang tidak masuk akal.
"Haha ... mana ada monster, kita harus masuk ke dalam untuk mencari tahu apa yang terjadi di dalam sana." Alex dan Frank masuk ke dalam ruangan yang masih gelap itu, ruangan yang ada di dalam tanah.
Frank menggunakan senter gawainya untuk menyinari setiap langkah keduanya dalam menyusuri lorong yang gelap.
"Lex, ada suara di sebelah." Sang anak buah menunjuk sebuah tempat yang yang sangat jauh tetapi terdengar suara orang minta tolong.
Kedua orang itu tanpa rasa takut tetap menyusuri lorong yang sangat gelap.
Tiba pada satu lorong yang ada cahaya terdengar teriakan seorang gadis.
"Hey! apa kau mendengar kami?" pekik Frank.
__ADS_1
"Tolong aku!!" Aldren setelah minyak aku disini dan membuatku gila! tolong aku bukan Laras seperti apa yang dia katakan!" gadis itu mengatakan nama yang sangat sensitif di telinganya, Alex langsung menghampiri asal suara itu.
Di sana terdapat dinding yang membatasi antara dia dan gadis yang memiliki suara nyaring itu. Dinding yang tembus suara.
"Apa yang kau katakan? apa maksudmu bukan Laras?" teriak Alex.
"Si gila Aldren menyetubuhi setiap hari dan memanggilku dengan nama Laras, setelah itu dia meninggalkanku! bagaimana bisa kau ada disini? pergilah karena dia akan membunuhmu jika ketahuan ada di tempat ini!" pekik si gadis.
"Kau bisa melakukan sesuatu?" teriak Alex.
"Apa itu?" pekik si gadis.
"Bagaimana masuk ke dalam sana? padahal ada tembok diantara kita? bisa kau cari sesuatu yang mampu membuka tembok ini?" Alex menerka jika masih ada banyak rahasia di dalam ruangan itu.
"Lihat dinding di sebelah kanan, ada tombol angka di sana tetapi sangat kecil, aku benar-benar memperhatikan nya di kala pertama kali Aldren membawa aku kemari dan menyiksaku lahir dan batin, tulis 1123. Kau bisa masuk ke dalam sini!" teriak sang gadis.
__ADS_1
....