Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Suka atau peduli?


__ADS_3

Tyuzu memapah Yovan sampai di ruang tamu, dia perlahan merebahkan tubuh Yovan di atas sofa yang lumayan masih bagus daripada perabot yang lain.


Yovan menatap sekeliling, yang ia lihat hanyalah kehancuran. Tiba-tiba sajak muncul rasa iba, Dia kemudian mengajak Tyuzu berbicara.


"Kau tinggal di rumah ini sendirian?" tanya Yovan saat Tyuzu ingin beranjak pergi dari sisinya.


"Iya, tetapi dua hari lalu MK membawaku pergi dan menghancurkan rumah ini. Sebelumnya, aku tinggal di sebuah apartemen kecil milik temanku. Di sana juga menjadi tempat Han Bin tinggal.


"Kita segera menyusun rencana saja, daripada terlalu lama, MK akan sadarkan diri, aku memang sengaja tidak membunuhnya karena ingin menyiksanya lahir dan batin sebelum benar-benar tewas di tangan Alex Fernando." Yovan menunjukkan sisi bengisnya yang kadang tidak bisa di kendalikan.


Si gadis menatap wajah Yovan, dia melihat ada darah segar mengalir dari pelipisnya.


Tyuzu mencoba untuk mengusap darah itu, tetapi Yovan menghentikannya.


"Jangan terlalu baik kepadaku, aku bisa saja jatuh cinta. Tapi aku tidak mau, aku masih memiliki Han Bin, bersikap biasa saja."


Yovan melepas genggaman tangan di lengan sang gadis, dia membuang tangan itu dengan kasar, membuat Tzuyu terdiam.

__ADS_1


"Tuan, aku ingin mengambil beberapa baju, aku ada baju kakak laki-lakiku yang sudah meninggal, ukurannya sepertinya cocok untukmu. Sebentar, aku akan mengambilnya." Si gadis berbalik dan berjalan menuju kamarnya


Di dalam kamar ...


"Sial! mengapa dia melakukan ini kepadaku? aku tidak melakukan apapun, tetapi dia terlalu percaya diri." Tzuyu menepuk jidatnya karena Yovan terlalu percaya diri jika dia merayu pria itu.


Tzuyu tak memikirkan itu terlalu berlebihan, dia lebih memilih untuk mencari baju yang ia katakan tadi.


Dia juga mengganti pakaian yang menempel ditubuhnya yang terkesan kurang bahan itu dengan pakain sehari-hari yang biasa ia pakai.


Lima menit sudah cukup untuk mengganti pakaian, setelahnya dia menghapus semua make up yang ada di wajahnya.


Usai dengan dirinya, kini saatnya mengambil beberapa helai kain untuk Yovan.


Tzuyu menarik sebuah koper yang ada di atas, dia mengisi koper tersebut dengan beberapa kain miliknya dan mendiang sang kakak.


Cukup 10 menit saja, dia telah selesai melakukan tugasnya.

__ADS_1


Ia membiarkan langkah kakinya kembali menuju Yovan, pria percaya diri yang membuatnya berpikir jika pria itu justru yang menyukainya.


Dia tidak akan pernah melupakan Han Bin, sebelum semuanya jelas. Meskipun, dia tidak memungkiri bahwa jantungnya sangat sensitif jika berdekatan dengan Yovan.


Detak jantung yang selalu lebih cepat dari sebelumnya, ini membuatnya canggung.


"Mau mengganti baju dimana? aku akan memberimu baju setelah ini," ucap Tzuyu sembari membuka koper dan mengambil baju untuk Yovan.


"Bantu aku berganti pakaian, aku tidak bisa melakukannya sendiri," jawab Yovan dengan percaya dirinya.


Wajah Tzuyu memerah kala Yovan meminta dirinya membantu berganti pakaian. Dia sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, jika dia melihat anu milik Yovan, bukannya dia sudah pernah melihatnya? dia sebelumnya juga pernah melakukannya bersama MK meskipun itu di bawah tekanan. Tapi dia mengetahui bahwa seorang pria memang memiliki kekuatannya masing-masing, dia takut Yovan cuma akan memaksanya melakukan hal tersebut jadi dia tidak mau membantu Yovan.


Yovan yang memahami Tzuyu, tidak terlalu mempermasalahkannya. Dia sepertinya hanya mengatasi gadis, saat sang gadis menolak, dia percaya jika sang gadis bukanlah wanita murahan seperti yang ada dipikirannya.


Sepuluh menit berlalu, Yovan belum siap dengan nilai kain sedari tadi tidak bisa ia kenakan, Tzuyu masih menunggu dengan membelakangi tubuh Yovan.


"Tutup matamu, bantu aku sebentar! aku memiliki rencana yang bagus agar MK segera tewas, tidak lucu rasanya jika rencana itu gagal karena aku terlalu lama mengganti pakaianku." Yovan terdengar sangat cool dalam menyampaikan kata-katanya, padahal dihatinya dia sangat malu.

__ADS_1


....


__ADS_2