
Bug!
Bug!
Bug!
Terdengar suara baku hantam antara dua geng yang sedang melindungi bos mereka masing-masing.
Sebuah duel lanjutan dari peristiwa di stasiun televisi itu.
Para anak buah yang melindungi bos mereka.
"Maju kau!" pinta Yovan yang siap melumpuhkan satu demi satu musuh yang akan menyerangnya. Dia dan para anggota Death Angel bahu membahu melindungi sang mafia yang sedang terluka. Dia merasa menjadi pria yang berguna setelah beberapa waktu lamanya absen dari dunia baku hantam.
Yovan dan para anggota Death Angel susah payah menghalangi banyaknya anggota Dio yang merupakan gabungan dari Dio Cs dan Dama Cs.
Penyerangan yang sudah terencana, membuat para anggota Death Angel juga lebih sigap dari sebelumnya.
Dua jam lamanya mereka bertarung, tetapi belum ada tanda-tanda kemenangan bagi penyerang gabungan itu.
Justru mereka yang kewalahan menghadapi Death Angel yang anggotanya memang lebih tangguh dari mereka.
Pasukan gabungan berhasil dipukul mundur oleh Yovan dan anggota sang mafia.
Kini mereka bisa bernafas lega, meski ada banyak anggota yang lecet. Tapi tidak ada drama baku tembak karena anak buah sang mafia termasuk Yovan, telah mencegat langkah mereka. Semua senjata berhasil disingkirkan dan pertarungan murni baku hantam.
"Yov? bos dimana?" tanya salah satu anggota Death Angel.
"Ada di gedung tua itu," jawab Yovan sembari menunjuk gedung tempat sang mafia bersembunyi.
Anggota tersebut berlari menuju gedung tua untuk bertemu dengan bosnya.
Sesampainya di gedung tua, dia mendapati sang bos sedang duduk di antara kursi dan meja yang lusuh.
"Bos! aku mendapatkan kabar jika kau terluka
,apakah itu parah bos?" tanya sang anggota dengan wajah cemas.
__ADS_1
"Hanya lecet, bagaimana pertarungan kalian?" tanya sang mafia penasaran.
"Kami menang bos!" jawab s anggota.
"Bagus, selanjutnya kau bawa Dio ke markas, aku dan Yovan akan membantu Willy dan Zicko membalas Dama," jelas sang mafia.
"Jangan, bos harus istirahat dulu. Tanganmu terluka!" cegah sang anak buah.
"Tidak, aku akan tetap bertarung," jawab sang mafia kekeuh.
"Kita langsung ke rumah tua, tempat Dama dan yang lain berkumpul."
"Tapi bos?"
"Diam, laksanakan perintahku!"
Sang mafia tidak ingin berdebat, dia ingin membawa Dama pergi dan menyiksanya bersama sang putera.
....
Sang anggota tidak mampu melawan perintah sang mafia, dia harus patuh kepadanya.
Yovan yang baru saja datang, langsung membantu sang bos membawa Dio ke dalam mobil.
"Bos, kau akan ke gedung tua itu?" tanya Yovan yang kini mengakui kekuatan sang mafia yang melebihi batas itu.
"Bos? aku bukan bosmu bodoh!" ucap sang mafia sembari tersenyum.
"Tapi aku berharap kau menjadi bosku," harap Yovan.
"Tidak perlu, kau cukup jadi sahabatku saja!" Sang mafia tidak ingin Yovan menjadi anak buahnya karena Yovan lebih memahami dirinya dari siapapun.
Apalagi Yovan lebih berpengalaman darinya.
"Tapi bos Alex?" ucap Yovan dengan mata kucingnya.
"Haha, kau saja yang jadi bos!" jawab sang mafia sembari melangkahkan kakinya meninggalkan kawannya itu.
__ADS_1
"Sombong kau Lex!" pekik Yovan, setelahnya dia mengekor langkah Alex dengan bibir mengerucut.
"Bukan saatnya untuk menunjukkan status, lebih baik kita segera bunuh Dama dan anaknya dengan cara paling sadis!" Sang mafia berapi-api, semangatnya berkobar jika membahas Raf family.
Dia sangat kesal saat Dama dengan sombongnya ingin membuat anak dan istrinya menderita.
Sang mafia akan membuat si keparat Dama yang suka membual itu membayar semua kekacauan yang sudah ia buat dengan kematian yang nyata.
Mereka naik mobil dan tancap gas menuju rumah tua untuk menyeret Dama ke ruang peradilan dan merontokkan tulang-tulangnya.
Sedangkan salah satu anggota, membawa Dio ke markas utama Death Angel.
"Lex, kau siap!" ucap Yovan sembari menatap wajah Alex yang penuh semangat.
"Siap Yov!"
Wussssh!!!
Kita gantian Yovan yang menyetir mobil setan itu, Yovan ternyata berbakat dalam hal ugal-ugalan.
Dia hampir menyamai rekor sang mafia dalam berkendara mobil dengan kecepatan tinggi.
"Bahagia Lex? aku juga bisa kan ugal-ugalan?" ucap sang kawan di tengah perjalanan.
"Iya aku paham, kita dulu juga sering adu kecepatan. Sayangnya aku pemenangnya. Haha," jawab sang mafia yang tetap tenang meskipun Yovan menyetirnya seperti terbang ke langit.
"Aku tahu dan itu sangat menyebalkan!"
"Hahahaha!"
Perjalanan menuju gedung tua yang cukup menegangkan, karena Yovan tak mau kalah. Dia juga ingin terlihat hebat dalam berkendara.
"Yov, kurangi kecepatan mobilmu. Nanti kena tilang," goda Alex.
"Sialan! mana ada polisi? mereka sedang sibuk melakukan pembersihan nama baik karena Raf telah mencemari kehormatan pihak kepolisian dengan video hot itu."
"Itu saja yang ada dipikiranmu."
__ADS_1
....