Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Alasan Yovan


__ADS_3

Saat Alex baru saja beranjak dari tempat duduknya, ponselnya berdering, dia segera membuka ponsel tersebut dan mendapati panggilan telepon dari Yovan.


Dia enggan menjawab panggilan telepon tersebut, tetapi rasa penasarannya akan caranya mengkhianati geng sudah sangat keterlaluan.


Sang mafia segera menjawab panggilan tersebut untuk mendapatkan jawaban yang lebih akurat.


"Halo, ada apa penghianat menelponku?" tanya sang mafia yang masih merasa kesal dengan sikap Yovan yang bertindak dengan sepihak itu.


"Lex, coba kau jadi aku! apakah kau akan membiarkan gadis yang kau cintai terbunuh sia-sia?" Yovan mulai memberikan perumpamaan yang akan membuat Alex berpikir ulang tentang keputusan Yovan yang berkhianat itu.


"Maksudmu?!" Alex masih belum memahami apa yang dikatakan oleh Yovan


"Dia mencekik leher Sia dan menodongkan pistol di kepalanya, dia akan memperlakukan Sia seperti binatang, jika ini terjadi kepada Nyonya Laras apakah kau akan diam saja? kau akan menjadi sosok pahlawan atau kau tetap di sana menjadi seorang pengecut?" Yovan mengatakan semua itu dengan suara yang bergetar, dia tidak mampu melanjutkan apa yang terjadi dengan Sia.

__ADS_1


Alex mencoba menelaah apa yang sedang terjadi, kini dia mengerti alasan Yovan berkhianat. Tapi hukuman tetap hukuman, jika dia sudah berkhianat kematian adalah solusi yang terbaik.


"Kau akan tetap mati di tangan Yov, ini adalah peraturan lama yang Tuan Fudo berikan kepada geng kita, aku sekedar mengikuti apa yang sudah tetua amanatkan kepadaku, maaf jika aku tidak bisa berpihak kepadamu." Alex segera menutup panggilan telepon tersebut, dan menyimpan ponselnya di saku celananya.


Di sisi lain, Tuan Hans masih bertanya-tanya tentang apa yang Yovan pikirkan saat bergabung dengan MK. Pria tua itu menyayangkan segala hal yang dilakukan oleh Yov.


Yovan adalah salah satu anggota Death Angel yang sangat dekat dengan Tuan Fudo, jika dia sudah berp.erilaku tidak terpuji, Tuan Fudo pasti akan menindak tegas.


Apalagi soal penghianatan, ini akan menjadi suatu hal yang aneh jika kematian tidak segera Yovan dapatkan.


"Sayang, kalian suka tempat ini?" tanya Alex menyembunyikan rasa gugupnya saat harus berurusan dengan temannya sendiri.


"Iya, kami suka daddy. Sampai malam di sini, aku juga mau. Pokoknya dengan daddy di tempat ini, aku mau dengan Daddy!" ungkap Alexis, dia berebutan dengan adiknya yang lain.

__ADS_1


Padahal daddy mereka tidak kemana-mana, ada saja pikirannya yang melalang buana.


Dia sedang memikirkan Yovan yang akan ia bunuh setelah ini. Rasanya sangat sesak di dada, mengapa harus terjadi lagi, satu persatu orang yang dekat dengannya harus ia bunuh karena penghianatan yang sudah dilakukan.


Sang mafia tidak merasa berguna jika harus menghabisi nyawa para sahabatnya.


Yov, jika ada cara untuk menyelesaikan masalah ini tanpa kematian, aku akan mau melakukan segala cara untuk menyelamatkanmu dari kematian tersebut.


Aku dan kau sudah menjalani kehidupan yang kejam ini bersama-sama, tetapi tidak pernah terbayangkan olehku harus menghabisimu dengan tanganku sendiri.


Batin Alex bergejolak, dia terlalu baik untuk membiarkan Yovan tetap hidup. Tetapi di sisi lain dia harus menjadi pria tangguh yang menyandang gelar bos mafia.


Peraturan sudah jelas, dia hanya perlu melakukannya dengan sekali tindakan saja.

__ADS_1


....


__ADS_2