Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Berbicara dengan Han Bin


__ADS_3

Willy telah pergi dari area kamar mandi markas utama Death Angel, kini yang ada hanya Richi dan Ha bin, pria sok berani yang mendapatkan hukuman dari Willy karena merusak fasilitas di markas milik bos Alex.


Richi berjongkok, dia mengulurkan tangannya kepada Han Bin.


"Kau baik-baik saja bocah?" tanya Richi.


"Aku baik-baik saja, tidak perlu terlalu baik padaku. Kau harusnya hajar aku saja seperti yang temanmu lakukan kepadaku," pinta Han Bin. Dia menolak uluran tangan Richi, dia percaya diri mampu berdiri dengan kekuatannya sendiri, tetapi dia lupa, kondisi masih belum kondusif, jadi, dia harus mendapatkan perawatan lebih lanjut


"Cih! aku tidak baik, aku hanya ingin membantumu berdiri. Jika kau mati di sini saja aku tidak perduli sama sekali." Richi menarik uluran tangannya, dia melipatkan kedua tangannya di dada.


Richi melihat seberapa sombong Han Bin, pria lemah yang sok kuat. Mungkin, di Macau dia luar biasa. Tetapi, saat berada di markas Death Angel, semua kekuatan yang ia miliki akan habis karena Willy tidak akan pernah membiarkannya sombong di kandangnya sendiri.


Dua menit berlalu, dia masih memperhatikan Han Bin yang bersusah payah untuk bangkit dari posisinya yang terkapar tidak berdaya akibat hantaman tinju Willy.


"Sudah selesai sombongnya? jika sombong sudah menurun kadarnya, aku siap membantumu untuk bangkit!" ucap Richi dengan senyum tipis yang meremehkan.


"Bukan bantuan itu yang aku inginkan, aku sedang mencari sekutu. Kekasihku berada di tangan MK, aku ingin bertarung dengan Alex karena ingin menjajal kemampuannya, jika dia lebih kuat dariku. Aku akan bergabung dengannya dan menjadikannya sekutu," ungkap Han Bin, bocah itu berkata seperti orang yang profesional.


Richi mencurigai jika Han Bin bukanlah bocah biasa, seperti yang dikatakan oleh Morgan sebelumnya.


"Ayo kita bicara di ruang tamu saja, tidak etis jika kita membahas hal ini di kamar mandi, Apa kau bisa bangkit?" tanya Richi, dia masih berbaik hati.


Sahabat sang mafia, membantu memapah tubuh Han Bin yang babak belur itu keluar dari kamar mandi.


Setelah itu, Richi membawanya menuju ruang tamu.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian ...


Ruang tamu markas ...


Richi mempersilahkan Han Bin untuk duduk, selanjutnya, dia membuatkan secangkir teh untuk bocah itu.


Di sela membuat secangkir teh, Richi menanyakan beberapa hal kepada Han Bin.


"Bocah, apakah di Macau kau memiliki sebuah geng?" Richi terlalu penasaran kepada kehidupan bocah yang sok berani itu.


"Iya, aku adalah pemimpinnya." Han Bin, dengan percaya diri mengakui jika dirinya adalah pemimpin geng.


"Cih, kau adalah seorang pemimpin geng? bagaimana anak buahmu mau percaya jika kau seorang pemimpin geng? kau saja mudah dikalahkan," ucap Richi, dia sedang menguji mental sang bocah.


Richi mengetahui jika bocah yang sedang berbicara dengannya merasa kesakitan di seluruh badan, dia berinisiatif untuk mengobati bocah tengik tersebut.


Namun, Han Bin tidak mau menerima kebaikan Richi. Dia hanya meminta tolong kepada Richi untuk mengambilkan kotak obat.


Richi yang telah selesai membuat teh, menyajikan teh itu untuk Han Bin.


Dia meletakkan cangkir teh tersebut di atas meja, kemudian mengambilkan kotak obat yang berada tidak jauh dari pantry.


"Ini," ucap Richi sembari duduk di samping Han Bin.


"Oke, terimakasih." Han Bin si songong juga bisa berterima kasih, Richi merasa Han Bin adalah orang yang baik tetapi dia seolah memiliki tekanan batin, alhasil dia menjadi seperti ini.

__ADS_1


Richi melihat bocah itu mengobati luka di lengan dan kakinya akibat pukulan keras dari Willy.


Si bocah sangat cekatan dalam mengobati lukanya, tidak diragukan lagi dia seperti bos mafia Alex Fernando yang mampu mengobati dirinya sendiri dengan sangat cepat.


"Ini, sekali lagi terima kasih karena kau mau mengambilkan kotak obat untukku." Han Bin menyerahkan obat itu kepada Richi, ia menerimanya kemudian ia letakkan di atas meja.


Dia menawarinya secangkir teh, tapi dia tidak mau.


Han Bin justru ingin Richi yang meminumnya, dia masih bocah, tidak pantas mendapatkan penghormatan yang terlalu tinggi seperti ini.


"Kau bocah yang baik sebenarnya, tapi mengapa kau menjadi barbar? apakah ada alasan khusus?" Richi mulai menelisik apa alasan Han Bin mencari sekutu.


"Aku tadi sudah mengatakan bahwa ingin menyelamatkan kekasihku yang berada di bawah kekuasaan MK, itu saja alasanku. Mereka mengenalku sebagai perusuh di bar milik MK, aku selalu memenangkan perjudian di sana, tidak ada yang bisa melawan ku sampai julukan bocah tengik si dewa judi tersemat padaku. Tapi kau jangan heran jika nanti mendengar nama lain tapi menggunakan wajahku di media, aku membuat diriku lusuh agar ayah dan ibuku tidak mengenaliku, percaya atau tidak, aku adalah seorang anak dari pria kaya raya." Han Bin Richi, jadi dia mengatakan segalanya tanpa takut sahabat Alex itu akan membocorkan kepada siapapun.


"Ehm, fakta yang menarik. Kau sama seperti aku dan bos Alex, sama-sama budak cinta. Kau akan lebih kagum saat mengenal istriku, dia adalah gadis mafia tercantik dan terkejam yang ada di geng Death Angel. Aku menikahi gadis dengan keahlian beladiri sempurna, jago memanah, jago menembak, dia bisa melakukan apapun. Tetapi kodratnya sebagai wanita dia melupakannya, Angela adalah nama istriku, dia tidak pandai memasak sama sekali, tapi masih lebih baik karena dia sangat sayang kepada anak kami." Richi juga merasa nyaman ngobrol dengan Han Bin, yang menceritakan keluarganya kepada si bocah tengik agar bocah tersebut mau membuka dirinya.


"Hahaha ... aku ingin bertemu dengan istrimu, bisakah dia membelah diri? aku ingin istri yang seperti itu kuat dan tangguh!" Han Bin hal yang tidak masuk akal membuat keduanya tertawa bersama-sama.


"Apa kau pikir istriku itu amoeba? bisa membelah diri? lama-lama kau kurang ajar juga ya?" Richi mengacak kasar rambut bocah tengik yang ada di sampingnya.


"Sialan! jangan mentang-mentang kau lebih tua dariku, kok bisa mengacak rambutku dengan seenaknya. Apa kau tahu? aku sudah tidak mandi selama 3 hari, pasti tanganmu akan berminyak dan bau wkkwwk, rasakan itu!" ucap Han Bin, dia mulai luluh, Richi merasa senang akan hal ini.


"Biarkan saja, di markas ini masih ada air dan sabun, aku tidak terlalu mengkhawatirkan telapak tanganku bau karena rambutmu yang kucel itu, tetapi aku takut virus pemanas mu menyerangku juga, kau bisa mandi di kamar mandi yang berada di sebelah kamarku, itu hanya aku yang menggunakannya. Aku cukup baik bukan?" Richi melihat dirinya di dalam mata Han Bin, oleh karena itu dia sangat berharap bocah pakai itu bergabung dengan Death Angel meskipun harus membuatnya rata dulu, menyadarkannya jika Alex lebih hebat darinya.


.....

__ADS_1


__ADS_2