Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Bertemu Alex


__ADS_3

Sesampainya di tempat persembunyian ...


"Rumah siapa ini?" tanya Joan.


"Ini adalah tempat persembunyian bos kita," jawab Dimitri, dia mengajak Joan untuk masuk ke dalam rumah itu.


"Bos?" panggil Dimitri saat melihat bosnya sedang duduk di ruang tamu.


Alex menoleh ke arah sumber suara, dia terkejut ketika mendapati Dimitri bersama Joan.


"Wah, Jo? kau datang ke sini juga?" tanya Alex, dia langsung beranjak dari tempat duduknya kemudian memeluk Joan.


"Iya Lex, ini adalah perintah Tuan Fudo. Rasanya tidak percaya saat aku bisa keluar apartemen dan bertemu denganmu." Joan merasa senang karena bisa menemui saudaranya. Dia semakin mempererat pelukannya.


"Aku dengar kau sedang menjadi buronan polisi?" Joan mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan saudaranya itu.


Pelukan erat terlepas, kini dia dan Dimitri duduk berhadapan sebuah ruang tamu dengan kursi seadanya.

__ADS_1


"Iya, aku belum mengerti apa yang terjadi. Sepertinya, aku dijebak." Sang mafia menduga ada yang tidak suka dengannya kemudian memberikan serangan balik, semisal musuh yang terselubung.


"Jika iya, pasti ada hubungannya dengan saudara tirimu, kau paham kan? jika dia adalah orang yang tidak menyukai dirimu selama ini?" Joan mengingatkan kepada Alex dengan peristiwa di masa lalu, tentang Aldren yang selalu merecoki dirinya.


Mencoba membuat sesuatu hal yang akan merugikan sang mafia dan memberikan keuntungan kepada sang sodara tiri.


"Entahlah, pada intinya aku ingin segera keluar dari tempat persembunyian ini dan melakukan penyelidikan bersama para anggota Death Angel." Sang mafia memiliki jalan pemikirannya sendiri.


"Tuan Fudo sudah mewanti-wanti aku, jika Aldren ada di balik semua ini, semua hal yang menimpa dirimu adalah rencana busuknya. Kau harus segera bertindak Lex!" pinta Joan.


"Iya, tetapi aku masih penasaran, MK dan Aldren, apa mereka bersekongkol? MK sendiri apa kabar? aku sama sekali tidak mendengar kabarnya selama ini," jelas sang mafia.


"Pergi ke markas?" tanya Alex.


"Bukan, ke apartemen milik Dimitri, ada seseorang yang bisa membantumu untuk membuat berita sensasional." Raut wajah Joan terlihat sangat serius, yang menunjukkan sesuatu yang akan membuat saudaranya itu senang.


"Apa itu?" Sang mafia masih saja penasaran.

__ADS_1


"Nanti kau juga mengetahuinya," jawab Joan.


Alex dan anak buah yang ikut bersamanya kemudian keluar dari tempat persembunyian tersebut, mereka mengikuti ide dari Joan yang akan mempertemukan Alex dengan Dafa.


"Masuk cepat! aku khawatir anggota kepolisian akan melihat kalian, di sekitar sini masih banyak polisi yang berkeliaran." Dimitri agak galak, karena dia tidak mungkin menggunakan enaknya untuk perasaan laki.


"Galak amat," celetuk Joan.


"Iyalah, bagaimanapun juga saat tertangkap polisi mana boleh mengatakan alasan yang sama, kakekku masih hidup dan aku tidak akan menggunakannya untuk menjadikan alasan agar kita bisa kabur!" jawab Dimitri yang merasa dirinya tidak tahu diri akibat membawa-bawa nenek moyangnya dalam misi kabur dari polisi.


"Wkwkwkwk, kau ini sangatlah lucu!" ucap Joan.


Alex dan anggotanya tidak mengerti apapun jadi diam saja.


"Aku diam saja, jangan bawa-bawa namaku!" pinta Alex.


"Bos, kau akan aku jadikan alasan untuk kabur, kau adalah bos yang memiliki seorang istri yang sedang hamil, katakan jika istrimu ngidam ingin kau segera pulang ke rumah wkwkkwwk!!!!

__ADS_1


Seisi mobil menjadi ramai karena mereka semua tertawa bersama-sama.


...


__ADS_2